Tak Terlupakan (Kopdar @ Taman Simalem Resort)

Sehari sebelum keberangkatan ke Medan, baru kudapat balasan email dari mbak Lely, sekaligus sms di hp…(bengong, cepet banget yak dapet no hp saya, berbakat jadi intel rupanya). Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di hari Jumat. Deg-degan juga ya mau bertemu teman blogger 🙂 maklum lah, saya termasuk jarang kontak dengan mbak Lely, di blog masing2, palingan kita ketemu dan timpal-timpalan di blog Pakdhe Cholik dan Om NH18.

Pas mbak Lely nanya, kira-kira kita pengen kemana, dengan tegasnya menjawab “Pengen ke Danau Toba” . Mungkin mbak Lely bengong saat membaca pesan sms saya, mengingat waktu yang tersedia buat jalan-jalan sangat sedikit…hehehe…. jawabannya “wah kalau Danau Toba kayaknya ga cukup mbak” sedikit memupuskan harapan untuk meninjau danau terkenal itu.
Jadilah kami sepakat mengganti tujuan ke Brastagi (ini tulisannya yang bener Brastagi atau Berastagi ya?). Belum ada gambaran soal Brastagi, selain mengandalkan ingatan masa kecil, kalo Brastagi itu saya kenal dari permainan monopoli 🙂

Keesokan harinya, jam 13.30, baru deh bisa berangkat. Tiba-tiba datang sms “Mbak dev, kita ke Simalem aja ya, pokoknya bakal tak terlupakan deh mbak” Wah…Alhamdulillah, karena saya dah mupeng banget pas liat keluarga mbak Ida pergi ke sana dari foto-foto di FB.
Meski berpacu dengan waktu, tak menyurutkan niat menuju Simalem.
Rupanya bener kata mbak Lely, bakal jadi ‘pengalaman yang tak terlupakan’ karena aneka rasa bermunculan dalam perjalanan ini. Mulai dari excited, seneng, cemas, takut, ngeri, heboh, tak terduga.

‘Neng kene to, lampu merah ki gur dicuekin thok, ra berlaku, kabeh nyolong ae, koyok ga kroso salah kae, wis, serem aku, padahal yo sering kecelakaan lo ndke lampu merah, pancet ae ra peduli’ mbak Ida bercerita saat kami menuju ke rumahnya, dan terbukti, setiap lampu merah kita berhenti, malah kita di-klakson teus sama mobil belakang!

Mbak Lely mengajak 3 rekannya Pak Nar dan Pak Budi. Pak Nar yang menyetir mobil. Begitu ketemu, kita langsung ganti naik mobil mereka dan kenalannya ya di mobil. Mobil berasa bergoyang, kupikir karena kondisi jalan yang ga rata, ternyata…mobilnya yang kurang sehat, agak kecapekan kayaknya karena penumpang di belakang ‘kelas berat’ semua hehehe….kalo pelan malah berasa banget goyangnya, kalo kenceng kok ga berasa ya….weh weh weh, apa itu alesan Pak Nar untuk laju kencang sekali? (entahlah, saya sendiri ga yakin, karena dugaan saya Pak Nar emang hoby ngebut)

Baru sampe lampu merah pertama, menyaksikan mobil yang ditumpangi melanggar lampu merah bahkan menerobos rambu dilarang masuk 🙂 eeeehhhhh ga sampe 3 menit, ada yang nyusulin kita, pake motor, pria berseragam yang menginstruksikan agar kami mengikutinya ke pos terdekat! Ditilang…hayaaahhhh…belum apa2 udah ditilang…..padahal obrolan kita aja masih belum cun-in, masih basa-basi perkenalan. Untung kami ini emak-emak beranak 3, jikalau masih single…pasti malu sekali Pak Nar itu, hahaha…. kalo bahasa gaulnya ‘tengsin berat’

Terus kita mampir ke pom bensin, setelah mbak Lely mengatakan GALON. Maklum…terjadi ‘roaming’ teman-teman….jadi kami sibuk menerka arti banyak kata 🙂 kurleb artinya isi bensin dulu kali ya….

Perjalanan keluar kota Medan rupanya perjalanan berat! Jalurnya meliuk-liuk, berbukit-bukit, naik turun, padat, kondisi jalannya rusak pula…(lebih berat dari jalur selatan yang biasa saya tempuh kalau mudik ke Purbalingga, masih lebih berat juga dari jalur Semarang lewat Wonosobo). Sepertinya ini jalur terberat yang pernah saya tempuh. Ada yang bilang, kalau lolos jalur ini, berarti sudah siap bawa kendaraan lintas Sumatera…..

Bisakah dibayangkan bagaimana mobil kami melaju??? Untung saya ga mabuk…tapi kalo boleh dilihat di foto, saya terlihat pucat!!! 😦
Sepanjang jalan, kami sibuk berpegangan tangan, bahkan sampe biru nih tangan saya gara-gara dipegang (tepatnya dicengkeram) rekan saya….(ini saya buat lebay, sesungguhnya tak demikian..) Olahraga jantung beneran deh….masih beruntung ga sampe kumat asmanya…
Kami bertiga sibuk menjadi komentator perjalanan (yang pasti bikin Pak Nar sebel banget), pelan mas…awas ada mobil mas…tikungan mas…weeeeehhhhh kok ga direwes, lali nek iki medan, kudune ambek nada mbentak ‘pelan bang!!!’ (mbatinku). Rupanya perkiraan saya salah…mbak Lely yang orang Medan justru sebagai komentator tersopan….’Pak Nar, tikungan pak….’ Selanjutnya tentu saja saya yang paling menyebalkan….hahaha….maafkan ya pak, sudah tradisi….dari sononya, kebiasaan!

Kami berhenti di Penatapan Brastagi, untuk menikmati jagung rebus dan segelas bajigur. Hmmmm seger banget….hawa dingin mulai terasa….ga beda jauh sama kawasan puncak, bedanya di sini hutannya masih banyak dan ada monyet berkeliaran minta jagung. Catat ya, minta jagung….soalnya dikasih kulit jagung kok dibuang…. Foto-foto dong…pasti….sayangnya sore itu sudah mulai berkabut.

Perjalanan ke Simalem masih jauh, tetap berliku, berlubang, kencang, meliuk-liuk….melewati Pancur Batu, Sibolangit, Brastagi, Kabanjahe, (urutannya gimana ya….lali aku). Berkesan, melewati kebun jeruk, sayuran, banyak juga tempat wisata yang terlewati dan ga sempat mampir, karena ngeburu Simalem 🙂 yang konon bisa mengobati keinginan kami soal Danau Toba.
Oya, ada satu hal yang kami heran…kami melewati Jalan Jamin Ginting…kami pikir, Jalan Jami Ginting ini kok panjang banget….ternyata setiap ganti wilayah, selalu ada Jalan Jamin Ginting, kok ya pas kami lewat terus 🙂

Akhirnya sampe juga di Simalem, tempat yang kami tuju : Taman Simalem Resort, Pearl of Lake Toba
Subhanallah….pemandangan di sana sungguh indah, benar-benar indah. Sayang kami hanya bisa menikmati satu lokasi saja, karena keburu malam. Sebenarnya di situ ada beberapa lokasi yang menarik. Kabut juga sudah turun, menghalangi pandangan kami ke arah Danau Toba, sekaligus sulit mendapat foto yang indah. Bagaimana kalau tanpa kabut, pastinya lebih indah….resort ini memang dibuat agar kita tetap bisa melihat kindahan Danua Toba dari puncak. Kereeennnnn banget deh…mantap, ga nyesel bisa sampai sini. Bener kata mbak Lely, TAK TERLUPAKAN.

Kalau teman-teman ke Medan, jangan lupa deh mampir ke sana….nggak rugi deh….

Anehnya, selama perjalanan saya kok gabisa tidur ya, padahal biaanya saya selalu molor kalo di mobil…Perjalanan pulang ga jauh beda dengan perlanan berangkat, kali ini jalannya menurun. Melengkapi kata tak terlupakan, pas hampir sampai Medan….mobil kita ditabrak dari belakang saat ada mobil di depan berhenti mendadak. Penyok sedikit deh….
Sampai hotel jam 23.30, mandi terus buru-buru tidur, karena besoknya harus bangun jam 4 pagi, ngejar pesawat paling pagi…..

****
Terimakash ya mbak Lely, Pak Nar, Pak Budi yang sudah meluangkan waktu menemani kami sampai ke Simalem. Sudah liat Danau Toba deh, meski dari jauh…kapan-kapan kita ke Danau Tobanya, kalau perlu nyebrang sekalian….Maaf ya kalau ada salah-salah kata….
Senang berkenalan dengan kalian…..

Berhubung lagi musim bonus foto, ini ada beberapa foto yang bisa dilihat sebagai bukti perjalanan kami.

Foto Simalem Resort lengkapnya tersedia di Google, silakan klik di sini

Iklan
Pos ini dipublikasikan di blogging, Mama, pERJALANAN, wISATA. Tandai permalink.

34 Balasan ke Tak Terlupakan (Kopdar @ Taman Simalem Resort)

  1. Santi berkata:

    Setuju mbak…Pengalaman tak terlupakan…Seru…serasa ikutan balap mobil, cuma ini treknya berkelak kelok, penuh lubang dan berdaki *lho koq malah koyo’ syair lagune Iw*n Fals, hehehe
    (disopiri orang Medan pula, lengkap sudah kesan “tak terlupakan”nya)

    Bagaimanapun..terima kasih banyak ya Mbak Lely n tim..udah ngajak kita berkunjung ke Simalem, maafin kalo ada kekhilafan (dan kecerewetan) kita selama perjalanan kemarin.. 🙂

  2. nh18 berkata:

    This is what I always call …

    THE BEAUTY OF BLOGGING …

    saya tidak menyangka kalau Bu Devi bisa ketemu Bu Lely

    Salam saya Bu

  3. Jumialely berkata:

    hu huiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii menyenangkan

  4. Wah asyik nian…
    Fotonya keren2. Itu pake kamera baru? (hehehe)

  5. Pendar Bintang berkata:

    Waduh Mbak…senengnya…yang habis kopdaran….suer..sempat dibikin sirik pas Mbak Lely bilang habis kopdaran ama Mbak Devi….

  6. Nchie berkata:

    Waduh senengnya kopdaran,meski menempuh perjalanan jauh dan berliku,tapi terobati kan Mba Dev,apalagi ketemu Mba Lely tuh..

    Fotonya keren2..mau ahh kesana..
    Mba Lely tunggu akyu yah hhihi..

    • Devi Yudhistira berkata:

      Kami sering ke Bandung lo mbak….hayuk mau ketemuan di sana?

      Tapi aku ga ngerti jaln, taunya cuman gegerkalong sama ke lembang.
      Nyerah kalo suruh muter2 di Bandung.

      Sabtu besok, insya Allah kami di Hotel Isola Resort, ada training matematika di sana…

  7. bundadontworry berkata:

    asik, dan seru pastinya …………..
    tiap kali ada blogger yang kopdar , aku ikut tersenyum memandangi foto2nya yang indah dan penuh keakraban.

    dunia blog, memang dunia maya yang bisa jadi nyata , da penuh keindahan ya Devi 🙂
    salam

  8. gayahidup berkata:

    Mbak Lely dan Devi……………
    dua2nya aku sayang, dua2nya juga aku pingin ketemu …………. 🙂
    salam

  9. Pengamat Kopdar berkata:

    Dinda masih beruntung diajak jalan2,lha saya waktu ke Medan malah disuruh ngantar ke pasar doank je, apes banget.
    Apik crita dan gambarnya.

    Salam hangat dari Surabaya

  10. Prima berkata:

    Jiaahahahaahaha… disuruh mbak Jum ke sini buat laporan kopdarnya, baru nyadar… hahahahahaha….

    Bukan Brastagi, atau Berastagi mbak… yang benar itu Berastajin, wkakakakakkaa… *sukanya ngerjain orang tau

    Mbak, aku malah belum pernah menginjakkan kaki ke tanah batak, parah kan.. wkakakakaka… Mudahan kapan-kapan ya, dan pasti ke simalem… 🙂

  11. Bang Aswi berkata:

    Asyiknya kopdar di tempat yang mengasikkan, apalagi di tanah Sumatera yang belum pernah saya jejakkan … ^_^

  12. gerhanacoklat berkata:

    wahh kak Devi ke berastagi?
    ondeeh awak dah lama tak kesana kak cemana? enak kan? 😀

  13. dina.thea berkata:

    wah seru yahh akhirnya bertemu muka

  14. monda berkata:

    wah… wah… akupun belum pernah ke danau Toba, he..he…
    cuma lewat sebentar doang

    enaknya kopdaran ….

  15. Necky berkata:

    kebayang perjalanan yang seru,…..pake di tilang polisi dan tabrakan…..hahahahaha.
    Tapi pengalaman (sekali2nya ke medan) teruys terang kaget juga…karena kalau lampu lalu lintasnya merah pada banyak yang jalan sedangkan hijau justru paad ngerem (takut banyak yg nyelonong lampu merah kali yah??)….

  16. PuteriAmirillis berkata:

    brastagi dan kopdar yang indah,,jadi pengen mbak,,,

  17. Kakaakin berkata:

    Subhanallah… Indah memang pemandangannya (sayang pics-nya imut2)
    Tapi kok ya pose2nya itu loh… nggaya banget, hehe…. 😀

  18. mr. sectiocadaveris berkata:

    waah keren yaa.. apalagi pemandangan dari puncak bukit
    (padahal saya sendiri anak medan blm pernah main ke sana lho, jadi kepingin)
    :mrgreen:

  19. Patrick berkata:

    masih bnyak tempat” wisata di sumatra utara,,,
    bukan cuma itu aja…
    aku asli anak Medan…
    law mau ngasih saran…
    kunjungi juga tempat” di bawah ini krna aku suka travling:

    1.Tangkahan
    2.Bukit Lawang
    3.Air terjun dwi warna
    4.air terjun sipisopiso
    5.menara pandang tele
    6.Pulau Samosir
    7.Prapat
    8.Museum TB Silalahi (tempat wisata terindah di provinsi Sumatra Utara)

    Makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s