Seujung sendok

Tambahkan sesuai selera, agar terasa lebih nikmat di lidah anda ….

Kemaren sore saat membuat teh manis, keingat lagi kalau pernah nyimpen tulisan di konsep soal sendok gula pasir.

Apa itu?

Bukan soal gula pasir terbuat dari apa, atau sejarah gula pasir loh ya🙂

Tapi ini soal bagaimana cara anda  menambahkannya ke secangkir teh atau kopi atau ke gelas minuman lainnya yang dirasa perlu menambahkan gula pasir ke dalamnya.

Menggunakan sendok?

Iyaaaaa….. tentu saja kebanyakan dari kita menggunakan S E N D O K…

Duluuuu banget, saya pernah membahas soal sendok yang ternyata bisa juga jadi penyebab hipertensi (*jangan salah paham dulu ya kawan, silakan dibaca dengan seksama artikel kesehatan yang satu ini biar tidak menyebabkan kesalahan di kemudian hari*)

Pertanyaannnya…gimana sih cara pakai sendoknya?

Menambahkan gula sebanyak yang pas menurut kita, sesuai selera kita bukan? Biarpun di resep suruh tambahkan 2 sendok makan, tapi kalo menurut kita itu bakal kemanisan buat lidah kita, kita akan memberi cukup 1 sendok saja. Demikian sebaliknya.

Ssssttt…..ternyata yak, yang namanya “sesuai selera” nggak cuman soal ukuran berapa sendoknya saja….termasuk di dalamnya adalah “style” kita menambahkannya a.k.a kebiasaan.

Berdasarkan hasil pengamatan pribadi, ada beberapa kebiasaan orang saat menambahkan gula pasir….(ga hanya gula pasir saja, tapi tepung, dan juga garam…eh lada bubuk juga…kopi juga iya…wis lah pokoknya bahan-bahan yang kek gitu deh…)

Beberapa orang…(entah kenapa, dan entah  apa maksudnya)….ternyata suka banget kalau menambahkan porsi seujung sendok alias dikiiiiittttt banget dari porsi yang sudah pas menurutnya (dooohhh gimana yak cara yang pas buat nyeritain kebiasaan sak-sret ?) Masalahnya, pas saya iseng nanya, mereka juga ga tau pasti sejak kapan kebiasaan itu mereka lakukan dan jawaban ‘lebih afdol’ rasanya menjadi jawaban yang cukup mewakili saat mereka ditanya kenapa, dan maksudnya apa berbuat seperti itu….hehehe….

Ga penting ya pengamatan saya itu?….padahal intinya saya cuma mau bilang kalau itu juga kebiasaan saya, dan saya ga mau dibilang aneh sendirian…jadi yaaaa, saya berusaha nyari teman senasib dong!!!😉😉

Teman-teman gitu juga gaaa? :p

***

Gambarnya minjem dari Detik Health

Pos ini dipublikasikan di iseng, Mama. Tandai permalink.

3 Balasan ke Seujung sendok

  1. cumakatakata berkata:

    heheeee…..
    kebiasaan dan cari yang berkebiasaan sama..

    salam kenal Mbak….

  2. Owh… Syukurlah saya ndak punya kebiasaan seperti itu. Soalnya pake sachet-an. Jadi ndak perlu nambah apa2, hehehe…

  3. SanG BaYAnG berkata:

    ahahaha.., yang menarik itu “sak..sret” nya itu loh mbak..
    kalau kata eyang ane ni, itu sebenarnya mengingatkan kita untuk berhemat.. (ketika menambahkan sesuatu itu jangan samapi terlalu,sebab yang terlalu itu gak semuanya baik):mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s