Back to basic

Status FB saya hari ini : mambu NKRI…kembali merasakan sensasi melihat peta Indonesia… 🙂

Akhirnya, sudah mantap pilihan ayah untuk balik ke kantor asal, setelah sejak 2002  diperbantukan di kantor lain, yang lokasinya  di seputaran Istiqlal.

Itu berarti, kami sekeluarga harus siap jika sewaktu-waktu dipindahtugaskan ke wilayah yang masih masuk dalam wilayah teritorial NKRI. Kantor asal itu, mempunyai banyak kantor, bahkan di kota kecil yang terpencil. Meski tak menutup kemungkinan masih stay di Jakarta lo ya ….

Pelajaran Geografi bakal kembali marak di rumah kami. Bakal mulai menggelar Peta Indonesia (tapi kebetulan juga sih, tema pelajaran Rahma adalah tentang peta). Sosialisasi soal kemungkinan-kemungkinan perpindahan lokasi tempat tinggal dan sekolah kembali disosialisasikan pada anak-anak.

Tanpa disadari, saya pernah menuliskan hal yang sama pada bulan Maret 2008 dengan judul Persiapan Menghadapi Pola Mutasi. Berarti sudah 3 tahun berlalu…

Ayah, kami semua selalu mendukung keputusan ayah!

Weiiitttsss….tungguuuu, ada satu hal lagi nih yang bakal berubah… (jingkrak-jingkrak dulu), bakalan liat ayah pake seragam lagi deh…..(wah jadi inget, kudu ngejahitin dan nyiapain atribut-atributnya…)

(*dah pada tau kan rahasia soal seragam? *)

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di ayah, Mama. Tandai permalink.

37 Balasan ke Back to basic

  1. masyhury berkata:

    kurang ngeh sama isinya….. 😀
    Tapi okelah, semoga semua baik-baik saja.. haha… *gak nyambung!

  2. Dewi berkata:

    Selamat menikmati Indonesia Raya tercinta Mba Devi…nikmati indahnya saja…ga usah mikir yg susah-susah…

    Sepertinya persiapan mutasi (maret 2008) sudah tercapai semuanya ya…tinggal memanfaatkan saja…
    Turut berdoa juga semoga yg no 1 dapat tercapai…amien…

  3. monda berkata:

    buat anak2 pindah ke mana aja sih senang2 saja
    (ingat pengalaman jadul he.he…)

  4. nunik berkata:

    emang diperbantukan di mana, dev?
    kirain dari dulu smp sekarang masih di tempat yg berseragam itu….

  5. Bang Aswi berkata:

    Wah, dapat keluarga yang harus siap dimutasi ke lain kota (bahkan terpencil)memang harus siap lahir batin. Semoga bisa menikmatinya dengan senang, Mbak … ^_^

  6. tutinonka berkata:

    Mau pindah kemana nih, Devi? Tapi gak masalah lah, blognya tetep ini-ini juga kan? 🙂
    Hm … ayah pake seragam ya? Dari kesatuan apa?

  7. jumialely berkata:

    Mbak dev.. jadi cerita kita untuk mutasi itu beneran,,,,???

    curiga dengan cerita waktu perjalanan pulang itu 😀

    Ayah webek to basic.. hayo bahasaku ini tho mbak e 🙂

  8. chocoVanilla berkata:

    Pindah? Horeeee…. menanti undangan farewell party…..

  9. Susi berkata:

    Boleh pindah rumah asal jangan pindah url, ya mbak Devi.

  10. giewahyudi berkata:

    Lokasi saya cuma setengah kilo dari istiqlal lho.. 🙂

  11. nh18 berkata:

    Hhhmmm …
    Konsep Mobilitas …
    menantang … tetapi juga lumayan kompleks …

    sukses selalu Bu
    sukses selalu Ayah

    Salam saya

  12. Nchie berkata:

    Ayah pake seragam..
    Asikk..*Mba devi jingkrak2*..

  13. Prima berkata:

    Jadi intinya mau pindah kemana mbak? luar jawa tah???

  14. Hari Mulya berkata:

    emang e rahasia seragam apa mbekayu?
    deneng ketone ana sing mencurigakan kiye.. hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s