Sumbu pendek 

‘dadi wong kiy ojo sumbu cendek, dipikir sik nek arep ngopo ngopo, ojo nganti gawe wong susah’ (jadi orang jangan sumbu pendek, pikir dahulu kalo mau bertindak, jangan sampai bikin orang lain susah)

 Obrolan ringan terakhir antara saya dan papa, saat kami berjemur bersama lebaran 3 tahun lalu. Kala itu saya sedang nyidam, harus banyak berjemur. Tak menyangka itu adalah obrolan terakhir kami.

Sumbu pendek, tadinya saya hanya mengartikan sebagai kiasan orang yang gampang meledak, emosian, tapi ternyata versi  papa saya, bisa diartikan orang yang gegabah, orang yang rentang pikirannya pendek, melakukan sesuatu spontan tanpa mikir akibatnya. Jadi kurang lebih nasehat papa sebenarnya “think twice”.

Astagfirullah. Terima kasih pesan terakhirnya pa.

Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecilku. Amin.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s