Toilet berbayar

“Mana ada sih jaman sekarang nggak bayar? Kencing aja bayar!”

Mungkin teman-teman semua sering mendengar guyonan semacam itu🙂

So…apakah teman-teman setuju dengan toilet berbayar?

Saya pribadi sih ga keberatan dengan toilet berbayar, asalkan dengan berbayar itu, toilet tetap terjaga kebersihannya.

***

Beberapa minggu yang lalu, saat sedang berjalan-jalan di sebuah pantai di Denpasar, mendadak pengen ke toilet. Berhubung tidak menemukan satu pun toilet umum, terpaksa lah masuk ke sebuah restoran. Lalu bertanya dengan sopan, di mana letak toiletnya pada seorang petugas di sana, dan dijawab dengan kalimat :

“Boleh ke toilet, tapi harus beli 1 jenis minuman yang tersedia di sini ya bu”

Bagi orang yang sedang sangat ingin ke toilet, tanpa pikir panjang pasti tak akan menolak ketentuan lisan ini bukan?

Nah, pas keluar dari toilet, baru deh mikirin, minuman apa ya yang harus dibeli, mahal ga ya harganya… ternyata harganya ya masih terjangkau sih…dari harga yang biasanya saya beli di swalayan Rp. 3600, di situ saya kudu membayar seharga 10.000.

***cuman kok jadi kebayang ya, kalo tiba2 ternyata minumannya harganya ga masuk akal piye yooo?***

Apa yang teman-teman lakukan dalam kondisi seperti itu???

***

Maafkan ya…lama ga posting, muncul2 kok ngebahas toilet…

Pos ini dipublikasikan di iseng, Mama, Umum. Tandai permalink.

11 Balasan ke Toilet berbayar

  1. Ikkyu_san berkata:

    hihihi, memang di Indonesia apa sih yang ngga bayar (termasuk pungli)
    Kalau 10.000 mungkin lebih baik ke pompa bensin isi bensin ya? Atau ke mall sambil belanja. Tapi kalau udah kebelet ya apa juga jadi kali ya.

  2. Lidya Fitrian berkata:

    aneh ya pemaksaan namanya kalau harus membeli minuman dulu baru ke toilet. kalau masih bisa ditahan cari tempat lain saja bun

  3. @nonaedda berkata:

    hah? 10 ribu? mahal amat mbak,, saya ga rela deh klo musti bayar segitu
    lam kenal yaa

  4. Dewi berkata:

    Speechless Mba…numpang ngakak ajah…

  5. mandor tempe berkata:

    Kalau itu memang dibutuhkan oleh orang, mengapa tidak ditarik bayaran?
    Cara berpikir semacam ini sudah umum bagi masyarakat kita yang tidak mau bekerja keras, hanya mengandalkan keberuntungan orang lain “toh 1000 rupiah tidak membuat mereka miskin” kata mereka.

  6. niQue berkata:

    hehehe klo udah kebelet mah, berapa juga mau bayar kali mba, daripada cipirit😀

    ini pengalaman ketika ibu saya yang mengidap diabetes sedang ke pasar, lalu tiba2 kebelet, dan klo udah kebelet itu ga bisa ditunda, jadi ya gitu deh … berapa juga dibayar, asal boleh numpang menuntaskan hajat🙂

  7. susisetya berkata:

    waduh jadi ketoilet direstoran di BAli musti bayar 10000 yach, 10 kalinya kalau ke toilet umum biasa donk yach…

  8. nh18 berkata:

    “Boleh ke toilet, tapi harus beli 1 jenis minuman yang tersedia di sini ya bu”

    Waduh … tega bener inih …
    Hawong sudah kebelet jeh …

    Salam saya

  9. amirul berkata:

    10 rb. mahal amat….

  10. Mengenai harga yg kurang ajar itu, daku pernah mengalami kejengkelan pas di bandara. Waktu itu daku mau pulang ke Jkt. Karena waktu mepet, maka daku ngga masuk lounge, padahal sebenarnya laper biyanget. Dengan harapan pas di pesawat ada snack. Toh jam penerbangan sebentar lagi.

    Eh kok kemudian ternyata pesawat delay. Lha perut ini sudah protes berat. Akhirnya daku beli teh kotak dan keripik singkong. Ternyata teh kotaknya berharga 10,000 dan keripik singkongnya 15,000. Padahal biasanya teh kotak cuma 3ribuan & keripik cuma 6ribuan.

    Supaya tidak sebel, daku makan singkong dan minum tehnya pelan-pelan saja, bener2 dinikmati. Hahaha…

  11. gusngger berkata:

    Pertanyaannya: bagaimana agar tidak kepepet?

    Saya pribadi berhasil mengaturnya. Tetapi mengatur 5 anak istriku yang hebat itu tidak mudah. Untungnya banyak SPBU yang baik. So…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s