Lupa kalau semua berproses bersama waktu

Seluruh isi alam semesta berproses bersama waktu. Dari tak ada menjadi ada. Dari benih menjadi pohon. Buah tak bisa langsung dipetik tanpa orang menanam biji dan merawatnya terlebih dahulu. Begitu pula saat kita ingin menjadi sesuatu, entah sebagai pemimpin corporate besar, pengusaha sukses, penulis yang karya-karnya menginspirasi banyak orang, tak bisa dilakukan dengan instan. Harus berproses bersama waktu. (Berproses bersama waktu, dari blog mbak Evi Indrawanto)….

Rangkaian kalimat yang cukup membuat terpaku.

Sebenernya siiihhh, sudah berkali-kali baca dan dengar kalimat serupa, tapi entah mengapa, saat membaca tulisan singkat ‘Berproses Bersama Waktu”  yang ditulis oleh Mbak Evi Indrawanto, kok jadi ngerasa gimanaaaa gitu…. *hela napas lumayan panjang*

Banyak juga orang yang bilang…”kau boleh  bicara tentang satu hal, tapi bisa jadi, itu hanya akan masuk dari kuping kiri keluar dari kuping kanan saja, mungkin waktu kau menyampaikan tidak tepat, mungkin juga perasaan lawan bicaramu sedang ga pas, tapi itu bukan alasan untuk  menggagalkan kau berbagi tentang satu hal bukan? Satu saat nanti, atas ijin Allah, akan ada orang yang mau mendengar dan meresapi apa yang kau bagikan itu dan menjadi satu hal yang bermanfaat”

Mungkin inilah yang terjadi pada saya….

Berbagai sisi saya (sisi keibuan, sisi kekakakan) langsung kesenggol, eeeehh, bukan kesenggol, ketonjok lebih tepat sepertinya!

Apa pasal?

Sering banget saya terlupa bahwa segala sesuatu itu berproses bersama waktu. Sering banget menuntut semua hal buat cepet-cepet, pengen semua orang bisa membuat sebuah lompatan, tapi terlupa bahwa untuk bisa melompat lebih tinggi tentu saja harus belajar, belajar itu sebuah proses, dan proses itu butuh yang namanya waktu!

Huuuffffhhhhh……

Jadi keingetan, tiap hari suka ngomel2 gara-gara si kecil mandinya lamaaaa, makannya juga lamaaa, pake bajunya juga lamaaaa, masukin bekal sekolah ke tas juga lamaaaa, dan pada akhirnya, saya lebih sering menyerah…saya mandiin, saya suapin,saya pakein baju, saya siapkan semua barangnya ke dalam tas mungilnya itu. *si mamah piye iki*

Belom lagi kalau liat kamar anak-anak berantakan, suka ga sabar liat mereka ngerapiin kamarnya lluuuaaammaaa banget! Padahal nih yaaa, kalau diinget-inget, mereka jauh lebih manis  dan lebih rajin kalau dibandingin sama saya pas seumuran mereka, beneran!!! *makin merasa bersalah*

Saya juga suka keseeeellll banget,  kalau nasehatin adek saya, bolak-balik dibilangin teteeepp ajah, kek ga didengerin…jadinya, sayanya malah makin senewen. Tapi ya, kalau dipikir-pikir, saya sekarang bisa nasehatin dia juga karena saya sudah lebih dulu melewati banyak hal, karena makin tua makin banyak sel-sel otak yang terbuka karena disadarkan oleh perjalanan hidup. Dan perjalanan hidup itu juga melintasi waktu bukan. Yeeaaah, beda usia kami aja 12 tahun. Meski saya nyadar, bahwa dia harus banyak belajar dari kejadian2 yang dialaminya, sebagai kakak tetap saya bakalan nasehatin yang baik-baik.

*doakan saya ya…biar ga lupa juga kalau semua itu berproses bersama waktu

Tulisan ini diikutsertakan First Give Away : Jurnal Evi Indrawanto

Pos ini dipublikasikan di inspirasi, Mama. Tandai permalink.

8 Balasan ke Lupa kalau semua berproses bersama waktu

  1. Evi berkata:

    Habis kita hidup di dunia yang serba instan sih Mbak. Jadinya ya suka lupa bahwa segala sesuatu ada waktunya..Pengen berlari ke masa depan suka bikin kita tak sabar melewati prosesnya.

    Makasih ya Mbak sudah ikutan. Sudah tercatat🙂

  2. nh18 berkata:

    Waaahhhh …
    Jarang-jarang nih Bu Devi ikutan GA …
    Bu Evi patut berbangga nih

    Sukses di Perhelatan bu Evi ya Bu

    Salam saya

  3. Lidya berkata:

    Aku doain deh mbak🙂 sukses ya untuk GAnya

  4. lozz akbar berkata:

    Semua butuh proses untuk berubah.. Yang sedang menuntut, bersabarlah mengarahkan agar proses yang dituntut berjalan sesuai yang kita inginkan.. Yang dituntut pun demikian, setialah pada proses dan minimalkan mengecewakan yang menuntut. #lah kok malah tuntut menuntut? hehe

    terima kasih sudah turut menyemarakkan GA mbak Evi.. sudah tercatat sebagai peserta ya mbak Devi

  5. Ejawantah Wisata berkata:

    Ikut meng Aminkan…….. semoga sukses di acara GAnya.

    Salam wisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s