Kejutan di Hari Ibu

21 Desember 2011

Ada acara Hari Ibu di RA Istiqlal. Para mama diminta untuk hadir dalam acara tsb. Lucunya kalo anak TK disuruh punya rahasia…beberapa hari sebelumnya, adek sudah sibuk menghapalkan lagu Kasih Abadi dan latihan mempraktekkan gerakannya di rumah, menari-nari di atas kasur. Terus kalau ditanya mau buat acara apa, adek bilang ‘kata ibu guru….ini rahasia, mamah’ hihihi…lucu bangeettt. Pas hari-h, baru deh kejawab, ternyata di sekolah ada panggung dan anak-anak diminta tampil di depan para mama. Gerak dan lagu yang semuanya bertemakan tentang Ibu. Mama mana yang nggak penasaran melihat anaknya tampil di panggung? Demikian pula dengan saya, penasaran banget.

Salut banget dengan pengaturan tempat duduknya. Kami para mama duduk di bawah berdasarkan kelas, urutannya kelasnya disesuaikan dengan urutan tampil di panggung. Jadi yang terdepan adalah para mama yang anaknya manggung duluan, setelah anak-anak selesai pentas, mereka diminta menghampiri mamanya dengan membawa gambar hati dan bunga untuk diberikan pada mama. Setelah itu, para mama yang sudah menerima bunga, duduknya pindah ke paling belakang dan deret sesudahnya maju ke depan. Demikian seterusnya, hingga meski duduk di bawah, para mama tetap bisa menyaksikan dan bebas memotret karena saat anaknya tampil, mama ybs ada di deretan terdepan.

Dan seperti biasa…selalu ada tangis haru saat seperti ini…banyak mama yang airmatanya terurai. Ada juga anak yang dengan lugunya bertanya “Kenapa kok mama-mama pada nangis ya hari ini?”

Saya sudah berkaca-kaca sejak awal acara, melihat Syafa tampil di panggung rasanya hati tak karuan. Meski Syafa terlihat malu dan gerakan yang pernah diperagakan di rumah juga hilang entah ke mana, tetep saja bangggaaaa rasanya melihat penampilannya. Saat dia menghampiri saya, dia langsung memeluk erat dan bilang “Aku sayang mama” sambil menangis…aaaarrggghhh…Syafa tak memberi saya kesempatan untuk menangis karena dia nangis duluan dan nggak mau melepaskan pelukan sama sekali. Akhirnya jadi mama yang ikutan duduk di deretan anak-anak. Adek Syafa memang punya kebiasaan yang berbeda dengan kedua kakaknya, dia selalu menangis saat memeluk mama dan mengatakan ‘sayang mama’.

22 Desember 2011

Kali ini gantian acara Hari Ibu di kelas abang (kelas 2) dan kakak (kelas 4).

Di kelas abang, kebetulan bertepatan dengan acara Parents Day, kegiatannya adalah belajar menyanyi bersama mama Razan yang profesinya adalah guru vokal di sekolah musik Purwacaraka. Abang dan teman-teman sekelasnya menyanyikan lagu berjudul “Lagu Cinta untuk Mama” lalu memberikan sebuah surat untuk mama.

Beberapa mama diminta memberikan sambutan, dan sambutannya cukup mengharukan tentunya menahan tangis. Ada teman abang yang pas mamanya bicara ga tahan ikutan menangis juga. Pas saya bicara, abang Rafif masih cengar-cengir.

Setelah sambutan para mama, acara diakhiri dengan menyanyikan sekali lagi lagu cinta untuk mama. Baru bait pertama, abang tiba-tiba nangis. Saya pikir, dia keinjek atau kesikut temannya….rupanya saya sok teu ya….pas saya peluk, abang bilang “Ga tau mah, tiba-tiba aja aku pengen nangis, soalnya inget pas masih kecil aku dirawat mamah” (setelah 2 hari berlalu baru dia mengaku, kalau dia sebenernya sudah menahan tangis sejak denger nasihat pas saya memberikan sambutan).

Beda lagi acara di kelas kakak Rahma. Anak-anak diminta berkumpul di ruang kelas 4b, para mama menunggu di kelas 4a. Pas para mama dipersilakan masuk kelas, semua anak sedang sibuk menangis, lalu menghampiri mama masing-masing sambil menyerahkan bingkisan berupa gelang yang dibuat mereka sendiri.  (haduuuhh ternyata lupa belom difoto, menyusul ya kak…). Di acara ini, foto para mama ditayangkan satu persatu, cukup surprise buat para mama yang hadir.

***

Terimakasih bapak dan ibu guru di Madrasah Istiqlal buat acara kejutan di Hari Ibu😉

***

Foto gelang karya kakak :

Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Istiqlal, Kakak Rahma, Mama, RA Istiqlal, Syafa. Tandai permalink.

7 Balasan ke Kejutan di Hari Ibu

  1. outboundmalang berkata:

    wah seru ya mbak. kalo punya anak yang penurut dan sayang sama kita.
    salam kenal.

  2. Ann berkata:

    Kayaknya aku itu sama dengan adik Syafa, gampang nangis kalau ingat Mama, sampai sekarang😀
    Untung cuma setahun sekali ya kalau tiap hari Jakarta banjir air mata😉

  3. Necky berkata:

    menurut saya…acaranya keren banget mbak….t o p b g t….bisa membawa dan menuntun anak2 berempati kepada orang tuanya….bersyukur bisa bersekolah di sana…

  4. nh18 berkata:

    “Ga tau mah, tiba-tiba aja aku pengen nangis, soalnya inget pas masih kecil aku dirawat mamah”

    Aaahhh jawaban si Abang menyentuh hati banget …

    salam saya Bu Devi

  5. edratna berkata:

    Mbak Dewi…berarti nasehatnya bisa menyentuh kalbu anak-anak. Ide yang bagus dari sekolah ya….sehingga anak makin dekat dengan bundanya. Juga membuat anak-anak percaya diri, berani tampil di panggung.

  6. mamaray berkata:

    ihiks, kok aku ikutan pengen nangis haruu…

  7. Imelda berkata:

    sikap anak2 itu selalu membuat terharu ya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s