Cinta, hanya soal jatuh dan bangun

Pernahkah, kau memuja seseorang dengan segala macam kebaikan (dan keburukan?.. hm…nggak juga sepertinya), mencari cara untuk berkenalan dengannya, mulai merindukan sebuah pertemuan, rela menghabiskan pulsa hanya sekedar SMS lalu ngobrol bilang ‘kangen’ atau ‘sayang’ atau apa aja deh (termasuk nanya sudah makan apa belum, lagi ngapain dll) ?

Lalu kau akan dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa seseorang itu tak seperti yang kau harapkan (bisa jadi dia tak sebaik yang kau kira, atau dia tak menghiraukanmu), kau jadi kecewa karenanya, luluh lantah…depresi, frustasi…(lebay)

Atau, kau bisa menghibur diri dengan baik, lalu menerima segala kekurangannya, lalu kalian jadi pasangan dalam sebuah ketidaksempurnaan (menurut kalian), bahagia (atau kurang bahagia karena kadang kalian tak sadar kalau sesungguhnya sedang bahagia alias kurang bersyukur)…

Mana yang lebih pas disebut dengan jatuh cinta? Kenapa orang menyebutnya jatuh cinta? Bukankah jatuh itu identik dengan sakit?

Bagaimana kalau kita mulai membiasakan dengan menyebut bangun cinta? Meski terdengar tak sempurna, tapi apakah berakhir bahagia?

*****

Kau pilih yang mana Kawan? Ternyata cinta hanya soal jatuh dan bangun, begitukah kawan?

Lalu bagaimana dengan filosofi bahwa cinta adalah kisah soal yang ditinggalkan dan meninggalkan?

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di iseng, Mama, Umum. Tandai permalink.

21 Balasan ke Cinta, hanya soal jatuh dan bangun

  1. nh18 berkata:

    pass !

    out of my competency

  2. “Jatuh bangun aku mengenangmu…”

    *nyanyi ndungdat, eh, ndangdut dulu…

  3. Prima berkata:

    wkakakkkak… diatas ini malah ngomongin musik, hihiihihihiii…

    Cinta itu…

    itu…

    itu….

    cinta itu bikin pusing mbak… saya aja pusing jawabnya, wkakakakak…

    kalo gt nanyai juga ah… bertahan satu ciiiiiinnnta, bertahan satu C, I, N, T, A…wkakakakakaka….

  4. ais ariani berkata:

    bertahan satu ciiintaaa.. bertahan satu
    ce i en te a,

    ah … mbak devi pun bertanya, kalau aku yang jawab, jawaban ku akan lebay dan mendayu – dayu mbak
    šŸ˜¦

    tapi, menurut saya cinta itu tak terdefinisikan, yang aku paham. cinta itu pengertiaan, pemahaman. sejauh apa pun kita jatuh, yang tersisa saat ‘gelembung – gelembung’ sudah habis adalah pengertian
    *lalu mbak devi bertanya : apa itu gelembung – gelembung?

    dadi sak postingan sendiri mbak. hehehehhehehehe…
    (membaca komen sekali lagi sebelum di publish : kok tidak menjawab pertanyaan yah?)

  5. r10 berkata:

    saya pilih bangun cinta, akan saya lakukan kelak, nikah tanpa pacaran

    jadi membangun cinta setelah nikah šŸ˜€

  6. rully berkata:

    cinta itu sebuah nama perasaan yang dianugrahkan oleh Allah Ar-Rahman Ar-Rahim. Cinta men-drive dan membuat seseorang mau melakukan sesuatu walaupun harus mengorbankan ego dan keinginannya yang lain. contoh cinta kepada pekerjaan, cinta kepada anak, cinta kepada pasangan. cinta kepada anak membuat kita rela bangun malam, mengenyahkan ego ingin tidur pulas, cinta kepada anak membuat ibu rela matanya panas browsing di internet untuk memperkaya ilmunya dalam hal pengasuhan, dan tidak sekedar fesbukan.
    cinta kepada agama, cinta kepada Allah membuat para sahabat Nabi, meninggalkan zona kenyamanan, lalu berjihad sesuai kehendak-Nya.

  7. rully berkata:

    dan cinta adalah jatuh… menjatuhkan diri kepada pilihan, untuk mencintai, mengorbankan diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s