Belajar Komit

Masih cerita seputar pengalaman 30 menit yang mendebarkan, ….selain mendebarkan, hari itu saya juga belajar banyak dari anak-anak.

Kegiatan Pengenalan Makanan Sehat dilanjutkan dengan kegiatan makan bekal yang dibawa dari rumah masing-masing. Anak-anak mulai mengeluarkan bekal yang beraneka macam. Hari itu, rizki yang disediakan buat saya dan bu guru adalah tempe mendoan. Agak kaget juga sih…pas bu guru mengulurkan tempe mendoan ke saya. Spontan menerima, berterimakasih dan menawarkan pada anak-anak untuk mencicipi. Anak-anak hanya memandang seraya menggeleng perlahan.

Bahagianya melihat anak-anak makan bekal sekolah yang dibawa dari rumah dengan lahap. Saya pun memberi contoh dengan makan tempe mendoan dengan lahap. Sesekali terlihat mereka mencuri pandang ke arah tempe mendoan saya, namun saat ditawarkan lagi, mereka senyum masih tetap menggeleng. Sesekali juga mereka melirik bekal sekolah kepunyaan teman.

Bu guru makan tempe mendoan, sambil sesekali mengingatkan anak-anak agar memanfaatkan waktu makan dengan sebaik-baiknya. Ada satu hal yang membuat saya penasaran, bu guru mulai memotong tempe mendoan menjadi beberapa bagian kecil. Letak tempat duduk kami berseberangan, saya tidak bisa langsung mencari jawab rasa penasaran pada bu guru.

Tak lama kemudian, saya dengar bu guru bicara….

Okay teman-teman, sekarang waktunya berbagi, silakan kalau ada yang mau beramal, silakan yang mau mencicipi rizki bu guru, sambil meletakkan tempe mendoan di tengah lingkaran.

Dan anak-anak langsung menyerbu tempe yang sudah dipotong-potong. Mereka juga sibuk saling mencicipi makanan teman.

Terjawab sudah penasaran saya tadi…..

Rupanya senyuman dan gelengan anak-anak tadi bukan karena mereka ga tertarik sama tempe mendoan, tapi mereka berusaha menaati apa yang sudah menjadi kesepakatan soal waktu makan bekal sekolah, waktunya berbagi dan mencicipi….

Subhanallah….

Kalau mengingat lagi cara mereka mencuri pandang, memang terlihat sekali  mereka pengen mencicipi. Sungguh saya maluuu, terharu sekaligus bangga tak terkira, anak-anak seusia “TK-B” itu mau berusaha semampu mungkin untuk menunda keinginan mereka mencicipi, hingga waktu mencicipi tiba.

Arrrgghhh….bagaimana dengan kita?

***

Terimakasih yang tak terkira untuk bu guru dan pak guru yang hebat!!!

***

Tips lain jika kita berkesempatan jadi guru di sekolah : tanyakan peraturan dan kesepakatan yang berlaku di kelompok/kelas tersebut sebelum kita mengisi kegiatan di sekolah😉

Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, belajar dari anak-anak, Mama, RA Istiqlal. Tandai permalink.

4 Balasan ke Belajar Komit

  1. mamanawwaf berkata:

    waaaa…jadi bu guru 30 menitt??? mbayanginnya aja udah bikin nerpes
    btw, nanti semua orang tua bakal dapet giliran ya mb?

  2. ~Amela~ berkata:

    waaaah. salut-salut.. jadi pingin nyekolahin anakku di sana mbaak (amiiin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s