Undangan Rapat Khusus untuk Para Ayah

Baca tulisan om NH18, soal Aksi Lelaki, kembali tertegun sejenak, menghela napas saat mengingat kenyataan yang ada pada masyarakat kita…

Apa yang diilustrasikan om NH18 di tulisan beliau emang apa adanya…

Satu kalimat penutup membuat saya tersenyum seraya meng-iyakan dalam hati, pertanda saya sungguh amat sangat sependapat dengan beliau.

“Yang intinya … urusan anak-anak adalah urusan Mamah, Bunda. Mami, Umi dsb.

Kalau boleh saya mengclaim … Aksi-aksi lelaki diatas … juga anggapan anggapan tersebut … Sudah Sangat Ketinggalan Jaman !!!  Kuno !!!”

Yeeeaaahhh, memang seperti itu banyak sekali dikeluhkan oleh para ibu-ibu.

Tapiiiiii…….., saya juga sering banget kok melihat “ayah-ayah hebat” dan “ayah-ayah yang ga kuno”  di sekeliling saya. 

***

Coba lihat hasil gambar Syafa di bawah ini. Sebuah gambar yang diberi tulisan “ayah datang deh…hari Sabtu, kata Guru, aku boleh ikut. Dari Clianta” (adek lagi seneng menyebut nama depannya, Clianta)

rapat-2

Di belakang gambar hasil karya Syafa tadi, ditempel sebuah undangan rapat bulan Desember 2012 yang lalu, yang memang dikhususkan untuk para ayah. Karena ada satu “Materi Ke-ayahan” yang dibawakan oleh Kak Bendri.

rapat-1

Sempat melihat tulisan tangan teman-teman adek, membacanya saya saja ikutan terharu, gimana para ayahnya masing-masing yaa? Gambar yang dibuat juga gambar diri mereka sendiri dan gambar ayah.

Papa, aku mohon…papa datang ya?

Hadiah untuk mama adalah papa datang ke sekolah…

Aku mau ayah datang ke sekolah, pliiiissss…

Abi datang, sebentar saja ya bi.

Kira-kira bagaimana reaksi para ayah menerima surat undangan yang disertai tulisan tangan si kecil seperti itu???

saya yakin, banyak para ayah yang speechless….

Laluuuu, bagaimana hasilnya? Apakah upaya ini membuahkan hasil???

Tentu sajaaaaa….!!!

Saat hari yang ditentukan tiba, banyak sekali para “ayah-ayah hebat” dan “ayah-ayah yang ga kuno”  datang ke sekolah dan mendengarkan materi yang dipaparkan Kak Bendri. Bahkan beberapa diantara mereka (yang rencananya hanya ingin hadir sebentar), akhirnya rela membatalkan beberapa acara penting demi mendengarkan materi pengasuhan hingga selesai.

Yang membuah lebih terharu lagiiiiii…..acara tersebut berhasil membuat para ayah tertarik dan rajin hadir dalam rapat yang memang diselenggarakan tiap bulan dan diisi materi pembelajaran buat para ortu.

Alhamdulillah, makin banyak ayah-ayah hebat di RA Istiqlal!!!

(saya angkat semua jempol saya buat guru-guru yang dengan sabar mensosialisasikan kepada anak-anak dan bekerjasama hingga berhasil mendatangkan para ayah ke sekolah)

Kegiatan tersebut sebenarnya merupakan salah satu program Komite RA Istiqlal,  yang ingin memberikan kado special buat para bunda di hari Ibu…

Terimakasih kado istimewanya, ya teman-teman….semoga Allah membalas semua upaya teman-teman ini….

Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, belajar dari anak-anak, Mama, RA Istiqlal, Syafa. Tandai permalink.

5 Balasan ke Undangan Rapat Khusus untuk Para Ayah

  1. ~Amela~ berkata:

    waah.. undangannya istimewa banget

  2. Lidya berkata:

    menurut Pak Irwan Rinaldy sosok ayah itu berperan besar untuk anak-anak ya

  3. nh18 berkata:

    Saya rasa … Sekarang para Ayah sudah semangat kok untuk datang ke Sekolah …
    apalagi ini dijatuhkan pada hari Sabtu …
    seharusnya … tak ada urusan lain yang lebih penting dari pada … datang ke sekolah anak kita …

    (jadwal lelaki pada hari sabtu itu paling-paling … Bengkel … Cafe … Lapangan Futsal … lapangan Golf … dan Pasar Burung ) …
    Masak urusan sekolah anak-anak … dikalahkan oleh “cucak rawa” dan knalpot motor …
    yang bener aje ente Bro … !!!

    (qiqiqqiqiqi)(maap bu … saya suka nyolot kalo ada lelaki yang menempatkan urusan sekolah anak itu menjadi nomer sekian …)

    Salam saya Bu

  4. monda berkata:

    gurunya pinter idenya melibatkan anak membujum para ayah datang

  5. nanangrusmana berkata:

    di zaman yang hembusan segala pengaruh datang dari segala penjuru mata angin, sepertinya sudah tidak zamannya lagi menyerahkan urusan anak hanya pad ibunya,
    back up kedua orang tua adalah kuncinya. Jika sudah demikian filosofinya, maka seorang ayah akan dengan ringan dan tanpa beban mengurus anak dari bangun tidur sampai tidur lagi jika di hari libur.

    Ups.. maaf lancang, belum kenalan. salam kenal….
    lagunya enak didengar…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s