Speechless

Setelah sholat maghrib, Rahma, gadis kecilku, dia menangis terisak dalam doanya…entah apa yang dia panjatkan…

Tak berapa lama, dia memelukku, memegang tanganku erat dan menciumku.

‘Maafkan aku ya mama, aku ga pernah punya niat bikin mama dan ayah kesel, aku pengennya juga selalu ingat peraturan…tapi gatau deh kenapa aku jadi sering lupa peraturan…aku jadi bikin mama dan ayah sedih deh…’ pelukannya semakin kencang, suaranya bergetar sambil menahan tangis tak pecah, sesak dadaku menahan gejolak hati yang tak karuan. Hanya membalas pelukan yang bisa kulakukan, sambil terus membelai kepalanya.

‘Ma…aku menyesal….kenapa aku malah sering berkata yang tidak baik….hiks…padahal perkataan itu doa….aku juga suka kesel sama mama, kalo lagi belajar aku ga pernah dikasih tau jawaban sama maksud soalnya apa, aku jadi kesel sama mama deh. Astaghfirullah ….ma…doakan Allah memaafkan aku ya ma.’

***

Speechless…..

***

Terimakasih ya kak, sudah menambah satu pelajaran dalam hidup ini. Mama takbisa berkata, bukan karena mama tak mau bicara dan menanggapi ucapanmu. Terlintas di kepala Mama, betapa sering mama mengecewakanmu, betapa sering mama membuatmu kesal dan sedih.

Tangis mama bukan karena kesal dengan tingkahmu…mama sungguh malu denganmu, mama sungguh tertohok oleh kata-kata yang keluar dari mulut mungilmu di usia beliamu. Mama sungguh iri kepadamu, Nak.

Penyesalanmu, tangismu, permohonan maafmu, meski susah payah dan terus terisak, kau berani mengungkapkannya….

Sementara mama?

(Doakan mama ya Nak, mama banyak salah nih sama kakek dan nenek…masih banyak penyesalan, permohonan maaf yang tersimpan di hati saja karena mama tak berani bicara sepertimu)

***

Arrrgghhhh kenapa sih orang dewasa begitu sulit  melakukannya?

***

Latar belakang cerita, sore itu, Rahma berantem dengan Syafa…entah kenapa, keluarlah kata ‘oon’ dari mulut Rahma. Ayah menegur kakak.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di belajar dari anak-anak, Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

9 Balasan ke Speechless

  1. Necky berkata:

    pertamax ahhhhh….mudah2an kita selalu dapat belajar dari anak2… hebat euy anak2nya mbak…..semoga menjadi anak2 yang sholeh dan sholehah

  2. jeepiid berkata:

    heemm bangganya… pola penyampaian, pendidikan, pengarahan, contoh sehingga bisa membentuk pola pikir anak yang begitu, semoga aku bisa… ajari ya mbak, ato sering2 tak main ke sini, makasih

  3. ciwir berkata:

    sungguh… speechless

  4. Prima berkata:

    *gak sanggup komen*

    >,<

  5. riri berkata:

    SUBHANALLAH….. doakan tante juga yaaaa…

  6. chocoVanilla berkata:

    Berbahagialah kau, Jeng, punya malaikat cilik yang berani berkata “maaf”. Sudah selayaknya kita mencontoh mereka. Berkata “maaf” jika memang kita bersalah. Sun sayang buat Rahma yaaa….

  7. nh18 berkata:

    HHmmm …
    Semoga tidak keluar lagi kata-kata itu ya Bu

    Salam saya Bu

  8. bundadontworry berkata:

    Alhamdulillah, bahagia dan bangganya dirimu Devi, punya Rahma
    yang demikian sholehah nya …….
    (nulis komen sambil mewek ) 😥

    kita memang banyak belajar dr anak2 ttg ketulusan dan kejujuran ya Devi
    salam sayang bunda utk Rahma yg cantik..
    salam

  9. ais ariani berkata:

    *nyaris menangis*
    inget mamah yang baru ketemu kemaren mbak Dev,
    terakhir berantem sama mamah ampe mamah nangis,
    aku jadi ikutan nangis.
    terus kami berdua peluk – pelukan nangis bareng..
    huaaaaaaaaaaaaaaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s