Abang Luka Bakar

Kamis, 19 Juli 2012

Hari ini anak-anak mulai libur awal puasa. Semalem ada om dan tante yang datang menginap di rumah, mereka sekeluarga beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Metro, Lampung.

Kegiatan pagi dimulai tak seheboh biasanya, anak-anak masih bersantai ria bermain dan bercanda dengan mbahlik-nya, sementara saya tetap ngantor  diantar suami.

Sampai di kantor, langsung deh berburu sarapan Soto Ceker, yang dah kebayang rasanya dari kemaren….kemaren itu rencananya janjian sarapan di situ sama mbak Santi, ternyata si mbak kagag bisa datang, ya sudah daripada cuma ngebayangin rasanya doang, mendingan saya samperin aja deh pagi ini, sekalian jalan kaki, mumpung sinar mataharinya masih bagus buat berjemur, jadi bisa sekalian mengerjakan 3 kegiatan yang bermanfaat buat kesehatan badan kan…😉

Ternyata, seperti biasa…..ga dapet kursi euy, penuuuhhh… Duduklah saya di warung terdekat sambil memesan teh manis hangat *strategi numpang duduk tanpa dicemberutin*

Belum juga soto datang, ada sms dari suami.

‘Ma, pulang abang di RS Y*****’

‘Kenapa si abang yah?’

‘Mama pulang aja, nanti langsung je RS’

dddwweeennggggg…..kaget, melongo sejenak…

Pas dah habis kagetnya, baru bisa beranjak nyari taksi buat segera pulang.

Tak sabar segera kutelpon si ayah.

‘Abang kenapa?’

‘Ga papa, luka bakar’

‘Apanya?’

‘Tangannya, mama tar langsung ke RS aja ya’

‘Yadeh’ (meski pengen banyak bertanya, tapi kutahan perasaan itu)

Dalam perjalanan pulang itulah, mulai muncul banyak pertanyaan dalam otakku.

Luka bakar? Mainan apa ya kok bisa kebakar? Setrikaan? Lem Tembak? Kompor? Lilin? Terus kalo cuma tangannya, kok sampai dibawa ke RS ya? Weeehhh, langsung deh berasa, pasti ada sesuatu yang disembunyikan si ayah. Perasaan semakin tak menentu. Terus kucoba menenangkan diri, meski tak berhsil juga.

Sampai di RS, mulai ga karuan perasaan ini, cemas tak menentu, kuputuskan unuk mengintip dari celah IGD…

Astaghfirullah….melihat abang terbaring di sana dan terus meronta, langsung lemas seketika. Kutempelkan telinga di pintu, sayup-sayup kudengar teriakan abang menahan sakit…’ayah…panaaass…panaaass….mama…sakiittt…mama….sakit banget’

Hiks abang… perut, tangan, dada, telinga sisi kiri semua sedang disiram larutan steril sambil terus menangis.

Setelah berdoa agar aku diberikan kekuatan untuk mendampingi abang dalam keadaan seperti ini…kumantapkan hati melangkah memasuki IGD….aarrrgghhh…ternyata saya ga kuat, meleleh airmataku melihat sorot mata abang meminta pertolongan memegang kuat tanganku…’mama, sakiit maaa, sakit banget, panaasss…mau disiram lagi pake itu…(nunjuk ke larutan yg dipake buat nyiram abang dikit-dikit), biar sakitnya ilang’

Dengan sabar perawat terus mengucurkan larutan yang bungkusnya seperti cairan infus, seraya menginformasikan satu hal yang saya baru tahu :

Pertolongan pertama yang dilakukan saat terjadi luka bakar sebaiknya adalah disiram terus menerus dengan air bersih yang mengalir, sampai dia merasa tidak kepanasan lagi. Lalu segera bawa ke RS terdekat.

Mata ini terus saja hangat…genggaman abangpun semakin erat. Hanya bisa terus mencium kening abang seraya berbisik mencoba menguatkan…

Istighfar ya bang…kita bersabar ya, ini ujian buat kita bang, kalau abang pasti bisa melaluinya’ (hiiikkksss, sambil ga karuan bilangnya), kita istighfar yuukkk….’

Sambil terus menahan sakit, ambil napas, buang napas, abang mulai ber-istighfar, berdoa “Ya Allah aku bersabar menerima ujian dari-Mu ya Allah, kurangilah rasa sakitku, beri aku kekuatan ya Allah, aku bersabar….”

Sungguh tercekat mendengar ucapan abang, maluuuu rasanya hati ini jika tak bisa bersabar seperti abang. Terimakasih sudah mengingatkan mama ya bang!

***

Terkait : Pertolongan pertama pada luka bakar

Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif. Tandai permalink.

9 Balasan ke Abang Luka Bakar

  1. ~Amela~ berkata:

    astagfirllah.. si abang luka bakar kenapa mbak?
    semoga si abang cepat sembuh dan diberi kesabaran
    sungguh ini ujian di bulan puasa

  2. niqué berkata:

    si abang kenapa mba? aduh😦
    paling gak tega deh klo anak sakit kayak gitu …

    semoga diberi kekuatan dan kesembuhan ya mba

  3. Agung Rangga berkata:

    ya ampun…
    kalau boleh tahu, penyebab lukanya apa bun?😦
    semoga cepat pulih ya si abang… gak tega nih bacanya…😥

  4. Myra Anastasia berkata:

    ya Allah semoga cpt sembuh ya mbak..

  5. Nh Her berkata:

    Abaaaannnggg !!!
    Sekarang bagaimana kondisinya …
    I hope everythink is ok …
    I hope everythink will be ok …

    Sembuh ya Bang …
    Biar bisa nanya-nanya lagi …

    Salam saya

    (boleh tau sebabnya Bu Devi ?)

  6. Lidya berkata:

    semoga abang lekas sembuh ya

  7. Hiks… kasihan Abang Rafif. Sekarang sudah baikan kan? Eh, malah sudah mudik ya?

  8. Mommy Favian berkata:

    bacanya aza nangis apalagi disamping abang…..gak kuat…

    sekarang abang Rafif dh baikan kan?

  9. mamaray berkata:

    baca ini dadi mbrebes mili

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s