Games oh games…

Postingan ini terinspirasi dari Bunda Lily dalam tulisan bertajuk ‘Mencegah Hobby Berantem Anak-anak’ yang intinya, kita sebagai ortu harus bisa menjadi panutan dalam mengendalikan emosi dan bersikap sopan, karena anak-anak belajar dari apa yang kita lakukan.

Memberikan keteladanan dalam segala kebaikan menjadi hal ‘wajib’ yang harus dilakukan oleh ortu.

Lalu, jika ortu sudah memberikan panutan yang benar, namun anak masih saja ‘hobby berantem’ ? Apa yang perlu kita waspadai?

Games, tayangan TV, dan lingkungan tentu saja.

Saya yakin, teman-teman pasti sudah paham tentang pengaruh buruk games dan TV.

Apakah itu berarti kita tidak boleh main games dan nonton TV?

Tentu saja tidak demikian….banyak juga games edukatif dan acara TV yang bermanfaat bagi anak. Pertanyaannya, sejauhmana kita bisa mengontrolnya? Atau lebih ekstrim lagi, maukah kita atau sanggupkan kita mengontrolnya?

Ijinkan saya berbagi cerita di sini, semata-mata untuk kebaikan dan kewaspadaan kita bersama sebagai ortu. Semoga bermanfaat.

****

Ada seorang anak, usia 8 tahun. Perilakunya sulit dikendalikan, dia sering sekali mengganggu temannya (usil sampai main fisik). Kadang dia mengeluh kepada teman dan guru, baik guru di sekolah guru tempat les, katanya sering sekali menerima perlakuan tidak baik (dipukul, dijedotin ke tembok, ditampar)  dari om, pakdhe, kakek, nenek, mbak, ibu, ayah, hingga meninggalkan bekas-bekas memar  (ungu kebiruan) di tubuhnya.  Setelah diusut lebih jauh, ternyata tak pernah sekalipun dia diperlakukan demikian, bahkan ibunya saja tak pernah bicara dengan nada tinggi, apalagi mencubit. Ayah dan ibunya selalu mengantar dan menjemput sekolah, selalu terlibat dalam acara sekolah, sesibuk apapun, mereka selalu meluangkan waktu untuk urusan anak semata wayangnya. Lalu, darimana memar-memar itu? Dari teman sekolah? Tidak juga…memar itu tak lain adalah hasil perbuatan anak itu sendiri, dia sering menyakiti dirinya sendiri. Ortu mana yang tak terkoyak-koyak hatinya kalo anak semata wayangnya berlaku demikian? Setelah dibawa ke psikolog, sebuah benang merah ditemukan…”Aku pengen tahu rasanya dipukul, . Kayaknya seru banget main pukul-pukulan seperti games yang sering kumainkan. “

***

Cerita lain…

 Yes…yes…yes…hari ini misiku berhasil!

Misi apa tuh?

Ceritanya aku hari ini berperan jadi pencuri (Sebuah mainan ada di genggamannya.)

‘Hai..mainan siapa itu?’ (feelingku mulai ga enak, pasti ada sesuatu)

‘Ini mainan tadi ngambil di rumah si A’

‘Lo, emang kamu udah ijin?’

‘Udah ijin kemaren… tapi tadi nggak ada orang’

3 minggu sebelumnya…sempet terlibat obrolan dengannya soal games  GTA yang sering dimainkannya. Waktu itu kaget bukan main mendengar dia sering main GTA😦 secara, baru saja aku mengikuti ‘pelatihan adiksi games pada anak’ dan GTA ini termasuk games yang dilarang buat anak. Obrolan kami antara lain :

‘Aku baru beli games GTA, soalnya lagi seru-serunya eh kasetnya malah rusak, jadi tadi beli baru deh!’

‘Emang kayak apa sih mainannya? seru ya?’ (penasaran sambil interograsi)

‘Seru lah…ceritanya aku jadi pencuri, terus misinya nyuri mobil, asik banget, kalo ada yang liat ditembakin. Aku berhasil terus…yang paling susah kalo nyuri di rumah orang, itu paling susah, aku belum pernah berhasil’

***

Hikmah : Waspadalah ………..waspadalah……..lihat peruntukan dan jenis games dengan seksama, kita pasti ingin yang terbaik buat anak kita kaaannnn???

Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, belajar dari anak-anak, parenting, Umum. Tandai permalink.

14 Balasan ke Games oh games…

  1. bundamahes berkata:

    nice share mbak! huhhhhhhhh… susah banget ya!😥

  2. nh18 berkata:

    Pendampingan …
    Ini perlu banget …

    yang jelas … yes indeed … tanpa bermaksud untuk lebay atau bagaimana …
    hal seperti ini memang harus kita perhatikan

    salam saya

  3. Orin berkata:

    Phew… memang harus selalu didampingi ya mba..

  4. hilsya berkata:

    waduuuh? ..
    kok farmville atau salon gapapa kan?

  5. Agung Rangga berkata:

    waduh, bahaya banget ya game-game kekerasan di tangan anak-anak…😡
    untung saya cuma hobi main game Pokemon doang…😆

  6. nunik berkata:

    klo game bola, bahaya gak, Dev?
    Lha anakku itu hobinya maen game bola……

  7. gusngger berkata:

    Menurut saya semua game software/tv/video atau sejenisnya harus selalui diwaspadai.

    Lebih baik game fisik sepak bola, catur, kombi, congklak, delikan, dan lain-lain.
    Ini pengalaman dari istri saya yang mengasuh lima anak-anak kecil semua.

    Salam…

  8. isnuansa berkata:

    Aduh, masak sampe segitu ekstrimnya ya, maen pukul2an sampe biru lebam gara2 penasaran sama games?

  9. omiyan berkata:

    ya kebetulan saya masang game yang emang cocok buat anak, walau terkadang saya mencegah dia doyan maen game….tetep ketika dia maen game saya temenin karena kalau ga Bunga suka nangis mendadak kalau kalah melulu hahahah

  10. wah harus waspada dgn game angry birds nih. tapi games ini luuuuuucu biyanget.

  11. bagasarumdya berkata:

    pentingnya mendampingi anak-anak,

  12. inna berkata:

    saya & si kecil sama-sama suka nggegameeee ^^

    Salam kenal🙂

  13. Ikkyu_san berkata:

    kalau di rumahku sudah jadi peraturan tidak boleh ada permainan dan games memakai alat (pedang/pistol). Untung game yang disukai Riku itu permainan bola, sekaligus menghafal nama-nama kota di Jepang, membaca katakana dan kanji, bahasa Inggris.
    Sebagai orang tua memang kita juga harus mengerti games itu ya

    EM

  14. Necky berkata:

    apapun permainan atau gamesnya, sebagai orang tua harus mengetahui apa isi games tersebut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s