Monster Berbahaya

Seputar UN tahun ini…

Masih tetep sedih. 2 tahun berturut-turut mendengar langsung. (Meski tahun -tahun sebelumnya dah sering denger, salah satunya denger dari orang se-kaliber Arief Rachman- dalam sebuah seminar)

Tahun ini yang kudengar dari kawan baikku adalah :

Masih saja ada guru yang menyuruh muridnya memberi contekan kepada teman-temannya. Ada juga ortu yang menyuruh anaknya nyontek ke temennya.

Hebat sekali monster itu!!!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Umum. Tandai permalink.

15 Balasan ke Monster Berbahaya

  1. Lidya berkata:

    Innalillahi, mau jadi apa anak2 kalau di didik seperti itu

    ***mbak Lidya…sebenarnya apa sih yg mau diraih dengan begini ya mbak….apa ya yg bisa kita lakukan.

  2. nh18 berkata:

    Waduh …
    Mengapa nilai itu menjadi demikian pentingnya …
    sampai mengenyampingkan integritas …

    salam saya Bu

    ***apanya yg salah ya om??? sedih sekali mendengarnya.

  3. Prima berkata:

    Papaku membiasakan aku untuk jujur, gak cuma amsalah ujian atau nilai… dan aku mau bilang mbak, waktu sma temenku bilang gini:

    Prim, plis kasih tau jawaban UN bahasa inggris setengah aja, gw bisa ngerjain ilmu lain asal itu pake bahasa indo, gw nyerah kalo itu bahasa inggris… bagaimana gw mau jawab, solanya aja gak ngerti… dan mbak Devi pasti sudah tau apa yang saya lakukan selanjutnya, saya menyelamatkannya sekaligus menaggung dosanya bersama… T_T

    ***hadooohhh….

  4. ais ariani berkata:

    cuman pengen bilang: aku miris kalau mendengar cerita yang seperti itu.entah kenapa yang terbayang hanya carut marutnya sistem pendidikan di Indonesia. kennnapppa siiiih sistem nilai itu penting?
    kenapa nilai di bangku sekolah itu pada akhirnya menjadi angka?
    apakah nilai selalu berkaitan dengan angka?
    argkkhhh… pernah frustasi banget menaggapi wacana kek gini pas skripsi dulu.
    dan yang lebih menyedihkan adalah orang-orang kek aku, yang cuman bisa mikir, ngomong, diem dan no action
    šŸ˜¦
    *

    ***gimana ya is…ada ide, apa yg kudu kita perbuat. Ingat pepatah : Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

  5. Necky berkata:

    Alhamdulillah…hingga saat ini saya masih konsisten dengan tidak mengharapkan hasil tapi proses yang saya inginkan kepada anak2 saya mbak….
    meskipun….waktu UAN tahun lalu harap-harap cemas ……

    ***iya, siapa yg tak cemas sih….tapi apa iya lalu menghalalkan segala cara….ga juga kan….

  6. gusngger berkata:

    Nah…itulah potret anak-anak kita!
    Bahkan anakku sendiri yang menghadapinya langsung.
    Untunglah dia memiliki Ibu yang seperti Mbak Dev kenal.

    Saya baru saja menulis postingan cara membuat anak cerdas.

    Salam…

    ***jadi penasaran, lalu apa yang dilakukan si Ibu? (ngebayangin ibu protes berat di sekolah hehehe)

  7. bundadontworry berkata:

    duh, sebegitu mendewakan nilai daripada integritas anak didik šŸ˜¦
    salam

    ***iya bun….di mana ya sumber masalahnya? sistem? karena ini kan sdh menjadi masalah tahunan…dan semakin memprihatinkan, karena mengajak anak2 berbohong

  8. uDed berkata:

    Itulah yang kita sesalkan Mba, setiap sekolah berlomba-lomba memberi kan nilai yang tinggi kepada muridnya. Walaupun dengan melakukan tindakan yang tidak benar. Lain dengan kita dulu, dengan nilai 80 saja sudah senang. Padahal anak-anak sekarang dituntut agar nilainya 100….

    ***ya kang uDed, mbuh iki apa yg sedang dicari, sepertinya lupa esensi belajar sepanjang hayat***

  9. giewahyudi berkata:

    Saya dulu waktu SD juga disuruh begitu, tapi saya enggak mau sampai guru pada marah dan temen-temen juga..


    ***nah, nah, nah…berarti dari dulu yak beginian?***

  10. Imelda berkata:

    Ntah lah tapi aku senang dengan sistem pendidikan di Jepang yang tidak ada “tidak naik kelas” padahal tidak ada ranking berdasarkan nilai šŸ™‚
    Satu kelas berusaha supaya semua bisa naik kelas, sesuai standar PDK nya

    EM

    ***Mbak Mel…iya mbak….keren banget…***

  11. Nchie berkata:

    Duh menyedihkan ..
    Yang musti di salahkan siapa yah??
    segala cara di halalkan,hanya demi mendapat nilai ..

    ***hiks, sedih memang mbak….kali ini sayanya baru memulai merubah mindset dalam diri sendiri dulu soal nilai sambil terus memberikan pengertian bahwa bukan nilai yang terpenting dalam sebuah pembelajaran, doakan saya bisa ya mbak….***

  12. negerianak berkata:

    Masih saja ada guru-guru menyuruh memberi contekan, kasuistik yang sangat menyakitkan ya mbak Dev….. Hiks Hiks Hiks Aku sedih


    ***la itu mbak, gimana tuh mbak kalo begini….***

  13. Iksa berkata:

    Ha ha ha salahnya UN itu wajib …
    Coba jadi pilihan ..gak semua perlu UN ..

    He he he
    Salam ..

    ***sayangnya lagi, selembar kertas hasil UN juga jadi syarat masuk sekolah lanjutannya***

  14. negerianak berkata:

    pagi mbak dev

    mampir celingak celinguk šŸ™‚

    ***maap belum ada tulisan baru, jadi meskipun clingak-clinguk ya sabar dulu ya mbak…qiqiqi…salam kangen mbak…seneng baca blog barunya***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s