Jika guru menulis

Apa yang terlintas jika mendengar kata panjang-pendek?

(hayooo kalimat seperti ini andalannya siapa ya?)

Pagi tadi chat sama Mamaray, soal per-blog-an. Sampai pada suatu obrolan soal kecenderungan seseorang menulis di blog.

***

Saya sendiri, misalnya…kalau bisa sih pengennya nulis tidak panjang lebar keliling luas alias singkat, tapi mengena. Namun apadaya, ada saja yang bikin keinginan ini tidak tercapai.

Alasan awalnya sebenernya sederhana, saya sendiri tidak suka kalau baca postingan yang panjang!!! Tentu saja ada pengecualian, yaitu saat butuh artikel khusus yang memang memerlukan penjelasan yang lengkap, tentu saja bakal saya baca sampai habis.

Saya suka baca blog The Ordinary Trainer punyanya Om NH18, karena masuk dalam kriteria ‘singkat tapi mengena’ jadi enak bacanya. Tulisannya juga tentang macam-macam.

Namun, ada satu blog yang rajin saya kunjungi, meski tulisannya panjang-panjang dan detail, tetep saja akan saya baca sampe tuntas, gaya ceritanya nggak ngebosenin blas. Judul blognya Twilight Express punyanya mbak Imelda

Kalau diamati, kedua blog ini isinya hampir senada, menulis tentang apa saja, baik pengalaman maupun hasil pengamatan (jeli banget loh, yg kadang terlewat dipikirkan oleh orang lain). Tulisan mbak Imelda selalu panjang, detil dan lengkap fotonya. Saya suka dan ga pernah bosan membacanya sampai selesai, apa karena beliau ini guru bahasa yak? qiqiqi….

Pada akhirnya, entah kenapa kami sama-sama berkesimpulan…apa karena Om NH18 dan mbak Imelda profesinya adalah “guru” hingga tulisanya bagus-bagus yak? Jadi, saya harus jadi guru dulu ya biar tulisannya enak dibaca?

***

***jelang hari guru…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di blogging, Mama. Tandai permalink.

6 Balasan ke Jika guru menulis

  1. mamaray berkata:

    yang jelas, beliau berdua kaya akan ilmu pengetahuan dan pengalaman, juga rajin menulis.

    salam hormat untuk “guru” Om NH dan Mbak Imelda
    salam sayang untuk “guru” Devi Yudhistira untuk sharing dan inspirasinya

  2. mandor berkata:

    naah itu sebenernya yang pengen saya tanyakan juga, bagaimana menulis dengan baik. Tulisan saya, baik panjang maupun pendek kadang malah membingungkan pembaca.

  3. nh18 berkata:

    Adduuhhh …
    Nama saya disebut … Saya jadi tersanjung …
    Saya rasa bagus atau tidaknya tulisan bukan tergantung pada profesi …
    Saya dan Imelda kebetulan saja adalah trainer dan dosen … profesi kami berdua dituntut untuk selalu berusaha runtut dalam bercerita … abis A terus B … abis B terus C … dan seterusnya …

    walaupun kadang tata bahasa /grammar Saya banyak yang ngaco … namun saya berusaha untuk runtut … supaya tidak membingungkan …

    Salam saya
    Selamat Hari Guru

  4. Lidya berkata:

    memang bener mbak blognya OM NH selalu aku nanti loh ūüôā
    maaf mbak aku suka susah masuk ke sini

  5. Mama Rani berkata:

    Kalau saya?
    apa yaa.. yang penting dalam postingannya itu minimal ada satu gambar lah biar gak capek lihat deretan huruf melulu ;D

  6. Imelda berkata:

    waaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh…. namaku disebut! Tersanjung sekali.
    Panjang pendek yah… saya panjang, mas NH pendek? (bukan kebalik yah? hush…hihihi)

    Saya tahu, tulisan saya hampir semua panjang-panjang. Karena rasanya saya tidak mau “ejakulasi dini” termasuk ingin memberitahukan semua info yang saya ketahui, mumpung satu topik sedang menjadi bahan pembicaraan. Karena kalau diputus, belum tentu orang mau atau sempat membaca postingan berikutnya, sehingga ada bagian yang hilang. Tidak tuntas.
    Jadi jika ada tulisan yang pendek, biasanya itu karena bukan ranah aku, waktu penelitiannya kurang atau aku terlalu “ngantuk” untuk menuliskan informasi yang membosankan. Atau kejar setoran ūüėÄ Biasanya aku menyelipkan cerita pribadi supaya tulisanku biarpun panjang tidak seperti wikipedia. Juga ciri tulisanku sedapat mungkin ada foto. Pendek tanpa foto itu “quicky” deh hihihi.

    Nah loh, tulis komentar saja panjang nih. Anyway, terima kasih, dan keep blogging, panjang atau pendek tak masalah. Just be what you are. Dan aku selalu menantikan tulisan mbak Devi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s