Nglaut

Di kampung tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, Purbalingga, Jawa Tengah, ada satu kata yang sampai saat ini saya belum tahu kenapa istilahnya disebut demikian.

N G L A U T

Arti sebenarnya juga saya sendiri kurang paham dengan benar. Sementara ini saya mengartikan lebih kepada : pulang ke rumah atau istirahat dari pekerjaan.

Waktu masih kecil, saya pikir ada laut di arah barat dari rumah kami. Herannya, mama dan papa sama sekali nggak pernah mengajak ke sana. Karena setiap orang yang lewat depan rumah kami ke arah barat, kalau mama menyapa mau kemana pasti mereka menjawab “mau nglaut dulu” (kala itu Devi kecil berasumsi ‘nglaut‘ itu adalah melaut atau mau ke laut).

Lebih aneh lagi, tak ada juga keinginan buat bertanya pada mama atau pada siapapun (beda banget sama anak sekarang ya…), yang bisa dilakukan hanya mencoba mengartikan sendiri berdasarkan pengamatan.

Hasil pengamatan,
Kata ‘nglaut’ ini sering dijadikan jawaban dari pertanyaan “mau ke mana” pada waktu tertentu, biasanya siang hari saat jam makan siang dan sore hari menjelang maghrib. Seperti dalam percakapan :

Mama : “Meng ndi kang ?”
Abang becak : “Nggih bu, badhe nglaut”

Kadang, mama juga bertanya lebih to the point…

Mama : “Nglaut ya kang?”
Abang becak : “Nggih bu, sampun sonten niki”

Pertanyaan biasanya ditujukan kepada orang yang berprofesi tukang becak, pedagang di pasar, pedagang keliling (mulai dari penjual bakso,es, hingga penjual balon mainan). Atau kebetulan saja yang lewat ya orangnya itu-itu aja. Sepertinya  kata tersebut jug bisa diartikan ‘mau pulang dulu ke rumah bentar buat istirahat’ jadi pada saat itu dia tidak bisa menerima job apapun karena tujuannya adalah ‘pulang’ , biasanya pada waktu yang tak lazim (bukan saat dzuhur dan maghrib), tapi jam 10 pagi atau siang jam 2-an.

Mama : “Kang, mayuh jujugna meng pasar dhela!”
Abang becak : “Nuwun sewu bu, anu bdhe nglaut riyin, mandan kesel niki koh, Mangke sejam malih nembe narik malih bu.”

Jadi apa arti sebenernya? Apakah saya sudah salah mengartikan?

***
Btw, Rahma dan Rafif pernah nanya ke nenek sambil menunjuk ke arah barat…’nek emang di sana ada laut ya?’ kok semua bilang mau ke laut? (hehehe, sama toh dengan devi kecil…bedanya, mereka berani bertanya)

Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

9 Balasan ke Nglaut

  1. gusngger berkata:

    Wah enaknya ngabuburit sambil nglaut nih…

    Salam…

  2. Lidya berkata:

    halah mbak aku pusing bacanya gak ngerti🙂

  3. chocoVanilla berkata:

    Mungkin makusde isitrahat ya, Jeng?

    Kupikir tadinya jugak mo pergi ke laut😀

  4. nh18 berkata:

    Nglaut …
    sepertinya artinya … “ekeh jalan dulu bouw …”
    atau … “meluncur cyiinnn”

    Salam saya

  5. Agung Rangga berkata:

    wah, saya juga sampai sekarang masih bingung, kenapa ‘ngelaut’ artinya beda dari yang saya bayangkan ya?🙄

  6. ais ariani berkata:

    huahahhahahha.. mboten ngertos mbakyu
    niku..kulo niki ngapakers karbitan
    dan lagi,baru ngeh sama kata ini loh. tenaan…

  7. ~Amela~ berkata:

    mirip dengan istilah di tempat asal saya, Jember.. khususnya di lingkungan orang Madura..
    kalau di tempat saya, istilahnya Laot, ya artinya kurang lebih pulang atau istilah dari pekerjaan..
    Nah, dekat rumah saya kan ada gudang tembakau tuh.. kalau jam 12 pada istirahat..
    Jadi rame banget jalan depan gudang itu.. Nah, situasi itu disebutnya Laotan…

  8. Asop berkata:

    Nglaut? Kalo “Nglaju” saya tahu.🙂

  9. mamaray berkata:

    di kampungku juga ada istilah itu, beda sedikit di pengucapan, yaitu “laut”, gak pake ‘ng’.
    artinya istirahat.

    “Laut sik, Cak… sholat-sholat, mangan-mangan…”

    gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s