Raib

Beberapa waktu yang lalu (Jumat 14 Oktober 2011), saya kehilangan sebuah tas ransel beserta segala rupa barang yang ada di dalemnya di sebuah Restoran Hotel Bintang 4,5 (sebenarnya 4, tapi dah mau ke 5) di bilangan Pasar Senen Jakarta Pusat.

Saya datang bersama teman, meletakkan tas di kursi lalu mengambil makanan. Pas balik lagi ke kursi tas sudah raib…

Sedikit bingung juga, karena selang waktunya tidak lama.

Langsung lapor ke keamanan. Beberapa kawan yang membantu soal lapor melapor, karena saya harus segera telpon sana-sini dengan hp pinjaman untuk memblokir semua akun, baik akun bank maupun akun dunia maya karena semua ada di HP.Mengurus surat kehilangan ke polisi, lalu ke Grapari mengurus blokir sim card.

Sayangnya, saya sendiri tidak terlalu ngeh bagaiman SOP kalau ada kejadian semacam ini di sebuah hotel. Akibatnya saya jadi sedikit kesal, karena menurut saya penanganannya sungguh mengecewakan (ga sebanding dengan banyaknya bintang).

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melihat rekaman CCTV.  Menurut hasil CCTV, peristiwa hilangnya tas adalah jam 08.14. Saya sendiri meletakkan tas jam 08.11. Lalu si pelaku mengambil tas, langsung keluar dari restoran, dan meninggalkan hotel  jam 08.15 menggunakan sebuah motor yang memang sudah siap berada di luar hotel. Pelaku sendiri datang ke restoran sebagai tamu ‘tanpa kupon breakfast‘ pada jam 07.50, menggunakan taksi.

Sayangnya, saat minta surat keterangan kehilangan, pihak hotel tidak mau memberi jika tidak ada surat permintaan dari kepolisian. Katanya sih, gambar si pelaku akan diinformasikan. Tapi sampai malam harinya tidak ada tanda-tanda apapun terkait dengan pengaduan kehilangan, selain pemberitahuan kronologis yang tertangkap CCTV secara lisan sekitar  jam 4 sore.

“Saat ini memang ada modus operandi begitu bu. Kejadian ini sering terjadi di hotel-hotel, bintang 5 sekalipun. Restoran kami adalah area publik, jadi kami tidak bisa ….bla…bla…bla…(intinya, saya yang teledor) “

Bikin males ga sih?

Oke-lah saya akui, dalam kasus ini saya teledor. Meninggalkan tas di kursi sebuah restoran, di mana saya pernah, bahkan sampai dikejar-kejar  ditanya dengan raut yang ga enak hanya karena pas mau masuk, saya lupa ngasih kupon sarapan, dan 3 menit selanjutnya tas saya raib, diambil oleh seseorang, tamu  yang tidak menginap di hotel berbintang 4 tersebut, yang bisa tanpa kupon sarapan, dia bebas masuk, bahkan bebas mengambil tas saya….aaarrrggghhh…dan itu luput dari pengamatan petugas , yang sudah tahu benar, bahwa modus operandi ini sudah sering terjadi di hotel berbintang lainnya.

So..bagaimana dengan area publik yang dimaksudkan?

Memang benar area publik, tapi itu bukan pasar kan? bukan mal pula?

***

Waspadalah!!!

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

19 Balasan ke Raib

  1. Imelda berkata:

    waduuuh semestinya petugas bisa melihat dong. Emangnya penuh ya restonya saat itu? Memang sebenarnya harus gantian ambil makannya, ada yang jaga tas di meja, selama yang satunya ambil makanan. Memang harus alert di tempat begitu ya😦
    Kebayang repotnya urus ini itu….. hiks

  2. Lidya berkata:

    loh alasannya tidak mau mengeluarkan surat keterangan kehilangan knapa ya?
    semoga makin waspada mbak

  3. Necky berkata:

    innalillahi….semoga apa hilang bisa digantikan Allah dalam waktu yg singkat. Pihak hotel jadinya apa kontribusinya??? *mulai geregetan*

  4. monda berkata:

    Hotel tetangga itu ya mbak?
    Kebayang deh repotnya urus segala macam surat2,

  5. Adi Nugroho berkata:

    hmmmm, ribet ya bayanginnya saja..

  6. nh18 berkata:

    Ya …
    Suka sebal juga baru menyuap suapan pertama … ada petugas hotel yang menanyakan voucher dan sebagainya … ya kalau bawa tak jadi masalah … kalau tidak bawa kan bisa malu kita …

    Dan hebatnya ada orang luar … entah dari mana bisa keluar masuk resto dengan rileksnya

    Semoga kita semua menjadi lebih waspada …

    Salam saya Bu Devi

    • Devi Yudhistira berkata:

      itu dia om…saya pernah loh dikejar2 hehehe *tepok jidat*

      la kok orang luar malah bisa masuk dengan alesan mau mengkonsumsi sarapan ‘berbayar’
      dan nyatanya sampai dengan dia keluar juga msh belum bayar juga…lepas dr pengawasan.

  7. Clara Croft berkata:

    Saya jadi ingat tas saya pernah ketinggalan di warteg, justru ga hilang Bu, malah yang punya warung kejar-kejar saya kasi tau kalo tas saya tinggal, hehe… eh, malah hotel bintang begitu ya Bu, heran

  8. rully berkata:

    Innalillahi…. Mugo2 urusane ndang beres yo Mbak.
    Wah, si hotel kuwi gak ngerti berurusan dengan siapa dia. Boikot aja mbak, masukkan dalam blakclist hotel tempat konser😀
    Btw, hotel endi to? hehehehe….

  9. mandor berkata:

    Jadi ruang publik itu yang kayak gimana?
    Kok gak nama hotelnya sekalian ditulis, biar mereka ngasih klarifikasi.

  10. mamaray berkata:

    HIks HIks HIks…
    tegarlah saudarakuuu….

    *hati-hati ke L************

  11. krismariana berkata:

    waduh, di hotel berbintang bisa kejadian hal seperti itu? mungkin memang ada sisi teledor pada mbak devi, tapi mestinya pihak hotel ikut bertanggung jawab atas keamanannya dong. kalau kita tidak merasa aman di suatu tempat, biasanya kita tidak akan datang ke situ lagi kan? dan pasti kita juga woro2 ke orang lain tentang kejadian buruk yg menimpa kita. semoga mengurus ini itunya cepat kelar ya mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s