Tertangkap-2

Di belakang rumah ada kebun tebu. Kalau sedang musim panen tebu, kebun tsb bakal dijaga oleh petugas yang biasa kami sebut ‘Pak Mandor’

Teman-teman tante/om (di rumah ada beberapa tante dan om yang tinggal bersama kami) sering datang ke rumah kalau musim panen tebu. Tak lain tak bukan, mereka ikutan memanen tebu *tanpa ijin tentunya* istilah di kampung saya, kalau ga salah ‘ngrempon’.

Bagi anak-anak yang nyalinya ciut, cukuplah dengan memunguti batang tebu yang kebetulan terjatuh saat diangkut ke truk, atau mencari batang tebu yang terlewat belum ditebas oleh petugas. Tapi bagi anak-anak yang punya nyali, mereka bakal ikutan membabat batang tebu dengan pisau atau arit yang memang sengaja dibawa dari rumah. Mereka akan berbagi tugas, ada yang mengawasi Pak Mandor, ada yang memotong, ada yang membuka kulitnya, ada yang memotong-motong jadi kecil-kecil….*rupanya kecil-kecil juga mereka sudah belajar manajemen :p *

Tiap saya pengen ikutan, selalu ga diijinin dengan alasan ‘cah cilik’. Satu kali saya nekat ngikutin diam-diam di belakang. Naaaahhh, celakanya…kali itu aksi mereka kepergok Pak Mandor! Saya yang sama sekali ga pernah terlibat aksi mereka, nggak mudheng kenapa tiba-tiba mereka berlarian membabi buta ke arah yang berlainan. Ga ada satupun yang peduli dengan keberadaan saya, atau bahkan mungkin mereka ga ngeh kalau saya mengekor diam-diam.

Pas Pak Mandor mendekat, saya cuek aja, kejadian deh, saya ditangkap!!! Hanya bisa menangis ketakutan, saya disuruh naik ke truk yang penuh dengan tebu. Sampai di Pabrik Gula, mulai deh ditanya-tanya, kamu siapa, anaknya siapa, rumahnya di mana, sudah berbuat apa, dengan siapa…Syukurlah, ternyata Pak Mandor mengenal baik papa. Langsung mereka mengabari, lalu papa langsung datang menjemput ke Pabrik Gula.

Sesampainya di rumah….yang jelas papa marah habis-habisan ke om, yang dianggap ngajarin yang tidak baik. Sebagai hukumannya, papa membelikan tebu di pasar banyak banget, lalu meminta om dan teman-temannya untuk menghabiskan semuanya. Saat itulah baru saya ngeh, kalau tindakan mereka itu sebenarnya tak ada bedanya dengan aksi pencurian terencana….

***

Jangan ditanya ya perasaan saya saat ditangkap waktu itu….yang bisa memahami amat sangat tentu saja anak-anak yang pernah punya pengalaman ditangkap ….andakah itu?😉

***

Terkait : Tertangkap-1

Pos ini dipublikasikan di Mama, masa kecil. Tandai permalink.

9 Balasan ke Tertangkap-2

  1. nanaharmanto berkata:

    Pengalaman yang seru, Mbak Devi… saya bisa ngebayangin tuh gimana “ngoplok” nya… *hayah…istilah Indonesianya apa ya… hehehe… saya dulu hampir ketangkap petugas perikanan karena masuk ke area kolam percontohan yang seharusnya imun dari orang luar… untung kami bisa kabur karena petugasnya masih jauh… tapi deg-degan banget… dan saya sih kapok masuk area itu lagi.. 😀

  2. Agung Rangga berkata:

    hihi, tertangkap nih yee~:mrgreen:
    tapi bun, pas masih kecil, memang enak banget sih menghisap2 sari tebu~😀

  3. monda berkata:

    inget juga diuber tetangga karena kita main di empangnya, masih ingat sensasi rasa takutnya
    belakangan sih si oom bilang bukan mau kasih hukuman tapi kasih peringatan di situ banyak ular

  4. Kalau sekarang sudah tobat ya, Mbak? Hehehe

  5. Nh Her berkata:

    Nggak pernah …
    saya nggak pernah di tangkap …
    atau tepatnya … nggak pernah tertangkap …
    dulu ada kebun pohon jambu biji yang luas di dekat komplek rumahku …
    dan seperti biasa … namanya juga anak-anak …
    mbrobos pager … petik satu dua … eksekusi … makan ditempat …
    lalu kabur …

    hahahaha

    salam saya

  6. Lidya berkata:

    hmmm gak pernah tertangkap mbak🙂

  7. Oyen berkata:

    Oyen juga pernah punyak pengalaman ditangkap, ditangkap suami…xixixixixi😛
    hohohoho… seru tuh keknya, mbikin sport jantung😛

  8. jangan sampai aku ikut tertangkap dehh hehheheheh

  9. Imelda berkata:

    romantika masa kecil ya… sayang aku dulu anak rumahan sehingga tidak pernah ketangkap atau berada dalam situasi seperti mbak Devi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s