Kesalahan Orang Tua

Jadi ortu selain membahagiakan juga membuat kita harus banyak belajar berbagai hal. Oya, pengen berbagi sedikit materi yang pernah kudapat dari pelatihan yang diselenggarakan Kita dan Buah Hati.

Apa saja sih kesalahan yang sering dilakukan ortu dalam pengasuhan?

Tidak Kenal Anak

Yang dimaksud di sini adalah tidak mengenal tahapan perkembangan anak. Padahal, di era digital sekarang ini, mudah saja mencari informasi lewat internet, apalagi ortu sering terserang mudah lupa, ada baiknya rajin mencari setidaknya membaca tahapan-tahapan perkembangan dari bulan ke bulan. Selain itu, ortu juga harus tahu bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing,  hingga tak bisa diperlakukan sama.

Apa yang terjadi jika tak paham tahapan perkembangan anak? Ortu akan mempunyai harapan yang tidak wajar, standar yang dibuat terlalu tinggi, tak sesuai dengan tahapan kemampuannya.

Tidak Sabar

Kadang ortu pengennya tuh ya anak-anak cepat pintar, cepat bisa, cepat selesai, alias pengennya instan 😦

Tidak berkomunikasi dengan baik dan benar

Kebanyakan dari kita masih punya masalah komunikasi dengan anak, masih menggunakan 12 gaya populer yang sudah turun temurun dilakukan entah mulainya sejak kapan (entah juga kapan akan berakhir…hiks…), jadilah kita sebagai sosok yang sering mengintimidasi.

Ingin mewujudkan hasrat yang dulu ga kesampean (ketakutan akan masa depan)

Tanpa sadar ortu sering melakukan hal ini. Pengen apa yang dulu ga kesampean, bisa dilakukan oleh anaknya. Ada sih hal positifnya, tapi hati-hati, karena rawan sekali, kadang yang didapat justru hal negatif. Apalagi kalo sudah makan ‘gengsi’ , hadooohhhh…

Tidak konsisten akan hak dan kewajiban

Yang terjadi adalah justru ortu tidak memuliakan anak dan tidak mengajarkan adab yang baik.

(Sumber : Materi Pelatihan Disiplin dengan Kasih Sayang, Yayasan Kita dan Buah Hati)

*****

Devi….semangat ya Dev!!!! Ingat dan jangan dilakukan lagi ddoooonnggg!!!

Hikss……

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama, parenting, Pelatihan, YKBH. Tandai permalink.

6 Balasan ke Kesalahan Orang Tua

  1. ais ariani berkata:

    Ingin mewujudkan hasrat yang dulu ga kesampean

    mbakDev, aku yang belon nikah dan belon punya anak ajah punya loh pikiran kek gitu. kek aku nih sekarang kan belepotan bahasa inggrisnya, aku pengen anak ku dari TK udah aku ajarin bahasa inggris (emak nya dulu yang harus belajar)
    terus aku gak jago berenang, suara ku fals, gak bisa gaep maen alat musik, aku pengen besok anak ku bisa apa yang aku gak bisa.
    ya ampuuuun.. padahal calon bapak nya ajah belum ada. betapa hebat nya daya khayal ku ini
    (dan betapa salahnya teenyata)

  2. chocoVanilla berkata:

    Nyong kadang jadi ortu sing galak, kadang jadi teman yang akrab, kadang malah bermanja-manja ma anak 😀

    Wis sing penak baelah, sing penting kabeh hepi 😀

  3. Necky berkata:

    Setiap anak memiliki keunikan sendiri-sendiri….saya setuju banget tuh mbak…sebab saya punya 3 anak…memiliki karakter yang sangat berbeda….apabila kita tidak mengenalinya dengan baik…bakalan repot mengendalikan dan mendidiknya….
    ayo…kenali anak2 dengan baik……..

  4. Nchie berkata:

    Aku baru punya satu Mbaa…
    Memang anak terkadang harus di posisikan sama dalam artian,bisa menjadi sahabat,teman,kakak,ade,anak…
    lebih banyak berkomunikasi ma anak,itu yang terpenting,ya curhat2 gitu deh..
    Ayo smangat Mba Devi..
    Ayo smangat Nchie..

  5. bundadontworry berkata:

    wajib , kudu dan harus tuh kalau mengenal anak sendiri.
    karena anak2 selalu unik, beda karakter dan keinginan, jadi kita sebagai ortu memang kudu jeli juga bijak menyikapinya .
    salam

  6. Ikkyu_san berkata:

    aku justru sekarang bercermin pada diri sendiri
    krn dulu aku dididik disiplin sekali, sampai tidak bisa nafas.
    Jadi sekarang memberikan kebebasan berpikir dan memilih pada anak-anakku.
    dan ternyata bisa. Hubungan yang kudamba adalah berteman dengan anak-anak, karena dulu aku tidak bisa bercerita pada ortuku.

    EM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s