Agitasi Cercah Batu

Hening, dingin menusuk tulang menuju lembah,

percepat langkah, gigil bertambah….

lelah…., peluh bersimbah.

Buncah hati ini melihat cercah,

terlukis harapan pada pendar merah.

tak sabar ingin segera bersandar…

tergugu sesaat, tak bisa menunggu lama, lelah makin memuncak,

menghantam tubuh tanpa ampun, kaki lumpuh  melangkah, lalu terduduk di atas batu.

Hanya bisa memulai hitungan….

selarik…

dua larik…

tiga larik…

…sampai banyak larik, tak lagi sanggup menangkap cercah datang bertubi

kaki mulai terasa hangat, aaaahhhh…rupanya tanah mulai mengagih kehangatan

lelah….malas bergeming….

menunggu sambil bertanya, kenapa tak satupun cercah menerpa batu?

Apakah batu itu masih sama? tertakdir dingin meski tanah sekelilingnya mulai menghangat?

Lelah hilang, saatnya beranjak nikmati cercah yang janjikan kehangatan

pandangi batu itu dengan sedih…akankah dia tetap sama?

satu saat nanti….. akankah cercah itu tertakdir mengalahkan ranting dan dahan yang terus menghalangi sinarnya?

@ Telaga Warna Dieng, 30 Agustus 2011

 

Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

3 Balasan ke Agitasi Cercah Batu

  1. nh18 berkata:

    Tumben …

    (btw judulnya oke juga ni bu)

    salam saya

  2. gusngger berkata:

    Suasana alam…memancing kreativitas diri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s