Harmony : 21 Agustus 2013

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Rabu 21 Agustus 2013 lalu,  sekitar jam 09.30, papa menghembuskan napas terakhirnya.

Detik-detik terakhir papa ditemani oleh mama, kedua adik saya, dan 1 adik ipar saya.

Saat itu saya berada di kantor.

Kabar bahwa kondisi papa sedang kritis saya terima via bbm dari adik saya. Kaget, karena lebaran kemaren papa baik-baik saja. Memang papa batuk terus menerus. Tapi kondisi papa sudah berangsur membaik. Tidak ada keluhan sesak napas seperti biasanya (telah dideritanya puluhan tahun). Senin malam, papa mengeluh sakit kaki. Keesokan harinya papa mengeluh sakit pantat. Rabu pagi kondisi papa kritis. Tensinya turun terus.

‘Doakan papa mbak, jangan telpon kami dulu, kami semua sedang menemani papa’

Hiks…..kalimat penutup bbm itu benar-benar membuat saya merasa sangat tidak berdaya karena terpisahkan jarak ratusan km. Tak menentu rasanya hati ini, termenung kosong, gatau harus berbuat apa. Hingga tersadarkan saat membaca ulang bbm Dian. Bergegas mengambil wudhlu, lalu mendoakan papa sebisaku. Setelahnya, sedikit tenang, lalu pesan Dian kembali datang…‘Papa sudah baikan mbak’.

Tak berapa lama, saat hendak menelepon, kulirik status bbm kedua adikku yang kompakan update status…“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un”

Tanpa dikomando, airmata berebut berjatuhan. Gelap seketika.

Saat mulai sedikit tenang, hanya berpikir untuk segera pulang. Setelahnya, berusaha mengalahkan ego keinginan diri sendiri yang sungguh ingin melihat papa untuk terakhir kalinya. Terus berdoa, mohon diberikan keikhlasan oleh Allah, agar saya mengikhlaskan jenazah papa untuk segera dimakamkan, tanpa menunggu kehadiran saya.

Maafkan saya pa…semoga Allah merahmati dan mengampuni semua kesalahan papa. Amin.

***

Dan setelah harmony kita terwujud….purnama kali ini harmony kita-pun berakhir indah pah!

***

Saya, mewakili keluarga besar mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian, bantuan, dan dukungan, baik moril maupun spiritual buat  keluarga kami selama ini. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan dan khilaf papa saya.

Pos ini dipublikasikan di Harmony. Tandai permalink.

5 Balasan ke Harmony : 21 Agustus 2013

  1. Dewi berkata:

    Turut berduka cita ya Mbak…

  2. kahfi fia berkata:

    turut berduka cita Bunda Devi Yudhistira, semoga Alloh lapangkan perjalanan Bapak menuju Rabb. turut pula menghaturkan kebanggaan atas goresan yang masih disempatkan dan lagi2 membuat saya selalu tertegun haru… saya sangat mengidolakan blog ini, telah lama… namun baru memberanikan diri meninggalkan balasan. menurut saya, keluarga Bunda adalah keluarga yang mengutamakan keterbukaan yang santun dan kualitas waktu yang terangkai melalui komunikasi pintar. Jazakumulloh Khoiron Katsir

  3. Lidya berkata:

    Innalillahi, turut berduka cita ya mbak Devi

  4. ~ MommY FaviaN ~ berkata:

    mbrebes mili again….kemaren baru baca postingannya bundit di http://alumongga.wordpress.com/2013/09/03/selamat-jalan-bapak/#comment-6947

    Turut berduka cita ya mbak….gak tahu mau bilang apa…tetep mbrebes mili

  5. myra anastasia berkata:

    Innalillahi wa innailahi roji’uun

    saya turut berduka, Mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s