Persiapkan Generasi Peduli Lingkungan

Cerminan yang memprihatinkan

Membuang sampah pada tempatnya, sepertinya mudah, namun pada kenyataannya ini memerlukan konsistensi yang luar biasa. Masih ada orang yang membuang sampah sembarangan di jalanan. Bahkan kadang sampah yang melayang itu berasal dari sebuah mobil mewah, yang penumpangnya kita semua yakin adalah orang-orang terpelajar. Ada apa dengan mereka?

Kalau pada orang terpelajar saja susah menanamkan budaya membuang sampah pada tempatnya, bagaimana dengan orang-orang yang tidak terpelajar?

Masih banyak pula orang yang membiarkan lampu tetap menyala saat kita tidur. Anak-anak jadi terbiasa dengan lampu terang, padahal itu jelas-jelas tidak menghemat energi dan tidak menghemat kantong kita juga šŸ™‚

Bagaimana dengan anak-anak masa kini yang suka main games di computer? Kesadaran masyarakat akan manfaat mainan edukatif saat ini semakin kuat. Sementara harga mainan edukatif di pasaran relative mahal. Apakah mainan itu dapat kita buat sendiri? Merasa repotkah jika harus membuat?

Mulai dari diri sendiri, mulai sejak dini

Bagaimana dengan kita sendiri? Sudahkah kita konsisten menjaga bumi tempat kita tinggal? Hal-hal sederhana apa sih yang bisa kita lakukan? Setidaknya bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan tempat tinggal kita. Tak perlu muluk-muluk, kita mulai saja dari diri kita sendiri. Lalu jadikan hal tersebut sebuah aturan dalam keluarga kita. Kekonsistenan orang dewasa akan menjadi sebuah teladan yang terus melekat dalam benak anak-anak sampai mereka dewasa.

Bayangkan jika semua keluarga di muka bumi ini melakukan hal tesebutā€¦.

Membuang sampah pada tempatnya

Gampang-gampang susah membuang sampah pada tempatnya. Kekonsistenan memang selalu ada ujiannya. Kadang, kita pengen banget nih buang sampah pada tempatnya, tapi sudah keliling-keliling eeeehhhh ga ada tempat sampah. Namun kalau kita sudah komit, tentu harus kita laksanakan, ingat apa manfaat dengan membuang sampah pada tempatnya, bukan hanya untuk kebersihan lingkungan sekitar kita, tapi kita sedang memberi contoh kepada generasi penerus bangsa ini, anak-anak kita.

Memadamkan Lampu Saat Tidur

Riset ilmiyah menegaskan bahwa tetap menyalanya lampu pada saat tidur akan mempengaruhi proses vital yang ada di dalam otak manusia, dan hal tersebut akan menyebabkan gangguan berakibat kegemukan. Oleh karenanya perlu mematikan lampu pada malam hari guna kesehatan tubuh dan otak, sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW yang tertuang dalam suatu haditsĀ ā€œMatikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.ā€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Membiasakan mematikan lampu ruangan setelah tidak digunakan juga hal sederhana yang kadang terlupakan. Apa yang dilihat oleh anak-anak soal kebiasaan kita itulah yang akan menjadi kebiasaan mereka kelak.

Kreatif, hemat, memanfaatkan barang bekas

Siapa bilang anak-anak tak senang dengan mainan buatan sendiri? Bukan saja proses membuat mainan yang akan membuat anak-anak terbiasa berpikir kreatif, namun kegiatan itu juga melatih otak kanan dan otak kiri sekaligus. Selain itu kita dapat menabung karena kegiatan ini juga dapat mengurangi pengeluaran kita untuk membeli mainan. Manfaatkan barang-barang plastik/kaleng yang ada di rumah untuk menjadi alat peraga belajar bagi mereka. Saat ini banyak sekali source di internet yang bisa dijadikan alternative awal untuk orangtua. Awalnya mungkin kita ga punya ide, tapi tak perlu khawatir, seiring berjalannya waktu, anak-anaklah yang akan punya segudang ide kreatif hasil pemikiran mereka sendiri. Ternyata menjaga lingkungan juga membuat anak-anak kreatif bukan?

TK-B RA Istiqlal, Save Our Earth Grant From Allah

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Istiqlal, kuis, Mama, RA Istiqlal, Umum. Tandai permalink.

5 Balasan ke Persiapkan Generasi Peduli Lingkungan

  1. gaya hidup berkata:

    setuju, Devi
    untuk memulainya , dari diri sendiri dulu, lalu kesekeliling kita .
    insyaallah, menjaga lingkungan jika disadari bersama2 , hasilnya akan lebih maksimal ya .

    Selamat ya Devi, semoga beruntung dikontes ini šŸ™‚
    salam

  2. ais ariani berkata:

    mbak Dev, aku pernah se rumah sama seseorang, nah dia kalau pergi atau keluar dari suaturuangan (misal kamar mandi), dia gak pernah mati in lampu. padahal udah aku bilangin berkali – kali.

    ternyata dia tidak dibiasakan dari kecil hal yang kesan nya sepele tapi penting banget loh itu.
    dari kecil aku udah diajarin buat matiin lampu (mamahku agak sedikit sering negor soal air, listrik yang digunakan seenaknya).. dan ada gunanya (banget ) udah se gede ini.

  3. Prima berkata:

    Saya sih percaya kalo yang memanfaatkan barang bekas itu… šŸ˜€ *jadi ingat aku masih punya utang ~^^’

    Kalo masalah buang sampah saya sudah “passed” mbak! LULUS! *buang sampah di jalan dendanya 300USD kalo gak salah… (-_-‘)

    mendingan tuh sampah aku telen daripada bayar segitu, wkakakakakak…

  4. nh18 berkata:

    Setuju Bu …
    Mulai dari diri sendiri, mulai sejak dini
    dari hal-hal kecil disekitar kita …
    yang berada dibawah kendali kita …
    ndak usah berkoar ke hal-hal yang di luar kendali kita …
    kita mulai dari sekitar kita dulu

    Salam saya Bu

  5. giewahyudi berkata:

    Sekarang harus dimulai untuk seminim mungkin menghasilkan sampah..
    Misalnya, kalau beli makanan apapun diusahakan enggak pake kantong tapi bawa tempat sendiri, biar enggak perlu ada sampah plastik kalau mau makan.. šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s