Ingin Bermanja

Hari ini jadi harinya Rahma….

Dinner berdua aja sama mama, habis itu duduk-duduk nongkrong ngedengerin live akustik sambil sama-sama bersenandung.

***

Rahma jadi lain banget malam ini, dia terus menerus menggenggam tangan mama erat-erat saat berjalan.

Pas makan juga maunya deket mama, kadang meminta makanan yang ada di piring mama dengan alasan mau nyicipin aja….terus berbinar-binar saat sendok di tangan mama masuk ke mulut Rahma…

Lalu bercerita tentang jilbabnya yang sudah mulai kekecilan, sudah saatnya diwariskan kepada Syafa, sambil terus menggelendot mesra di pangkuan mama.

Tak lupa, minta mama untuk mengabadikan momen berdua dengan kamera hp. Berulangkali di sudut-sudut yang berbeda kita foto berdua.

***

Ah Nak… sudah berapa lama ya kita tidak berdua saja?

Maafkan mama ya Nak… sudah berapa kali mama menolak ajakan krimbat darimu, baru mama sadar…itu satu-satunya kegiatan yang biasa kita lakukan ber’dua’ saja.

***

Maafkan mama ya Nak, kalau menurutmu…

tangan mama sibuk mengandeng dan menggendong Syafa,

bahkan kadang tangan mungilmulah yang harus menggandeng kedua adikmu karna mama harus bawa berbagai macam barang bawaan…

tangan mama sibuk menguncir rambut Syafa yang tak juga mau dipotong,

bahkan mama tak peduli rambutmu sudah disisir apa belum karena tertutup oleh kerudung yang membuatmu semakin cantik, kerudung yang menurutmu sudah mulai kekecilan…

tangan mama sibuk mengabadikan perkembangan Syafa dari bulan ke bulan, menemani makan, kadang menyuapi Syafa…

bahkan tak jarang mama menyerahkan tugas ini ke kamu, untuk memotret ulah adikmu yang menggemaskan dan lucu itu, juga untuk menemani adik makan dan membantu menyuapkan sendok ke mulutnya…

perhatian mama tercurah untuk mengajari dan menemani Syafa bermain,

bahkan mama memintamu untuk menemani bermain dan belajar adik Rafif…

Lalu kapan waktu mama untukmu ?

***

Maafkan mama…kadang mama lupa, di balik semua kehebatan dan kedewasaanmu…

menjadi kakak yang hebat untuk adik-adikmu,

menjadi guru yang pintar untuk adik-adikmu,

menjadi teman dalam suka dan duka untuk adik-adikmu,

menjadi penjaga yang kuat melindungi adik-adikmu,

menjadi teman diskusi dan memberi pendapat untuk mama,

menjadi pengingat mama di kala mama lupa peraturan,

kamu tetap anak mama…

inginkan sedikit ‘waktu’ mama untuk bermanja…

***

Permintaan maaf mama yang kau jawab, “mama itu konsekuensi untuk aku, karena telah diijinkan Allah punya 2 adik…sedih juga kalo nggak punya adik. Dulu waktu aku kecil mama juga begitu kan ke aku?” membuat isak mama semakin takbisa berhenti.

***

Terimakasih Nak sudah mengingatkan mama!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kakak Rahma, Mama. Tandai permalink.

16 Balasan ke Ingin Bermanja

  1. ahsanfile berkata:

    Begitulah yang dirasakan setiap orang tua terhadap anak pertamanya ketika anak kedua atau ketiga minta perhatian yang lebih…

  2. rizhani berkata:

    y begitulah…..perasaan seorang ibu….semangat y…dan jadilah ibu yang terbaik bwt anak2 ibu

    klo sempat silahkan mampir ke situs kami di http://www.kerudungrizhani.com
    atau blog kami di http://www.kerudungrizhani.blogspot.com

  3. Prima berkata:

    Huaaaaaaaa….. sedih, terharu, bangga,,,campur aduk…
    saya lama jadi anak tunggal, tapi gak jadi, setelah 9 tahun baru punya adik, rasanya perhatian mama buat aku semua… rahma anak baik, mungkin saya tidak sebaik dia.. 🙂

    • Devi Yudhistira berkata:

      trimakasih prim…lagi sedih neehhh 😦

      • Prima berkata:

        Lagi banyak pikiran ya mbak? Mbak jangan bersedih, apa perlu saya nyanyikan lagu mocca..hanya satu pintaku…hihihihihi…saya sampe apal nih syairnya 🙂
        Buat rahma, kakak bangga bisa mengenal rahma yang begitu dewasa…
        Buat Mbak Devi, berbanggalah memiliki rahma… *saya kaya orang tua aja ngomongnya , heheheheh…

  4. Titip selamat ultah utk Dik Rahma.
    GBU & fam

  5. Devi yudhistira berkata:

    Prim,lg waswas…look in, jgn2 emang aku berlaku ga adil … ;( smg allah memaafkanku..
    Mas dewo…bukan hari jadi lo ya…hehehe

  6. nh18 berkata:

    Om Trainer menarik nafas panjang …
    Valuable time with beloved mother …
    itu tiada duanya …

    Untuk Rahma
    Go Girl … Kamu anak sulung …
    Kamu harus bisa lebih mandiri …
    Percaya sama Om …
    Kerudung kamu yang kekecilan itu pasti akan diganti yang baru … yang lebih bagus
    Mama pasti akan membelikannya untuk mu
    Karena saya tau pasti … Mama itu sayang sekali sama kamu …
    Kamu harus bangga punya Mama sehebat mama Kamu …

    Salam Om

  7. mama Ira berkata:

    Rahma sayang…
    Menjadi seorang kakak memang gak mudah ya nak 🙂 tapi coba… kalau diingat-ingat jadi kakak juga asyik lho nak …. coba kalo ditanya ini mamanya siapa ya… selalu mamanya Rahma… kalo yang dijadiin contoh selalu kakak Rahma….
    Jadi keep shining ya nak… I ❤ U nak

  8. Yudhi berkata:

    Maaf ya….,

    Bukan mama yang beliin, tapi ayah.

  9. bangauputih berkata:

    salam kenal mba…
    kita sama-sama bunda 3 jundi ternyata… 🙂
    tapi pengalaman saya masih kurang, mau berguru ke mba sepertinya.
    salam hangat,
    bangauputih ^_^

Komentar ditutup.