Balita : Pahami Konsep Waktu

Setelah libur sekolah yang lumayan panjang, (apalagi tahun ini disambung dengan libur lebaran), permasalahan yang sering dihadapi oleh ortu adalah mengkondisikan anak-anak (terutama usia balita) di minggu pertama masuk sekolah. Kejadiannya akan hampir sama dengan saat pertama kali mereka masuk sekolah dulu, ada yang rewel nggak mau ditinggal, minta dianter sampai kelas, bahkan ada yang sampai menangis berkepanjangan.

Segala bujuk rayu dikerahkan oleh sang bunda/ayah agar sang anak tenang dan mau masuk sekolah kembali. Ketiga anak saya pernah mengalami masa seperti ini saat mereka masih balita.

Awalnya lumayan bingung, rayuan saya sering gagal, tetap saja mereka memegang dan memeluk saya disertai tangis memelas yang sungguh menguji saya, dan berhasil membuat saya merasa tidak tega meninggalkan mereka.

Waktu itu, saya merayunya cenderung bisik-bisik. Ternyata, merayu sambil bisik-bisik juga ga selalu menguntungkan. (Pelajaran banget buat saya nih!) Karena apa? Ternyata cara saya merayu salaaaah….pantes saja anaknya ga diem-diem dan tetep ga mau ditinggal. Hingga beberapa hari berlangsung seperti itu. Dan saya selalu kalah, saya ijinkan anak tidak sekolah. Huuufffhh….lumayan putus asa waktu itu….

Suatu saat, rayuan saya terdengar oleh ibu guru. Naaaahhh…di sinilah saya tersadar, kalau rayuan maut saya itu salah, bukan salah siiih, tapi kurang tepat. Tentu saja ini hasil pengamatan dan kesimpulan saya sendiri siiih, setelah melihat cara bu guru yang sungguh ces-pleng.

Saya : ‘Abang, jangan khawatir ya, nanti pasti mama jemput abang jam 2 siang.’

Bu guru : ‘Abang, nanti setelah abang makan siang, abang bisa bermain bersama teman-teman, nah kalau abang sudah selesai bermain, mama jemput abang di sekolah.’

Hm…padahal kalimatnya sih kurang lebih artinya sama ya?

Yuup…saya melupakan pemahaman mereka soal konsep waktu.(terimakasih ya bu guru, sungguh pelajaran berharga buat saya)

Buat anak yang sudah mengenal jam, apa yang saya katakan mungkin bisa dipahami, tapi buat si balita yang belum memahami konsep jam, tentu saja dia ga mudeeenng…la wong kadang mereka aja masih bingung menggunakan kata ‘kemaren’,  ‘besok’, ‘sudah’, ‘nanti’.  (Pernah ga denger si kecil bilang “Ma, aku sudah makan besok” …hehehe…)

Si balita lebih mudah memahami waktu miliknya, yang berhubungan dengan kebutuhan dan aktivitasnya kesehariannya, mengingat cara berpikirnya yang masih egosentris. Jadi gunakan kalimat menggunakan aktivitas yang mereka lakukan, dan mereka akan lebih mudah memahami maksud kita soal waktu.

***

terinspirasi kejadian pagi tadi, maklum hari ini hari pertama masuk sekolah di Madrasah Istiqlal…lumayan banyak isak tangis hehehe, jadi inget saat anak-anak masih di TK…cepatnya waktu berlalu yaah…

 

Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, artikel pendidikan, belajar dari anak-anak, parenting, tips. Tandai permalink.

2 Balasan ke Balita : Pahami Konsep Waktu

  1. rahmiaziza berkata:

    hahaha iya mak, anakku juga kadang suka kebalk2, duduk di depan dia bilang belakang, kyk gitu2 deh😀

  2. myra anastasia berkata:

    iya, ya, Mbak. Umur segitu blm tau jam nerapa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s