Obrolan Mommy 1

“Aku stres banget…hiks rasanya aku nggak sanggup menghadapi permasalahan ini, ‘sakit’ aku kayaknya…cari pembantu susah banget, giliran dah dapet, harus menyesuaikan diri, ngajarin ini itu, kasian anak-anak, ….kena imbas emosi”

Problema yang dialami oleh seorang ibu, terutama ibu bekerja.

Menjelang cuti melahirkan, adalah saat yang paling membahagiakan bagi ibu bekerja. Menjelang berakhirnya cuti bersalin, adalah saat-saat genting yang sangat rawan. Banyak sekali dilema yang harus dihadapi. Mulai dari cemas harus meninggalkan bayi di rumah, lalu ASI ekslusif, memerah ASI, embak hanya ada satu padahal anaknya ada 3 orang, rumah jauh, anak-anak rewel karena penyesuaian dengan dedek bayi dan pengasuh baru…huufffhhh….

Dulu pernah sekali punya pengasuh anak, tau-tau dia pergi tanpa pamit tepat saat saya pergi ke dokter membawa Rahma yang muntah-muntah terus karena jatuh.

Kecewa…? tentu saja, sangat kecewa, kesal sekali. Dunia seakan berasa ribet yang luar biasa, aktivitas berubah 180 derajat. Tapi tetap kami harus ‘look in’ dari kejadian itu. Kala itu, lagi semangat-semangatnya jadi ibu baru, semua yang berkaitan dengn bayi harus bersih…makanan juga pake acara ditimbang ukurannya sesuai dengan buku menu sehat untuk anak…merawat anak juga njlimet, termasuk ngajarin ini itu. Botol susu  saja harus direbus pake air mineral. Pernah botol direbus pake air PAM, hasilnya ada titik2 putih yang menempel di bagian dalam botol. Berusaha menasehati dengan baik, jawabannya “Bu, di kampung saya sana, saya masak malah pake air kali, lebih kotor dari air PAM, tapi anak saya juga ga kenapa2 tuh bu?” (haiyyaaaa…enggak banget kan?yang ada saya jadi tambah kesel)

Alhamdulillah, 2 bulan sebelumnya, sudah biasa membawa Rahma ke Taman Penitipan Anak di kantor. Jadi ketika peristiwa itu terjadi, meski tetep berasa puyeng, tapi ya ga puyeng2 amat…Sejak itu, kami memutuskan untuk menitipkan Rahma di TPA. Urusan rumah ya ala kadarnya aja ngurusinnya…padahal kala itu lagi hamil tua (Rafif). Melihat perkembangan dan aktivitas Rahma di TPA, kami semakin mantap untuk menjatuhkan pilihan untuk adik-adiknya Rahma. Tentu saja dengan segala plus minusnya.

Apa itu berarti saya tidak pernah punya dilema? Tentu saja tidak demikian. Tetap saja ada dilema. Kadang melihat mereka terlelap dalam perjalanan pulang, merasa nggak tega karena mereka harus mengikuti ritme aktivitas dengan jam kerja kami. Belum lagi kalo pagi hari harus heboh karena tidak mau terlambat ngantor.

Bagaimana dengan perasaan tak sanggup? Kadang kami juga merasa tak sanggup menjalaninya…rasanya capeeekkk banget…terus siapa yang jadi kena imbasnya? Hiks…belom lagi kalo di kantor lagi ‘hari sibuk’…

Apapun pilihannya, kita pasti menginginkan yang terbaik buat anak-anak kita.

Apapun pilihannya, kita sama-sama mengalami saat ‘dilema dan stres’

Apapun pilihannya, kita juga kadang merasa ‘nggak sanggup’

Apapun pilihannya, ’emosi’ kita kadang berimbas kepada anak-anak.

Namun, jangan patah semangat! KIta harus tetap berusaha…berusaha…dan berusaha menjadi lebih baik lagi…

Tak ada yang sempurna di dunia ini, upaya kita dalam kebaikan Insya Allah akan mendapatkan ridho dari-Nya.

Satu hal yang selalu menjadi penyemangat…

“Allah menitipkan anak kepada kita, Allah Maha Mengetahui….tidak semua wanita dipilih menjadi seorang ibu. Kenapa kita yang dipilih? Karena kita dianggap mampu dalam berbagai hal (yang kita sendiri kadang tidak paham ‘kemampuan’ yang seperti apa yang kita punya). So para mommy…tetap semangat yach, pasti ada jalan keluar buat semua permasalahan kita….atas ijin Allah, kita pasti bisa”

Berikut ada beberapa tips (semoga bermanfaat) :

  1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu.
  2. Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak!
  3. Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil.
  4. Cukup istirahat .
  5. Belajar tentang tahapan perkembangan anak.
  6. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.
  7. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku,  main musik atau olah raga ringan.
  8. Ibu tidak diharapkan menjadi ’super mama’, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain.
  9. Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil.
  10. Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu yang lain. Kadang kita bisa menemukan solusi untuk permasalahan kita dari obrolan mereka.
  11. Dilema-dilema seperti ini bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat.
  12. Rajin mengikuti club, milis, pelatihan tentang Parenting dan Dual Parenting.
  13. Belajar menyelesaikan permasalahan yang datang bersamaan satu persatu. Coba deh lihat di tulisan Ketika masalah bersamaan datangnya.
  14. Tetap semangat kawan!!!!

***meski judulnya obrolan mommy, para daddy juga boleh baca kok…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

12 Balasan ke Obrolan Mommy 1

  1. Momi Kaifa berkata:

    Subhanallah..Mba,,aku banget deh,,,
    ngalamin banget…
    Tapi insyallah seiring berjalannya waktu dan tetep bismillah..
    Kami bisa melewatinya dengan lancar..
    Alhamdulillah 🙂

  2. Invincible Tetik berkata:

    Subhanallah mbak devi, memang jadi ibu susah ya >_<
    harus banyak belajar dari sekarang :mrgreen:

  3. chocoVanilla berkata:

    Waah, soal pembantu mang gak da habisnya. Mengesalkan dan kadang bikin putus asa. Tapi pasti ada solusi kok asal kita sabar dan selalu berdoa 😀

  4. mamaray berkata:

    heh? hahahaha….

  5. Saya ada beberapa tips mendidik anak juga..
    Bisa di temukan di artikel saya yang judulnya:
    SIMPLE WORDS FOR PARENTING
    Klik saja:
    http://www.lagu2anak.blogspot.com
    di sana juga ada banyak lagu pendidikan anak, yang sanagt edukatif, motivatif, dan inspiratif bagi anak
    semoga bermanfaat!
    ,,,..

  6. nh18 berkata:

    Saya Daddy …
    dan Saya Baca

    Thanks Ibu …

    Salam saya

  7. rully berkata:

    tips nomor 4 kayaknya gak bisa banget deh mbak hehehe…
    peace…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s