Harmony : Lukisan Bunga

Saat kakak jadi pengibar bendera di sekolah, saya sibuk mengintip dari kejauhan. Meski cuman upacara bendera rutin di sekolah, tapi hati ini tak pelak lagi kuakui, ada banyak bunga yang terlukis di sana šŸ™‚

***

‘Pah, sesuk teng sekolah wonten kampanye, pripun nggih carane kampanye niku?’

‘Kampanye opo kuwi’

‘Biasa lah, pemilihan Osis’

‘Hah???Kowe sing kampanye? Duh, kene-kene, ngene lo carane’

‘…….berdiskusi……’

***

Saat hari itu tiba…

Kulihat papa melambaikan tangan di luar pagar sekolah dengan heboh, mungkin sengaja agar bisa terlihat olehku. Kesal!!! Ah, papa…rupanya papa nggak tahu bahwa kehadiran papa justru membuat aku tambah gemetar tak karuan. Takut ada yang salah. Takut ada yang kelewat dari apa-apa yang telah diajarkan papa malam itu. Aku takut papa kecewa akan hasil pemilihan nanti.

***

Kini kutau, bukan soal penampilanku kala itu, papa bahkan tak akan peduli apa yang aku ucapkan, sesuai atau tidak dengan draft yang sudah kami buat bersama, terpilih atau tidaknya aku sebagai ketua OSIS, tapi lebih kepada banyaknya bunga yangĀ  terlukis di hati papa saat itu.

***

Maafkan kesalku itu, pa!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Harmony, Mama. Tandai permalink.

19 Balasan ke Harmony : Lukisan Bunga

  1. Nchie berkata:

    Hmm so sweet…
    seberapa banyak bunga yang ada di hati papa saat itu…
    hiks..terharuu biruu…

  2. Lha akhire jadi ketuwa ndak?

  3. wulanmanjol berkata:

    semoga si kakak terpilih jadi ketua osis yah?
    salam kenal šŸ™‚

  4. jumialely berkata:

    pasti bunga di hati papa itu selalu bermekaran ya mbak devi.. love you mbak

  5. bundadontworry berkata:

    hiks………..terharu biru ……… šŸ˜„
    Papa selalu melukis bunga2 itu di hatinya ya Devi………..
    salam

  6. nh18 berkata:

    Ya …
    saya yakin bunga itu bermekaran di hati Papa …
    Tak peduli apa yang kau katakan
    tak peduli hasil apapun yang menjadi pilihan seluruh siswa sekolah …
    yang jelas …
    yang sedang berdiri di depan sana adalah …
    sekuntum bunga …
    yang selalu dibanggakannya

    Salam saya

  7. Ikkyu_san berkata:

    ah aku mengerti banget perasaan kakak melihat papa…. nervous
    tapi aku juga mengerti perasaan papa…bangga

    kelak kalau kakak jadi ortu pasti akan merasakan juga šŸ™‚
    senang baca blog ini Devi

    EM

  8. Prima berkata:

    aw, aw, awwwwww… harmony! wkakakakakaak…

    masih dalam rangka mengenang si papa…

    kalau sudah jadi orang tua… jadi tahu sendiri apa yang sedang terjadi di masa silam… so sweet.. ^^

  9. rully berkata:

    hmm, kayaknya ada tema khusus tentang papa. Self healing atas masa lalu mbak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s