Tips ke Toilet

Berdasarkan survey sementara, hasil lirak-lirik di toilet kantor dan  mall, kebanyakan orang ke toilet bawa tissue, bedak dan kawan-kawannya, sisir, pembalut, sabun cair, parfum, deodorant.

Tapi beda lagi kalau niatnya ke toilet untuk ‘buang hajat’ baik sekedar BAK maupun BAB.

Beberapa rekan blogger pernah menceritakan soal pengalamannya  seputar toilet. Banyak cerita, mulai dari berbayar, WC mampet, toilet jorok, toilet lucu, sampe air mati. Tapi, sepertinya belum ada yang cerita soal saking kebeletnya terus pas sampe toilet kok ngantrinya panjang, terus ngompol…hehehe…ups, tapi bukan berarti saya yang akan bercerita soal itu loh ya…

Jadi ceritanya begini…

Pas tiba-tiba sakit perut, pengen BAB, secepat kilat berlari ke toilet. Melihat toilet kosong…langsung legalah yaw…dengan suksesnya prosesi buang hajat berlangsung. Nah, masalahnya baru timbul setelah mau bersih-bersih…ternyata sedang mati air 😦 Terang aja bikin shock…langsung deh panik kudu bagaimana.(Ini sih masih biasa ya…hanya karena mati air).

Masalahnya : toiletnya tempatnya nyempil, jarang teman-teman lain. sengaja ke toilet itu. Keluar?… jelas gak mungkin kan? Satu-satunya jalan adalah menunggu orang lain datang ke situ 🙂 Akhirnya 25 menit kemudian, datanglah seorang OB…(untunglah, kalau bos yang datang…bagaimana kita mau berani minta tolong ambilin air buat bersih-bersih???).

Emang sih, untuk aman dan nyamannya prosesi di toilet, sebaiknya sebelum proses apapun kita cek dulu kran air, nyala atau tidak, tapi kalo udah ‘kebelet bener’ mana sempet kan?

Sejak itulah kawan, ada satu hal yang ga boleh dilupakan jika ke toilet….sebaiknya bawalah HP yang kau punya kawan!!! (semoga ga ada tulisan ‘sos call only’ di layarnya karena nggak ada sinyal di toilet)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di iseng. Tandai permalink.

28 Balasan ke Tips ke Toilet

  1. Iksa berkata:

    Ha ha ha ada-ada saja Devy …
    Tapi bener juga itu, makanya aku selalu periksa apa air ada dan jalan di toilet
    Kalau tidak bisa gawat ..

  2. nunik berkata:

    btw…toilet yg sebelah mana, Dev???

  3. gusngger berkata:

    Kata Paman APIQ yang akrab dengan para penjahit,

    “Ukur dua kali baru potong satu kali.”

    Salam…

  4. Prima berkata:

    ihihihihhiii…. iya mbak, bahaya banget, aku juga dulu pernah cerita tentang flush ini… kalo macet, ckckckck… horor!

  5. giewahyudi berkata:

    Hahahaa..
    Saya paling anti bawa ponsel ke toilet, takut ada panggilan, misalnya ditanya dimana kan enggak enak bilang di toilet.. 🙂

  6. Pernaaaaaaaah… syukurlah ada air sedikit cukup utk cebok. Sisanya… kabur aja deh. Xixixi…

  7. bundamahes berkata:

    kseimpulannya adalah Mbak Devi pernah nyasar di sebuah toilet dan mengalami kehabisan air (sekaligus sinyal hengpon) yang mengakibatkan harus mengeluarkan stok kesabaran hingga 25 menit ke depan, betul???? :mrgreen:

    *toilet lucu ki piye Mbak?

  8. nh18 berkata:

    Hahahaha …
    So … let me rewind ya Bu
    Jadi Ibu Kebelet …
    Pergi ke toilet
    Melaksanakan Hajat dengan sukses
    Lalu .. Tanda mata tetap disana …
    Teronggok dengan indahnya …
    Tiada air
    Tiada kawan …

    Hahahaha
    Tak bisa membayangkan …
    Tak bisa membayangkan …

    Salam saya

  9. Lidya berkata:

    hahaha maaf jadi ngakak nih. soalnya punya pengalaman mirip di kantor dulu

  10. Mabruri Sirampog berkata:

    pagi2 dah dibikin senyum lebar gara2 baca ni tulisan….
    makasih bu….
    salam kenal sebelumnya…

  11. sedjatee berkata:

    jadi ingat kisah lucu
    mahasiswaku gagal ikut ujian ketika UTS
    gara-garanya: terkunci di WC, dan no way out
    halah… ada-ada aja… terpaksa deh remidi..

    sedj

  12. zee berkata:

    Benerrrrrrrrrrrrrrr banget. Bawa HP itu keharusan. Jadi kalau ada apa2 di toilet, bisa calling teman…

  13. tutinonka berkata:

    Saya pernah ke toilet di mall paling besar di Surabaya. Toiletnya bersih, harum. Ya masuk saja dengan santai, dan menunaikan hajat kecil. Sesudah selesai, tengak-tengok, bingung deh. Lah, ternyata di dalam toilet tidak disediakan kran air ataupun tisu! Lho, gimana ini? Padahal masuknya bayar seribu perak. Untung saya selalu bawa tisu basah. Ternyata …. tisu disediakan di luar jejeran toilet, sehingga orang harus ambil tisu dulu sebelum masuk toilet. Pelit banget dah! Kalau pengunjung baru yang belum tahu seperti saya, dan gak bawa tisu, gimana dong?

  14. Hafizah berkata:

    Betul juga ya, salam kenal mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s