Tukang Kredit (uang)

Tiap pergi ke pasar, terlebih pasar tradisional, hampir selalu bertemu dengan sosok (seringnya kok wanita) yang bercirikan :

  • membawa buku panjang yang covernya bercorak batik, dipegang dalam keadaan terbuka pake tangan kiri (kadang ada lembaran uang di dalamnya), tangan kanan sibuk mencatat
  • kalung rantai emasnya "segede rantai sepur" (pinjem istilah mamah saya..)
  • gelang krencengnya …wuidiiiih buaaanyyyaaakkkkk bianget !
  • cincinnya gede-gede….
  • bawa tas yang dikempit di ketiak kiri
  • berjalan dari penjual yang satu ke penjual yang lain, jalannya sambil ngunyah permen karet
  • kadang (kalo yg satu ini kadang) punya gigi emas🙂

****
Lagi heran…ga di kampung, ga di Jakarta, ga dulu, ga sekarang, masih aja ada orang dengan ciri-ciri yang sama🙂

Jadilah angin yang baik…
….yang tiupannya bisa menghalau kapal ke tempat tujuan, sehingga penumpang yang ada didalamnya bergembira…
…yang tiupannya bisa menghalau awan mendung ke tempat tandus, sehingga turun hujan yang menjadikan tanah baik….
…lalu tumbuhlah berbagai tanaman buah yang bermanfaat…

Pos ini dipublikasikan di iseng. Tandai permalink.

14 Balasan ke Tukang Kredit (uang)

  1. niQue berkata:

    saya juga paham ciri orang yang seperti itu,
    tapi sekarang sih udah imbang, yang cowoknya juga banyak😀
    sebetulnya itu akan terus ada jika pola pikir masyarakat tidak berubah
    orang2 seperti itu akan tumbuh subur selagi masyarakat kita menganggap mereka sebagai jalan pintas.
    jadi klo menurut saya sih, pola pikir masyarakatnya berubah dulu,
    baru deh orang2 seperti itu akan lenyap😀

  2. nh18 berkata:

    bawa tas yang dikempit di ketiak kiri

    Bener Banget !!!
    🙂

  3. Mama Cal-Vin berkata:

    hahaha bener banget tuh om NH tas dikempit

  4. Dewi berkata:

    kalung rantai emasnya “segede rantai sepur”
    kalau kata ibuku : segede rantai kapal….

    bawa tas yang dikempit di ketiak kiri
    Nah, waktu sling bag-ku kucopot sling-nya dan kukempit di ketiak kiri……teman-temanku berkomentar:”Kayak tukang kredit ajah si kamu…”

  5. nia/mama ina berkata:

    wahhhh masih ada yah orang2 seperti itu? kayaknya kalo di tempat aku udah ngga ada dechh…apa akunya aja yg jarang ke pasar hehehe…..

  6. coekma berkata:

    biasanya orang madura… (mungkin…)…

  7. Necky berkata:

    makanya sekarang ini bank syariah mau head to head dengan mereka biar ga terjerat dengan rentenir

  8. Agung Rangga berkata:

    kadang, saya cekikikan sendiri pas melihat ibu-ibu berpenampilan kayak gitu~:mrgreen:

  9. Prima berkata:

    almarhum mbahku tukang kredit, tapi jauh dr gambaran itu… wkakkakkakaak…

  10. Ann berkata:

    Untunglah aku tidak perlu berurusan denga orang semacam ini.

  11. Orin berkata:

    Walaah…udh jarang liat saya mba..

  12. Nggak dulu nggak sekarang masih ada ya… Nggak di kota nggak di desa mereka ada… Malah sekarang caranya lebih canggih, pasang iklan di tiang-tiang listrik, juga di koran. Aduh, bunganya itu lho….

    Hmmm…., senang saya dapat berkunjung ke blog ini. Isinya bermanfaat dan asyik cara nulisnya. Makasih ya…. Salam kenal dan selamat terus berkarya.

  13. chocoVanilla berkata:

    Wakakaka, aku durung tau weruh sing koyo ngono, Jeng😆
    Isih ono po saiki? Weruh sing kaya kiye nang tipi bae sih😀

  14. Hm… jarang lihat sih. Lha wong daku paling males ke pasar. Hehehe…
    Tapi bayangin tas yg dikempit itu loh. Pasti bau banget yak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s