Obrolan mommy 2

Capek banget deh ngurusin rumah dan anak-anak, bete banget kalo suami malah tidur-tiduran sambil nonton TV di hari libur, bukannya ngebantuin malah sante2 aja. Gimana ya mbak, caranya mengingatkan biar kena tapi dia nggak marah?

Jadi inget pernah nonton ‘Nanny 911’ soal permasalahan serupa. Ada seorang ibu yang frustasi karena merasa gagal mengurus 4 anak. Rumah seperti kapal pecah, anak-anak rewelnya minta ampun, tingkah lakunya tidak terkendali, suka berteriak-teriak dan berantem.

Saat sang nanny datang, dipanggillah ayah dan ibu. Mulai berdiskusi dan mereka-reka apa kira-kira yang menjadi sebab dari kondisi demikian.

“Kerjasama mengurus rumah dan anak-anak MUTLAK dilakukan antara ayah dan ibu agar tercipta sebuah kondisi yang dicita-citakan, mari kita harus mencoba membagi tugas, hal lain yang utama adalah SATU ATURAN”

Nanny menyediakan beberapa kantong yang diisi dengan beban sama berat.  Banyaknya kantong sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan di rumah, mulai dari memandikan anak, menyiapkan sarapan, menemani makan, mencuci baju, membersihkan rumah, mengantar anak sekolah, menemani anak, membacakan cerita sebelum tidur, menemani belajar, dll. Mulailah nanny membagi kantong-kantong tsb. Tiap kantong diberikan kepada siapa yang melakukan tugas di rumah itu. Kantong dipegang dengan dua tangan. Dari situ, mulailah terlihat tangan ibu menerima lebih banyak kantong, bahkan pada akhirnya kedua tangan ibu sudah tidak mampu lagi untuk menahan beban kantong-kantong yang diterima. Sementara tangan ayah hanya menerima beberapa kantong dari pekerjaan mencuci mobil, menemani anak main di taman, menemani anak makan di meja makan, mengantar sekolah sembari berangkat kerja.

Bagaimana jika kantong itu mulai dibagi? Akan menjadi lebih ringan bukan?

Bagaimana efek seorang ibu yang beban tugasnya terlalu banyak? Tentu saja, lelah baik batin maupun lahir. Dalam kondisi demikian, sangat rawan terjadi konflik antara ayah dan ibu. Korban selanjutnya adalah anak-anak.

Bagaimana dengan aturan?

Dari berbagai pelatihan parenting yang pernah saya ikuti, hal mendasar yang sering menjadikan konflik berikutnya adalah aturan yang diterapkan oleh ibu dan ayah BERBEDA. Biasanya para ayah lebih longgar, dalam artian sering memberikan dispensasi dengan alasan tidak tega, dan asal anaknya nggak merengek. Hal ini yang sering membingungkan anak-anak, sehingga mereka sering berperilaku seolah susah diatur karena selalu melakukan uji coba melanggar peraturan.

Tips penting : silakan baca artikel : di sini

Komunikasikan tentang perasaan kita dan ‘rasa tak berdaya n rasa ketidakmampuan’ kepada pasangan. Bisa jadi sang ayah memang tidak atau belum tahu akan perasaan kita, mungkin sang ayah pikir kita-kita ini adalah supermom yang punya kekuatan super dan jadi ibu segala mampu….who knows???

Komunikasikan apa yang menjadi keinginan kita, betapa kita akan merasa bahagia jika sang ayah menerapkan peraturan yang sama dengan ibu…

Tanyakan juga, apa yang ayah inginkan mengenai hal ini….

Dua hal tsb, kelihatannya memang dianggap masalah sepele…dianggap wajar jika terjadi, karena hampir semua pernah mengalaminya.

Saatnya memandang dari sisi yang berbeda, masalah sepele bisa menjadi masalah serius di kemudian hari jika tidak kita sadari, tidak ingin seperti itu kan?

Yuk mari kita komunikasikan….lalu mulai bekerjasama….

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

3 Balasan ke Obrolan mommy 2

  1. Invincible Tetik berkata:

    Selamat Pagi Mommy

    Saya simpen dulu yak Ilmunya
    tunggu nikah dulu he 🙂

  2. nh18 berkata:

    Aturan yang sama ?
    itu kudu …

    yang satu memberi peringatan … yang lain lebih baik diam …
    demikian sebaliknya …
    so … satu suara …

    Salam saya Bu

  3. erva berkata:

    Suami dan isteri harus saling tolong menolong dan bekerja sama dalam urusan rumah tangga. ALhamdulillah dapet suami yang mau membantu urusan rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s