Berebut Kamera Ponsel

Mengabadikan momen tumbuh kembang anak  adalah satu hal yang membahagiakan bagi seorang ibu, oleh karenanya kamera menjadi satu hal yang penting. Dulu kami rajin mendokumentasikan kegiatan anak-anak pakai kamera, tapi seiring berjalannya waktu, anggota keluarga bertambah, dirasa lebih praktis menggunakan kamera ponsel. Meski punyanya ponsel yang kameranya biasa-biasa aja, saya tak berkecil hati, yang penting momen-momen istimewa tetap bisa diabadikan.

Sekarang, saat anak-anak mulai beranjak remaja, semuanya berubah drastis. Momen foto kadang berujung dengan sedih dan jengkel sendiri.  Mereka sekarang nggak mau difoto, meskipun sudah dibujuk, tetep aja menolak. Boro-boro foto sendiri, foto rame-rame aja gak mau. Kalaupun akhirnya mau, pasti manyun hasilnya, atau posenya yang ga keliatan wajahnya.

Etapi , bukan saya saja yang mengalami hal ini, jadi pada akhirnya cuma bisa pasrah dan berusaha memaklumi mereka. Ternyata memang ada masanya mereka tidak nyaman dijadikan obyek kamera. Nikmati aja deh, toh masih punya balita yang belum menolak  masih bisa difoto.

Sebagai seorang blogger, kamera ponsel juga sangat vital, karena kapan saja ada momen yang menarik untuk dijadikan bahan tulisan, bisa segera mungkin di jepret. Bahkan kadang saat susah ide, bisa aja kita dapat ide dengan melihat galeri foto di ponsel.

Masalahnya, sekarang anak-anak sudah mulai punya blog dan instagram sendiri, jadilah kami sering berebut ponsel setiap kali bepergian. Mereka juga mulai sibuk mengabadikan apa yang menurut mereka menarik. Meskipun saya jadi ga bisa motret, tapi kadang saya justru menemukan sudut pandang yang berbeda, unik, juga menarik  dari hasil foto mereka. Bahkan mereka sering kasih masukan dan ngasih tips motret pake ponsel yang mereka dapatkan dari internet. Sayanya sih seneng-seneng aja, cuma tetep ada saatnya pas butuh pake ponsel, eh pas dibawa anak-anak. Jadi ribet juga kan.

Pohon Kering di Cagar Alam Boja, Jawa Tengah

Liburan lebaran kemarin, anak-anak bener-bener tertarik untuk memotret pemandangan yang kami lewati. Akhirnya ayah turun tangan juga, manfaat momen ini untuk sekalian ngajarin anak-anak beberapa teknik memotret.  Hm, saya jadi berpikir, mungkin sudah saatnya beli ponsel lagi. Selain biar ga berebut kamera ponsel, bisa candid yang pada ga mau difoto lagi hehehe *namanya juga usaha* Liat-liat review ponsel berkamera yang oke tapi harganya masih bersahabat bener-bener bikin bingung. Sampai akhirnya nemu review Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL, makin menjadi pengennya setelah lihat video ini nih…

‘Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com‘.

Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, blogging, foto. Tandai permalink.

6 Balasan ke Berebut Kamera Ponsel

  1. Monda berkata:

    keren itu pohon keringnya…
    cagar alam Boja itu di sekitar Kendal bukan mbak>.? rasa2 pernah lewat situ

  2. Khoirur Rohmah berkata:

    hehee… kalau masih kecil dulu, tiap gerak dikit, lucu, jeprat sana sini. begitu mereka gede. Malah ogah2an.. itu siih aku liat dri keponakan2ku hee

  3. leilaniwanda berkata:

    Hehehe iya Mbak, balita biasanya bukan nolak tapi malah minta. Itu F2 malah udah mulai sok-sokan selfie😀. Eh F1 kadang udah bisa ngambek ogah difoto sih.

  4. Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s