Anak aman berinternet

Hacker?

Awal-awal denger identik sama si pencuri data, namun belakangan baru tahu kalau yang namanya hacker itu juga macem-macem jenis dan tipenya…ada yang baik ada juga yang jahat…bener ga yak? cuman memang siiih, lebih tendensius ke arah negatip.

Apalagi baca cerita teman tentang yang nyinggung-nyinggung soal hacker.

Sejak menjadi pengguna internet aktif, sekitar tahun 2000-an (telat banget yaaaakkk…), ga pernah kepikir tuh sama bahwa suatu saat bakal di-hack. Semoga jangan pernah deh sampe berhubungan dengan yang semacam itu.

Beberapa teman, pernah mengeluhkan kalau fb dan email mereka dibajak orang, dan disalahgunakan untuk meminta sejumlah uang, pulsa, dll. Terus ada temen yang bilang, kalau gamau kejadian kek gitu, secara berkala gantilah password semua akun yang kita punya, dan akun-akun yang sudah tidak digunakan, sebaiknya memang dihapus saja, jangan dibiarin nganggur, karena bisa dipake dan disalahgunakan sama pihak yang tidak bertanggungjawab.

Pisau 2 Sisi

Kemudahan mengakses internet tentu saja membawa imbas yang lumayan. Banyak kemudahan-kemudahan yang bisa diperoleh. Mau nyari informasi mudah, referensi-pun jadi banyak, kita tinggal memilah sesuai kebutuhan. Mau belanja juga cukup duduk manis saja di depan komputer tau-tau barang dateng dianter, setelah uang ditransfer.

Buat ibu-ibu kek saya ini, yang biasanya saya cari ya mulai resep, ide prakarya, pengasuhan, ilmu agama, tempat kuliner, wisata,soal-soal, kesehatan…wis pokoke tentang apa saja deh…, browsing jadi senjata andelan.

Namun di balik itu, ada sisi lain yang lumayan sering bikin bingung (baca serba salah). Pasalnya, anak-anak juga ikutan pengen mengakses internet.

Di sinilah masalah baru muncul.

Di balik kemudahan akses internet, ada bahaya yang mengintai mereka. Tak dipungkiri, kita saja yang dewasa gini, pas browsing sesuatu dengan kata kunci yang sama sekali gada hubungannya sama pornografi, ternyata yang tersaji di halaman hasil browsing, eeeehhh nyempil tuh ada gambar yang ‘ga sopan banget deh’ . Jadi kebayang, kalau yang browsing itu anak-anak, gimana tuh?

Parno? Lebay? yaaaa…..biarin deh saya dibilang lebay….untuk hal yang satu ini, saya ga peduli kalau dibilang lebay….

Buat saya, ini kudu dipikirin, secara….anak-anak ga mau kalah sama mamahnya, pada punya blog sendiri. Dan saya sendiri sangat mendukung aktivitas yang satu ini, tentu saja dengan beberapa hal yang kami sepakati bersama…

Terus gimana dong biar tetep aman?

Sementara ini saya membatasi akses internet di rumah. Komputer ditaruh di ruang keluarga (hm…sebenernya dibilang ruang keluarga juga bukan deh, karena seringnya itu juga jadi ruang tamu, ruang main, ruang makan, ruang nyimpen buku), dan layarnya ga ngadep ke tembok, alias siapapun yang melintas deket situ ya bakalan bisa liat apa yang sedang diakses sama anak-anak.

Aktifitas berinternet ria di rumah hanya bisa dilakukan menggunakan modem. Saya ga pasang jaringan khusus untuk ini. Jadi, kalau mau akses internet, pasti kami tau karena bakal ijin minjem modem dulu.

Membatasi aktivitas di dunia maya. Untuk blog, memang saya kasih kebebasan mereka untuk mengakses (ralat, bukan mengakses tapi cuma bisa buat upload tulisan), dan itu hanya bisa minjem modem, atau via tab si ayah, atau hp saya. Untuk BW, bisanya saya ada di deket mereka agar tetap bisa terawasi. Kadang mereka memang BW ke blogger yang memberikan komentar ke blog mereka.

Memoderasi komentar di blog. Yuuupp ini penting buat saya. Ini berlaku baik di blog saya maupun blog anak-anak.  Percaya ga, biasanya kalau yang komen aneh-aneh, tulisan di blog-nya juga aneh2….hehehe, jadi saya sangat menghindari pertemanan dengan blogger semacam ini.

Selektif  memilih teman. Jangankan teman di dunia maya, teman di kehidupan nyata saja kita harus ekstra hati-hati….Yaaa, tentu saja, saya akan lebih nyaman memilih teman yang pemikirannya rada2 sama dengan saya dalam hal penggunaaan internet ini. Kebayang ga kalau anak-anak dapet info yang nggak-nggak dari temannya yang ‘bebas’ mengakses internet tanpa pengawasan ortu, bisa berabe deehhh….

Dari semuanya, yang terpenting pertama adalah memberikan pengertian, soal pisau bermata 2, selain memudahkan, bermanfaat, namun ada juga bahaya yang siap mengintai mereka dari dampak penggunaan internet, kapan saja. Ini tidak mudah…butuh perjuangan dan tarik ulur dengan anak-anak (tak jarang juga menguras emosi…huaaa… 😥  ).

***

Tentu saja, tips keamanan anak-anak mengakses internet yang digunakan di setiap keluarga bakalan berbeda-beda. Disesuaikan dengan situasi, kondisi, dan kebiasaan keluarga masing-masing. Boleh dong sama-sama sharing, biar bisa nambah tips barangkali bermanfaat buat teman-teman lain yang sedang membutuhkan info tentang ini.

***

Alhamdulillah…akhirnya jadi juga deh ikutan kontes di blognya Mas Dewo, temanya soal keamanan dalam berinternet. Lumayan perjuangannya, berhubung saya lagi mood-mood-an banget, baru jadi hari ini deh cerita lengkapnya. Semoga diterima yak jadi kontestan 🙂

Artikel ini disertakan dalam Kontes Ping Si Hacker Pink

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama. Tandai permalink.

4 Balasan ke Anak aman berinternet

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam kontes. Artikel telah kami catat. Semoga sukses.
    Salam hangat

  2. nh18 berkata:

    layarnya ga ngadep ke tembok …
    saya setuju ini …
    dan sedapat mungkin memeriksa jejak-jejak yang ada di komputer …
    tidak 100 persen clear … tetapi paling tidak bisa mengurangi

    Salam saya

  3. agus nggermanto berkata:

    Setuju banget dengan “mengamankan” internet si anak.

    Di sisi lain, si anak beranjak remaja, dewasa. Kita harus membekali mereka agar mampu mengamankan diri meski jauh dari orang tua, jauh dari semua. Tapi tak kan pernah terlalu jauh dari yang tidak bisa dijauhi.

    Membantu anak agar mampu memilih yang baik di antara pilihan-pilihan yang membingungkan sangat diperlukan.

    Salam hangat…

  4. Necky Effendy berkata:

    setuju banget…kalau internet itu spt pisau….bagaimana kita mengggunakannya. Semoga saja kita bisa terus memberikan pengertian yg positif agar anak2 kita bisa menggunakannya dengan lebih baik. Semoga sukses dengan kontesnya ya mbak…salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s