Cat Itu

Dinding rumah dicat supaya lebih indah.
Rumah sempit bisa terkesan luas.
Rumah sepi bisa terkesan meriah.
Konon pemilihan warna bisa menyebabkan efek dan kesan perasaan tertentu.
Ada yang bilang bisa juga digunakan untuk diet, karena berkaitan dengan nafsu makan.

Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa warna bisa juga dijadikan terapi loh….

Lalu bagaimana dengan cat yang satu ini???

***
Bagi yang pernah melakukan perjalanan melewati Wonosobo dan Banjarnegara,di beberapa titik perjalanan, baik di kanan maupun kiri jalan banyak penjual Salak Pondoh.

Daerah Banjarnegara memang dikenal dengan Salak Pondoh-nya.

Salak pondoh mulai dikembangkan pada kira-kira tahun 1980an, salak yang manis dan garing ini segera menjadi buah primadona. Kepopuleran salak pondoh di lidah konsumen Indonesia tak lepas dari aroma dan rasanya, yang manis segar tanpa rasa sepat, meski pada buah yang belum cukup masak sekalipun. (wikipedia)

Lebaran kemaren, kami sengaja membeli salak pondoh untuk dijadikan buah tangan keluarga.
Tentu saja, semua proses pengepakannya kuamati dengan cermat secermat-cermatnya.

(Pasti paham kan saya kenapa demikian?)

Yang menarik perhatian, ada beberapa salak yang ber-cat.
Ada yang hijau, kuning, bahkan merah.

Menurut penjualnya, cat itu digunakan untuk memberi tanda bahwa salak tersebut asalnya dari kebun milik bapak A.

Konon saat harga salak melambung tinggi, sering terjadi pencurian salak sebelum masa panen.
Apalagi, salak pondoh kecil-pun laku untuk dijual. Karena itu, pemilik keun biasanya menorehkan cat ke salak di kebunnya saat salak msih kecil, agar pelaku pencurian bisa di’tandai’ . Para pedagang memang jadi lebih cerewet (a.k.a hati-hati) melakukan wawancara awal sebelum melakukan transaksi yang melibatkan salak pondoh centil ber-cat itu.

***

Jika anda kebetulan lewat jalur Wonosobo-Banjarnegara, silakan anda singgah untuk membeli salak, seperti model yang berhasil diabadikan oleh kamera kamišŸ™‚

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

9 Balasan ke Cat Itu

  1. vizon berkata:

    Kalau di Jogja kok saya tidak menemukan salak yang dicat itu ya? Atau mungkin saya saja yang tidak terlalu memperhatikan…šŸ™‚ Tapi, idenya bagus juga tuh… Ternyata petani itu cukup kreatif juga ya…šŸ™‚

    Mb Devi, ikutan kontes di blog saya ya, ceritanya ada di sini: http://hardivizon.com/2011/10/18/mainan-bocah-contest/
    Ditunggu lho…šŸ™‚

  2. monda berkata:

    Khusus daerah tsb ajs mbak? Belum pernah ketemu salak dicat. Aku malah jadi ingat piring2 untuk kondangan di rumah opung juga dicat he..he..

  3. LIdya berkata:

    ooh aku baru tau mbak ada salak dicat, aman kah?

  4. Nchie berkata:

    Wah salak di Cat??
    Beneran ??
    Aha jadi mau salak,
    lemparin satu keranjang aja..hhe..

  5. nh18 berkata:

    Salak di Cat ?
    waaaahhh ini pengetahuan baru bagi saya Bu …
    Dan ini solusi praktis untuk mencegah pencurian Salak …

    Salam saya Bu

  6. Necky berkata:

    emang setelah di cat bisa dimakan lagi mbak???
    weleh2…ada2 aja si mas0nya nih….

  7. @zizydmk berkata:

    Owww…. jadi salak dicat juga biar ketahuan asalnya yaa…. hmmm….
    saya suka salak tapi sukanya yg gede-gede yang dagingnya tebel…..šŸ˜€

  8. Imelda berkata:

    asal cat nya tidak masuk ke dalam ya mungkin ok ok aja ya? Tapi kalau warnanya tidak masuk tapi alkoholnya yg masuk gimana ya? Tapi ya susah juga menemukan jalan lain untuk membedakan hasil panen petani salak yašŸ˜¦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s