Tak sekedar membeli

“Pak apa Bapak mau membeli jualanku ini? ini saya sendiri yang membuatnya, beli ya pak!”

Pernahkan teman-teman mendengarkan kalimat semacam itu yang diucapkan oleh anak-anakyang sedang belajar berjualan?

Market Day, menjadi sebuah ajang pembelajaran untuk memupuk jiwa enterpreneur bagi anak-anak. Program ini biasanya diselenggarakan di lingkungan sekolah, tapi kadang juga diselenggarakan di luar sekolah saat even-even tertentu.

Melihat anak-anak antusias belajar berdagang, pastinya kita ikut senang. Hati kita pun akan tergerak untuk membeli hasil karyanya. Kadang terbayang, suatu saat nanti, anak kita juga belajar berjualan seperti anak tersebut.

***

Lalu, jika kita memutuskan untuk membeli, untuk melengkapi pembelajaran  itu pernahkah kita menjadi pembeli yang ‘tak sekedar membeli’ ?.

Pernahkah kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan  seperti berikut :

  • Wah, bagaimana cara membuatnya?
  • Apa saja bahan-bahannya?
  • Kalau beli banyak bisa dapat discount nggak?
  • Kebetulan dompet saya ada di mobil, sekarang hanya ada 5000, saya bayar di muka sebagai tanda jadi dulu ya, saya akan ambil uang dan kembali ke sini untuk melunasinya sekaligus mengambil kue ini. Boleh tidak?
  • Makanan ini halal nggak ya? Soalnya nggak ada tulisan halalnya.
  • Sepertinya kamu yakin sekali kalau makanan ini halal, boleh berbagi bagaimana caranya tau kalo halal?
  • Keuntungannya mau dipakai untuk apa? Pasti ada yang disisihkan untuk beramal ya?
  • dll

Menurut teman-teman apakah pertanyaan sederhana ini bermanfaat untuk anak-anak tsb?

 

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Anak-anak, Mama, Umum. Tandai permalink.

16 Balasan ke Tak sekedar membeli

  1. hafid junaidi berkata:

    Tentu saja pertanyaan itu cukup penting agar anak lebih dapat berpikir ^_^

  2. nh18 berkata:

    Menurut saya …
    Pertanyaan itu sangat bermanfaat …
    Ini adalah upaya penghargaan terhadap usaha anak-anak itu …
    terlepas dari apapun pertanyaan yang kita ajukan …

    ini artinya mungkin jauh lebih tinggi dibanding beberapa lembar uang atau beberapa keping koin hasil niaga tersebut

    salam saya Bu

  3. Prima berkata:

    1 pembeli 5 pertanyaan, 50% pertanyaannya sama, ada 50 pembeli, yang jadi membeli cuma 5 orang…
    si anak besok bilang sama mama-nya… kayanya aku kalo dah gede gak bakat jadi sales, meskipun aku udah apal jawaban dari pertanyaan2 tentang produkku…

    Hahahahhaha… [ngayal.com]

    Komen serius: pertanyaan akan memicu anak untuk berpikir tentang mempromosikan barangnya dengan baik, sedikit banyak muncul ide2 baru, belajar teknik menarik konsumen, dan mental tawar menawar, ups, wkakakakaka…

  4. Fir'aun NgebLoG berkata:

    semoga kegiatan ini hanya sekedar melatih mental anak-anak, dan tidak mendidik mereka untuk tumbuh sebagai pedagang asongan.

    salam kenal yach,
    ditunggu kunjungan baliknya,
    terima kasih 🙂

  5. bundadontworry berkata:

    tentu saja pertanyaan2 seperti ini baik sekali utk merangsang anak berpikir apa dan bagaimana nya menjadi seorang marketer yang baik .
    salam

  6. Berarti membeli dengan cerdas ya, Bu? Senang membaca tulisan ini. Menjadi tercerahkan. Makasih ya, Bu. Salam kenal…

  7. Sangat bermanfaat. Walau mungkin bikin anak2 keder. Xixixi…

    Salam

  8. Fattah berkata:

    Itu sangat penting, apalagi diajukan pada seorang anak-anak yang masih polos dan jujur.
    bukan melatih untuk menjadi sales
    tapi melatih mereka untuk bisa berbicara
    memulai keterampilan berbicara harus dilatih sejak dini

  9. Ping balik: Belajar di Dapur | Belajar dari anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s