Kosa kata apa yang menarik buat anak?

Inget nggak, pas dulu SD…ada teman yang di kelas 2 saja belum bisa baca? Padahal dah dapet les tambahan baca, tetep aja susah….

Pengen share cerita teman tentang hal serupa (nama bukan nama sebenarnya-red).

Dulu, paling stres kalau pelajaran Bahasa Indonesia, soalnya pasti disuruh belajar baca. Di satu sisi senang banget, karena jika tidak bisa membaca, hukumannya adalah berdiri di muka kelas. Saya justru senang kalau disuruh berdiri di muka kelas, karena pada dasarnya saya suka banget tampil di depan 🙂

Akhirnya, sampai di kelas 2 belum juga lancar membaca. Saya sangat kesal dengan pelajaran membaca.

Ini Budi. Ini Wati. Wati kakak Budi.

(nama saya memang Budi, tapi kakak saya namanya Ridwan dan Asih…bukan wati!)

Kekesalan itu berawal dari hal-hal yang menurut saya itu tidak masuk akal dan tidak sesuai kenyataan, soal nama ibu, nama ayah, nama adik bahkan nama guru dalam teks bacaan yang harus dibaca. Ini menyebabkan saya males belajar membaca, tambah lagi hukumannya sangat bisa saya nikmati…

***

Menurut Sylvia Ashton Warner,

“Kata pertama harus bermakna bagi anak. Kata itu harus merupakan bagian dari dirinya. Harus merupakan ikatan yang organik, secara organik lahir dari dinamika hidup itu sendiri. Harus kata yang sudah menjadi bagian dari dirinya.”

***

Ingatkah, apa kata pertama yang membuat anak-anak tertarik membacanya?

Huruf apa saja yang sangat menarik perhatian mereka?

Lalu setelahnya, kata apa saja yang begitu membuat mereka penasaran?

***

Munculnya keaksaraan tidak hanya ditandai dengan kemampuan anak membaca dan menulis huruf atau kata-kata, tetapi yang terpenting anak MEMAHAMI setiap kata dan kalimat dalam tulisan/gambar/simbol.

***

Hm…sudah kutemukan jawabannya, kenapa Syafa selalu memilih menulis “SYAFA” baru kemudian nama abang dan kakaknya, nama mama, nama ayah, nama makanan kesukaannya…


 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama, RA Istiqlal, Syafa. Tandai permalink.

11 Balasan ke Kosa kata apa yang menarik buat anak?

  1. Hafid Junaidi berkata:

    yup, pen”diri”an syafa juga bunda ^_^

  2. ais ariani berkata:

    iyaah mbak devii… memahami itu jauh lebih penting. benul.
    karena, pemahaman itu akan semakin dibutuhkan untuk pembelajaran di masa datang. bukan hanya sekedar tahu dan mengerti
    (tetep dibutuhkan buat pembelajar se usia aku juga, ternyata..)
    budi dan wati merupakan tokoh fiktif paling terkenal aku rasa…hehehhehe

  3. Prima berkata:

    saya dulu apa ya??? hahhahaha…gak inget mbak devi… cuma saya dulu suka banget bikin karaktr nama sendiri, apalagi buat kalimat, ketika anak lain menulis: Budi pergi membeli sepatu, saya menulis: Kotaro Minami pergi membeli sepatu… wkakakakakaka… ngayal teroosssss…

  4. achoey el haris berkata:

    saya masih inget pelajaran ini budi 🙂
    sampai sekarang kerasa senenngnya belajar baca kalimat itu

    Oh ya, jika berkenan silakan mampir lagi. Ada yg anget banget di blogku 🙂

  5. Betul…

    Hem… mengenai membaca, jujur saja, daku adalah yg terlambat bisa membaca. Dulu sampai harus digebukin, disabetin, dicubit, dijewer ibu dulu baru kemudian mau belajar membaca dan berhitung. Kalau belajar penuh dengan air mata. Hiks…

    Tapi… terima kasih ibuku tercinta, karena kini daku bisa membaca & menulis. Padahal sebenarnya hobi menggambar. Ehm, kalau berhitung mending pake kalkulator atau komputer saja. Wakakaka…

    Salam

  6. mamaray berkata:

    kalo Raynar dulu sukanya nulis ‘RAYNAR’ 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s