Berani Katakan Tidak!

‘Selamat, kamu bisa masuk kelas RSBI, nanti bilang sama ayah ya, untuk pembelajaran di kelas, kalian masing-masing iuran @ 700.000 untuk beli LCD, ini surat untu ayah/ibu’

‘Bu, kenapa harus bayar?’

‘IYa, karena kamu masuk kelas khusus’

‘Saya tidak mau bayar bu. Saya tidak mau menambah beban biaya itu sama ayah. Ya sudah bu, kalo memang masuk kelas RSBI harus bayar segitu, saya ga usah masuk kelas itu’

‘Lo…itu kan kelas anak-anak pintar? Rugi kamu ga di situ?’

‘Maaf bu, saya bisa belajar di mana saja, yang penting saya belajar’

‘…….’

***

Orangtua mana sih yang ga bangga dan pengen anaknya masuk kelas RSBI?

Sedikit gemes dan kecewa menggelayut di hati. Namun seketika terkalahkan oleh bunga yang bermunculan di hati, semakin banyak seiring desah napas ini, bahkan sampai saat menuliskannya.

Terimakasih Nak, kau sudah menyadarkan kami. Kami sudah melewati hidup lebih lama darimu, bukan berarti kami lebih pintar darimu, banyak hal yang kami  pelajari darimu.

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Fiksi-fiksi-an. Tandai permalink.

12 Balasan ke Berani Katakan Tidak!

  1. Iya, bener banget tuh…

  2. Abi Sabila berkata:

    ‘Maaf bu, saya bisa belajar di mana saja, yang penting saya belajar’ saya suka sekali dengan kata-kata ini. Sekolah hanyalah salah satu tempat belajar, bukan satu-satunya.

  3. archer berkata:

    salut sama anak tsb, berarti dia sudah cerdas, salah satu tanda kecerdasan adalah berani mengkritik, berani mengatakan tidak atau berani mengatakan: eits.. tunggu dulu… hehehe

  4. wajidi berkata:

    RSBI seolah menjadikan peserta didik terkotak-kotak dalam status dan kemampuan finasial. Banyak anak cerdas, karena mungkin ekonomi orang tuanya lemah, boleh jadi ia tak bisa masuk RSBI….dilematis

  5. Wandi Sukoharjo berkata:

    Benar mbak, kita nggak harus memaksakan kehendak kita kepada anyak, karena anyak kitalah nyang akan menjalaninya. Jika anyak sudah enjoy, hasilnya akan lebih baik, dan sebaliknya.

  6. nh18 berkata:

    Anak-anak memang luar biasa …

    Tanpa bermaksud untuk berfikiran yang tidak-tidak …
    Kelas pilihan …
    Kok suruh bayar lagi ya ?
    Banyak yang mau masuk kelas ini rupanya … ?

    Salam saya

    Salam saya

  7. sunarno2010 berkata:

    kelas pilihan? kalau benar berarti boleh tidak ikut dong, karena tidak ikut juga pilihan

  8. fajar berkata:

    berani dunk,,,
    slm knl gan….dr blog sblah.visit back ya,saling brkunjung 😀

  9. yoriyuliandra berkata:

    Yea.. that makes sense.
    RSBI sepertinya sudah layak untuk menerima evaluasi, baik internal apalagi eksternal.
    Produk mereka juga semestinya ada tolok ukurnya

    Bayarnya lebih mahal,
    berharap saja hasilnya optimal

  10. bundadontworry berkata:

    hmmm….mengharukan,
    anak2 kadang sering mengejutkan ya Devi
    kita bisa banyak belajar dr sikap mereka
    salam

  11. Prima berkata:

    Ya ampun anak-anak jaman sekarang sudah tau pikirnya… kok jaman aku kecil kaya anak2 banget, anyway lagian aku mana ada kelas pilihan kaya gt… yang biasa2 aja lha… yang penting belajar dan bermain sama2 teman2….

  12. Prima berkata:

    typo: sudah “tua” pikirnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s