Flora dan Fauna 2011

Setiap tahun ada kegiatan yang akhirnya menjadi kegiatan rutin pula di keluarga Yudhistira. Yup, pekan Flora dan Fauna (Flona) merupakan ajang tahunan yang digelar di Lapangan Banteng sekitar bulan Juli.

Tentu saja kami harus selalu memanfaatkan momen ini buat jalan-jalan bersama sekeluarga, kalau sampai tidak ke sana, itu namanya kami melewatkan kesempatan yang sudah di depan mata…hehehe…*lebay* Pasti aja lah, la wong saban hari juga kami lewat wara-wiri ngiterin Lapangan Banteng sampe berkali-kali, masa nggak kepengen mampir sih???

"Mau lihat peta pengrusakan hutan di Indonesia dek?"

Flona  tahun ini, relatif biasa saja, meski sepertinya pesertanya tambah banyak. Tapi ada beberapa hal baru yang pertamakali sempat kami jumpai, yaitu ‘kontes tanaman’ , dan ‘kontes ayam tertawa’ . Sungguh lucu mendengar ayam pada tertawa…hehehe…seru banget 🙂

Rahma tertarik dengan stand Greenpeace. Awalnya malu-malu, tapi hanya dengan kalimat ‘malu bertanya sesat di jalan kan!’ langsng memberanikan diri buat tanya-tanya. Wuih, kok saya jadi merinding ya mendengarkan cerita dan melihat peta kerusakan hutan di Indonesia….hiks…hiks…

Biasanya, kami sibuk melihat-lihat hewan dan binatang, mengenal jenis-jenis tanaman-tanaman unik, sambil tak lupa membeli kerak telur dan uli bakar yang adanya hanya saat flona berlangsung (biasanya kalo mau beli kerak telor harus ke pasar baru dulu). Kali ini, kerak telor terlewatkan begitu saja, terkalahkan oleh keinginan nonton shooting acara Seputar Indonesia yang kebetulan ada di sana. Rahma sibuk mengamati pembawa acara yang cantik namun rela berpanas-panas ria (super terik, siang hari euuyy)., terus ada tukang make up yang bolak-balik ngebedakin dan ngebersihin keringet, sementara Rafif sibuk mengamati orang-orang yang lalu lalang bergerak ke sana kemari membawa gulungan kabel dan handycam besar (sambil berkomentar, ‘capai bener ya mah, cuman mau buat acara berita ternyata repot banget ya?).

 

O,ya karena ada pelajaran PLBJ, anak-anak mulai tertarik dengan Rumah Khas Betawi (Kebaya), kebetulan ada bandingannya antara Rumah Betawi Asli (hijau) dan Rumah Betawi Modern (coklat). Kami juga bebas keluar masuk dan duduk-duduk di dalam rumah sambil menikmati minuman khas Betawi, Bir Plethok, yang ditawarkan (meski panas-panas, tentu saja kami tak menolak dikasih gratis bir plethok).

Setelah itu, anak-anak melewati tiruan ‘Jembatan Cinta’ di stand Kepulauan Seribu. Banyak sekali brosur perjaanan wisata yang ditawarkan. Meski waktu itu tidak ada yang menunggu (sepertinya petugasnya sedang makan siang atau sholat, atau entahlah, jangan-jangan emang benar-benar nggak ada..hehehe), informasi dalam brosur yang tersedia di sana cukup membantu. Kebetulan kami memang sedang merencanakan family day ala backpacker ke gugusan Kepulauan Seribu, jadi anak-anak terlihat sangat antusias. Ternyata tidak semahal yang pernah kami dengar sebelumnya, ada juga ‘paket merakyat-nya’. Oya, buat yang pengen tau lebih lanjut, bisa juga lihat di web http://www.pulauseribu.net . Atau siapa tahu berniat mengajak kami sekeluarga???

Perjalanan mengitari area Flona akhirnya terhenti di salah satu stand tanaman Sansiviera, tanaman mahal yang membuat kami terheran-heran, sama dengan keheranan kami dengan harga gelombang cinta di beberapa waktu silam,. Ada seseorang manggil-manggil nama ayah…olala, ternyata dia adalah Wasis, mantan teman se-kost di Rawamangun, dulu sekantor sama ayah, sekarang punya bisnis tanaman sansiviera di Kediri,Jawa Timur. Bener-bener tak menyangka bisa ketemu di Flona. Anak-anak sampe bengong begitu tahu harga tanaman yang dijual oleh Om Wasis….(pastinya dilanjut dong dengan wawancara ala rafif…apa bagusnya, apa yang bikin mahal, kenapa mahal, emang ada yang beli, didatengin dari luar negeri? dll). Lumayan lama kami ngobrol di stand Wasis, penjelasan dan cerita Wasis *tetep mebuat kami masih tak habis pikir soal harga*  hahaha…Tapi itu kan kami loh yaaaa, lain halnya dengan anak-anak. Apalagi mereka dikasih gratis 2 pot sansiviera kecil (harganya antara 150-250rb booo’) dengan perjanjian, kalo sudah besar nanti Om Wasis jugalah yang akan membelinya, jadi anak-anak harus rajin merawatnya. Siapa yang nggak berbunga-bunga mendengar kalimat itu? Langsung terbayang oleh mereka duit jutaan, mereka juga sibuk diskusi mengatur bagaimana nanti merawatnya, sampai-sampai terlontar ide, tanaman harus dibawa kemanapun mereka pergi *hayaaahhh lebay tenan*. SSttt…sampai dengan tulisan ini dibuat, mereka udah lupa soal tanaman itu…hehehe…terpaksa deh si ayah yang dapet PR tambahan…

Semoga di Flona yang akan datang ada hal baru lagi yang bisa menjadi ajang pembelajarandan menambah wawasan anak-anak (dan kami juga tentunya). Buat teman-teman yang belum pernah berkunjung ke acara ini, jangan sia-siakan pekan Flona ini karena banyak hal menarik yang bermanfaat buat kita semua. (masuknya gratis kok…semoga gratis seterusnya yaaaa…).

O iyaaa hampir aja lupa, ada photoboth-nya juga loohhh, jadi bisa narsis toh? Lihatlah foto kami (mama,syafa,rahma), lucu kaannn?

Hayuuukkk….siapa yang mau mengunjungi Flona tahun depan…janjian yuuukkk 🙂

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Anak-anak, Kakak Rahma, kunjungan, pERJALANAN, Syafa, Umum, wISATA. Tandai permalink.

20 Balasan ke Flora dan Fauna 2011

  1. bundamahes berkata:

    gimana nggak kesana orang tempatnya sebelahan! >.<

    *ngiri
    **eh nggak jadi denk, banteng ke rumah jauuuuh

  2. aan berkata:

    wah seru juga ya..masuknya gratis malah dapat hadiah dan ilmu yang bermanfaat ……

  3. nh18 berkata:

    Waaahhh …
    Ini event rutin tahunan nih …
    hehhe

    Primadona yang lain lagi … Sansiviera …
    hhmmm

    Salam saya

  4. Asop berkata:

    Wah, Greenpeace… bajunya masih hijau ya. :mrgreen:

  5. fitrimelinda berkata:

    foto yang terakhir itu lucu deh..suka..

  6. Agung Rangga berkata:

    wah, jadi pengen ngadain acara serupa deh di keluarga saya~ 😳

  7. krismariana berkata:

    wah baru tahu kalau di jakarta ada acara spt ini. kayaknya asyik ya mbak. 🙂

  8. Kakaakin berkata:

    Sansiviera itu yang mana ya? hehe… *buta tuli masalah tanaman hias 🙂
    Acaranya bagus ya, Mbak… bisa meningkatkan pengetahuan anak 🙂

    • Devi Yudhistira berkata:

      Itu lo yang punya lesung pipi…hehehe

      Acaranya sih pameran flora dan fauna biasa mbak, cuman banyak stand dari pemda DKI juga…lumayan lah buat nambah pengetahuan dan budaya Jakarta (mamahnya gabisa ngajarinnya)

  9. Lidya berkata:

    even nya keren mbak, jarang loh kegiatan gini dijadikan even rutin

  10. Invincible Tetik berkata:

    wah mbak devi… saya kan lagi magang di Deplu deket banget ma Pameran itu…. tinggal nyebrang doang….
    tapi belum pernah kesitu sih….

    wah setelah liat ulasannya jadi pengen liat…

  11. mamaray berkata:

    tanaman harus dibawa kemanapun pergi?? hm… bagaimana dengn anak? uhuhuhuu…. nyambungnya ke situ2 juga, Mbak Devi… 😦

  12. Aku pernah ke sana sama keluarga kakak & adik. Sayangnya dulu ngga sempet bikin ulasan di blog. Hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s