Harta Karun Khong Guan

   biskuitDulu saya pernah nulis soal biskuit Monde yang saya beri judul “Tak Lekang Oleh Waktu”, kali ini pengen bercerita soal harta karun yang dulu selalu dicari-cari dan jadi rebutan kami semua.

Momen-momen langka  seperti lebaran, natal, ulang tahun, bahkan saat salah satu anggota keluarga ada yang sakit, hampir bisa dipastikan bakal ada biskuit kaleng Khong Guan di rumah kami.

Baru melihat kalengnya saja,,,kami sudah sibuk berkhayal, berharap menjadi orang pertama yang bisa membuka kaleng itu, dengan demikian bisa leluasa mencari sebungkus wafer yang ada di dalamnya. Tak jarang kami saling baku hantam demi berebut sebungkus wafer itu….

Hmmmm…sensasinya sungguh luar biasa, rasanya juga enaaaakkkk bangeeettt…*kala itu* ….

Sungguh sesuatu yang menyebalkan jika sampe keduluan orang lain….apalagi kalau yang dapat orang dewasa (om/tante), mereka suka iseeeng…kalau bisa dapetin wafer, malah disengajain makannya selembar-selembar, jadi lapisannya dibuka satu persatu, sambil meledek kami yang gabisa menyembunyikan ekspresi mupeng, sepertinya memang disengaja tuh, biar lama habisnya, uuuuhhh sebel banget deeehhh…

Pas Idul Adha, Oktober 2012 yang lalu, saya berkunjung ke rumah om, lalu pas duduk santai di teras belakang, ada sekaleng Khong Guan yang masih utuh di atas meja, tersanding dengan berbagai makanan masa kini. Tak satupun anak yang tertarik untuk membuka kaleng itu. Mereka sibuk mengambil dan menghabiskan kue yang ada di atas meja.

Sayapun membuka kaleng perlahan…

Ups…masih bisa kurasakan mataku yang tiba-tiba berbinar saat menemukan wafer yang terbungkus plastik bening itu, saya ambil…dan membuka perlahaaaan sekali.

Aaaaarrrgghhh….tiba-tiba sedih menyeruak…

….inget adik-adik saya, kakak sepupu saya, om saya, tante saya…aaaahhh saya sungguh rindu berebut wafer dengan mereka….*langsung netes deh airmata*

Saat selesai membuka plastik, datanglah suami saya, diambilnya kaleng ke pangkuannya, mencari sesuatu di dalamnya, sepertinya agak kecewa, lalu menengok ke arah saya…saya pun tersenyum ‘meledek penuh kemenangan’ sambil mengacungkan wafer itu…dan kamipun terbahak…*maklum satu generasi*

Tanpa banyak bicara, kami berdua menikmati sebungkus wafer…

(sssstttt….jangan2 suami saya juga tiba-tiba melow inget masa kecil bersama keluarga di kampung dulu yaaaa?)

Hm….kalau sekarang sih, rasanya kok biasa banget (dibandingkan dengan dulu, kayaknya super duper enak ga terkalahkan), mungkin karena sudah banyak makanan yang lebih enak, tapi kalau dilihat dari sisi sejarahnya…tetap tak ada tandingannya…

***kangen mama, papa, adik, kakak, sepupu, saudara, om, tante, mbah, dan semua yang pernah tinggal di rumah kami di Purbalingga….semoga semuanya diberkahi Allah dengan nikmat sehat dan rizki yang halal…amin.

***

Gambar Biskuit Kaleng Khing Guan saya pinjam dari website Khong Guan

Pos ini dipublikasikan di Mama, masa kecil. Tandai permalink.

7 Balasan ke Harta Karun Khong Guan

  1. chrismanaby berkata:

    Kalau inget jaman dulu, bnr2 beda ya mbak sma jaman sekarang,…
    dulu waktu saya masih kecil, tiap sore pergi ngaji bareng2 dg teman2,.. trus skalian sholat magrib di tempat bu ustadnya, setelah itu pulang, belajar dan tidur tapi ank2 jaman sekarng, sore2 malah pada nongkrong di depan rumah, sambil ngerumpi, trs yg cowok2 pada sibuk mondar mandir di depan rumah cwek itu pake motor,…

  2. ~Amela~ berkata:

    kalau aku suka biskuit bulet2 yang asin itu mbak.. atau yang kayak malkist itu..
    tapi sekarang udah ga terlalu suka ama khong guan, rasanya beda..
    tapi iya sih, banyak kenangannya.. hehhee

  3. nh18 berkata:

    ini memang biskuit legendaris …

    salam saya Bu Devi

  4. Lidya berkata:

    kalau aku bukan ambl wafernya mbak, tapi kue yang kotak rasanya asin

  5. ~ MommY FaviaN ~ berkata:

    aich…..mau donk rebutan wafer..
    tapi kalo gak salah wafernya di baris ke-2 kan ya…makanya musti menyingkirkan baris atas dulu untuk menemukan harta karun wafer *sekarang dah di atas ya?*

    btw koq purbalingga? baru nyadar….walah serumpun ngapak2😀

  6. Puspa HP berkata:

    aq jg pernah ngalamin, bahkan sampai sekarang jg masih kalau lebaran berkunjung ke sanak saudara di desa.

    saudara” jg masih nglakuin adat tersebut (cari kaleng khong guan buat diambil wafernya doank…)

  7. apung berkata:

    khong guan sampe sekarang masih eksis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s