Negri di Awan : Menuju Negri Impian

Sebelum membaca cerita Negri di Awan bagian 3 ini, ada baiknya baca dulu versi sebelumnya ya…

***

Siang itu, cuaca sangat panas. Namun angin semilir  bisa sedikit mengurangi rasa gerah. Sambil tiduran di teras, kakek Padmo teringat kalo dia belum membalas email kepada ketiga putranya. Hampir saja kelupaan gara-gara asyik BW dan main game ‘Go Green’ yang baru saja didapatnya. Ada-ada saja cara manusia bumi menjaga kelestarian bumi, salah satunya dengan megenalkan konsep betapa pentingnya menjaga lingkungan kepada anak-anak sejak dini, salah satunya dengan game yang memang sering dimainkan oleh anak-anak  jaman sekarang yang hampir semua sudah punya iPad seperti miliknya.

To : kartikeya@siwa.net;ganesa@siwa.net;kala@siwa.net

Cc : wisnu_narayana@negeridiawan.go.id

Dear all…

SBB, ups…papa hampir aja kelupaan ngebales email kalian…gara-gara asik BW dan main games nih.

Anak-anak papa, terimakasih atas hasil laporan kalian, itu tandanya sudah menjalankan tugas dengan sangat baik. Oya, papa sekarang ini sedang menyamar di bumi, habis papa penasaran banget sih sama cerita Pakdhe Wisnu tentang upaya manusia bumi menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Rupanya Kanda Narayana benar, papa sampai takjub dibuatnya, padahal ini papa baru meneliti satu keluarga saja loh.

Dari Sumarno-lah, papa jadi kecanduan BW nih. Pasti kalian sudah lebih tau soal dunia blog, dibandingkan papamu ini. Kenapa kalian tak pernah ngasih tau papa sih? Papa dah banyak BW dan melihat banyak v-log. Sekarang papa jadi terbuka matanya, ternyata banyak manusia bumi yang sangat peduli menjada keseimbangan bumi. Kebanyakan dari mereka bahkan tak suka banyak bicara, mereka memulai dari diri sendiri dan keluarganya, hebat bukan? Ini yang papa sangat suka. Bagaimana tidak, di tengah semakin banyaknya orang yang terlalu banyak bicara sekarang ini, membual soal penghijauan, bahkan berani ngembat duit buat penanggulangan bencana, ternyata ada juga orang yang tak banyak bicara tapi melakukan aksi nyata. O,ya bagaimana menurut kalian kalo papa mau bikin blog dan v-log juga?

Ada satu lagi, papa kecanduan game Go Green nih. Suka sekali papa sama games ini. Andai semua orang pintar di bumi ini mau mengenalkan konsep pelestarian alam dengan berbagai cara menarik buat anak-anak, pastilah generasi masa depan akan lebih baik dan mampu menjaga bumi ini dengan baik. Papa jadi curiga, jangan-jangan kalian juga diam-diam suka memainkan games ini, hayoo ngaku aja deh?

Oke deh, segini dulu yak kabar dari papa…gimana menurut kalian, bahasa papa sekarang keren kan? Rupanya papa terpengaruh gaya bahasa gaul yang sering digunakan para blogger. Tapi jangan khawatir, papa tetap tau diri dan harus tetep eiylekhan di depan dewan batara nanti…cu… (aiiihhh tu kan, lagi-lagi terpengaruh deh ah…btw, papa suka banget deh bisa basa gini, rasanya lebih santai, akrab dan asik didenger)

LU, MU, muaacchhh 99999x

Papa Trinetra

(lihat, nama papa ternyata keren juga yach?)

Batara Wisnu senyum-senyum baca tembusan email  Batara Siwa untuk putra-putranya. Yes! Yes! Yes! Sepertinya misi itu berhasil dengan baik.

***

Kakek Padmo pun segera pamit kepada keluarga Sumarno, dengan alasan angin telah meniup bendera di tongkatnya, itu pertanda sudah waktunya untuk melanjutkan perjalanan.

‘Kopi darat yang sangat mengharukan, sekaligus membahagiakan. Kakek senang sekali bisa bertemu kalian semua. Kapan-kapan kita ketemu lagi ya? CU..byeee’

Kakek Padmo segera beranjak pergi, tanpa peduli dengan keluarga Sumarno yang melongo mendengar gaya bicaranya yang amat berbeda dengan waktu pertama kali mereka bertemu.

Di suatu tempat yang sudah diprogramkan GPS, Nandini sudah menunggu.

“Ayuk, tugas kita sudah selesai, cabut yuk!……hai, Nandini!…ayuk, kok diam saja, maksud saya, mari kita segera pulang ke kayangan, kita pulang ”

Rencana kepulanganannya ini segera dikabarkan kepada Kanda Narayana, yang juga sedang sibuk menyiapkan undangan kepada anggota Dewan Batara untuk rapat paripurna.

‘Kali ini pastilah keputusan untuk me-reset bumi bakal di-remove, karena ternyata masih banyak manusia bumi yang sungguh peduli menjaga keseimbangan bumi. Dengan demikian, ini akan meringankan tugasku juga, hingga aku bisa bikin blog, bikin vlog sebagai tambahan sumber informasi di kayangan, kalau perlu semua rekan-rekanku juga harus membuat blog dan rajin BW. Tentu saja sesekali main games Go Green, lalu aku akan menjelma menjadi manusia dan akan kubuat dongeng wayang khusus buat anak-anak di bumi, agar mereka juga mengenal dongeng warisan leluhurnya, aku nggak mau kalah canggih dengan dunia digital. Dongeng wayang-pun bisa dibuat menarik buat anak-anak, daripada anak-anak nonton sinetron yang skenarionya sengaja dibuat panjang lebar keliling luas’ Berbunga-bunga hati Trinetra selama peralanan pulang, sambil terus tak henti memikirkan apa rencana selanjutnya.

Perjalanan yang sangat menyenangkan…saking bahagianya, mulutnya tak henti bersenandung lagu “Pemandangan”  ciptaan AT.Mahmud yang konon sering dinyanyikan anak-anak di bumi, tentu saja ini hasil download dari sahabat bloger di bumi yang sekarang sudah tersimpan di iPod yang dibawanya kemanapun.

Khayalannya terus tak mau berhenti, teringat pas sedang browsing di rumah Sumarno, tak sengaja melihat sebuah video klip yang memikat hati, lagunya tak asing lagi karena sering didengarkan oleh Kanda Narayana, Negri di awan, ternyata dinyanyikan oleh  penyanyi ganteng bernama Katon Bagaskara. ‘Hm, pantas saja Kanda Narayana bermimpi suatu saat bumi akan sehijau seperti pemandangan yang nampak di video klip itu.  Hewan-hewan ceria, tampangnya tidak stres. Ada banyak manusia macam Sumarno di bumi, pastilah hal yang mudah mewujudkan mimpi itu. Blogger2 sahabat Sumarno saja sudah sepaham dan giat menjaga keseimbangan bumi. Impian itu bukan hal mustahil’

Kedatangan Batara Siwa di khayangan sudah disambut oleh Dewan Batara. Sumringah sekali wajah Batara Wisnu. Semua dewa hadir di situ, termasuk Dewandaru, Dewo dan Devi yang akhir-akhir ini sering absen dalam pertemuan Dewan Batara karena sibuk menyamar di bumi. Ini juga menjadi salah satu agenda yang dibicarakan Dewan Batara. Ketiganya harus melaporkan soal ketidakhadirannya dalam Dewan Batara.

Akhirnya, berdasarkan laporan-laporan yang telah dihimpun, Dewan Batara memutuskan bumi tidak jadi di-reset, data menunjukkan bahwa meskipun banyak manusia yang mbambung di bumi ini, namun masih lebih banyak manusia yang memang betul-betul sadar dan mau memelihara alam, maka demi hukum dan tata laksana jagad raya, kiamat untuk keseimbangan bumi di postpone. Rupanya, selama ini orang-orang mbambung itu sangat terlihat karena mereka banyak bicara alias NATO, sementara manusia yang peduli memelihara alam justru melakukan aksi tanpa banyak bicara.

Pertemuan Dewan Batara hari itu ditutup dengan  diputarnya video klip dan bersama menyanyikan lagu tentang negeri di awan.

………
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa, aku menuju kesana
…………

***

Di masa mendatang, data yang diperoleh dari BW juga masuk dalam SOP Membuat Keputusan Penting dalam Dewan Batara. Oleh karenanya semua anggota Dewan Batara wajib punya blog dan membuat v-log yang diupdate setiap hari alias ikutan Post A Day, agar bisa sharing dan tukar pendapat dengan manusia di bumi.

Dewandaru, Dewo dan Devi diberi tugas menyamar sebagai manusia di bumi. nDaru ditugaskan tinggal di Salatiga untuk terus menjaga keindahan alam seperti ‘Negri di Awan’. Dewo ditugasi untuk belajar IT agar informasi dan aktivitas anggota Dewan Batara tak kalah dengan aktivitas manusia di bumi. Sementara Devi, ditugaskan di sebuah instansi pemerintah. Mereka bertigalah yang ditugaskan belajar soal blog, setelah itu barulah mereka diharuskan melakukan workshop soal blogging di Dewan Batara.

Pesan moral : Jangan membakar lumbung padi hanya untuk membunuh seekor tikus.

***

Cerita fiksi yang terinspirasi dari tokoh-tokoh pewayangan ini diikutsertakan sebagai partisipasi dalam  Pagelaran Kecubung 3 Warna di newblogcamp.com.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di blogging, Fiksi-fiksi-an. Tandai permalink.

9 Balasan ke Negri di Awan : Menuju Negri Impian

  1. Ping balik: Negri di Awan : Kemana Angin Mengalir | ♫ Dewo ♪

  2. Wah, tugas kita sungguh berat ya, Bu?

  3. Prima berkata:

    Jujur aku fast reading… T_T tapi entah kenapa pas bagian mbak devi ini aku cepet ngerti… 😛

    sukses ya mbak… 🙂

  4. rully berkata:

    Devi ditugaskan di instansi pemerintah untuk menjadi pelayan masyarakat, untuk meneliti DIPA dan anggaran yang diajukan kantor vertikalnya, bukan hanya untuk blogwalking dan membuat cerpen :p
    just kidding, hehehehe…. peace mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s