Pahit dan Getir Seorang Guru

Limabelas-duapuluh kilometer mengayuh sepeda bukan perkara berat untuk seorang guru. Yang berat adalah mengajar, menelan pahit-getirnya kesalahan-kesalahan pendidikan orangtua si murid. Itulah yang gampang menghancurkan seorang guru.
(Pramoedya Ananta Toer – Bukan Pasar Malam)

sumber : “percakapan beberapa hari yang lalu

Hari ini aku diingatkan oleh tulisan seorang guru favoritku di dunia maya, nama mayanya adalah Ibu Alifia, blognya http://alifiaonline.wordpress.com

Tulisannya selalu ringan, inspiratif dan mudah dipahami.

Selalu ada cara mengajar yang kreatif dan menyenangkan yang kudapat dari blognya, tentu saja sangat berguna buatku yang tidak memiliki latar belakang di dunia pendidikan.

Cara menyelesaikan masalah anak di kelas, juga bisa menambah pengetahuan, setidaknya kita paham bahwa masalah anak-anak sangat beragam. Siapa tahu itu terjadi dengan anak-anak, saya bisa mencoba solusi yang pernah dilakukan Bu Al di kelasnya.

Membaca blognya, membuatku ‘sedikit’ tau dengan masalah yang sering dihadapi guru, karena aku membaca dari kacamata dan sudut pandang seorang guru. Berbagai konflik yang dialami oleh guru, antar guru, kepala sekolah, manajemen, orangtua yang pasti di semua sekolah selalu ada. Meski ada beberapa yang bisa diselesaikan dengan adem, ada juga yang tidak, terus bagaimana perasaan para guru menghadapi konflik di sekolah juga kadang diceritakan dengan gamblang.

***

Kali ini tulisan singkat yang merupakan kutipan dari sebuah buku membuat terhenyak, maknanya daalleeeemmm banget, seperti diingatkan kembali…..

“membetulkan kesalahan pendidikan orangtua” adalah hal “yang pahit dan getir” buat guru, bahkan “bisa menghancurkan”

Terimakasih Bu Al…

Maafkan saya ya bu guru dan pak guru di Madrasah Istiqlal…
Masih terus berusaha untuk mengurangi rasa ‘pahit dan getir’ yang dirasakan oleh Bapak dan Ibu Guru semua akibat kesalahan yang pernah kami perbuat dalam mendidik Rahma Rafif dan Syafa, saling mendoakan dan bekerjasama yaaaa……

Kita partner kan? ^_^

Next Reading Project : “Bukan Pasar Malam”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Istiqlal, Mama. Tandai permalink.

13 Balasan ke Pahit dan Getir Seorang Guru

  1. Dengan Mengatasi Permasalahan Yang Kecil; Maka Kita Dapat Mengatasi Permasalahan Yang Besar.

    Sukses selalu.

    Salam~~~~ “Ejawantah’s Blog”

  2. riri berkata:

    ikutan ikutan ikutan…mau minta maaf juga…..maaf maaf maaf… kadang susah sekali diri ini menyadari perbuatan anak adalah buah karya pengasuhan kita….hiks

  3. dina.thea berkata:

    Terimakasih buat guru2, yg sabar mendidik murid2nya.

  4. Usup Supriyadi berkata:

    punya karyanya P.A. Toer ya?

    Anyways, saya dengan berhadapan dengan seorang pendidik nih. šŸ˜‰

    ini ada fatwa seorang ulama bagi para pengajar, semoga bisa menjadi bahan *bahan apa aja deh, ckckkc

    ā€œSeorang pengajar atau pendidik hendaknya berbuat kasih sayang dan berlaku lemah-lembut kepada anak kecil dan besar. Namun jika kondisi menuntut untuk memberikan hukuman atau pukulan yang tidak melukai, maka hal ini tidaklah mengapa. Telah menjadi satu fenomena/kebiasaan bagi anak-anak yang bodoh berlaku buruk dalam tindak-tanduknya dan meniadakan rasa hormat (pada orang lain). Maka, kondisi ini menuntut kebutuhan untuk bertindak keras dan tegas yang mana hal itu dirasa lebih berpengaruh (pada si anak) daripada jika kita berlaku lembut dan halusā€.

    [Fataawaa Islaamiyyah oleh Ibnu Jibriin, 4/334]

  5. nh18 berkata:

    HHmmm …
    Saya tidak bisa berkomentar apa-apa Ibu …

    Yang jelas …
    Entah Guru … apalagi Orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya
    Dan mudah-mudahan itu dengan cara yang baik pula …

    salam saya

    • Devi Yudhistira berkata:

      Iya om…benar sekali…semua ingin yang terbaik buat anak-anak kita.

      Hanya saja, kadang melupakan sesuatu yang menurut saya baik buat anak-anak, kadang bisa melukai hati mereka….alias *maksa*

  6. nh18 berkata:

    BTW …
    Kadang Bapak dan Ibu Guru ada yang belum berumah tangga lho ? šŸ™‚

    Dan Bapak dan Ibu Guru juga saya pikir juga menjadi Orang Tua dari anak-anaknya bukan … ? (semoga mereka tidak melakukan kesalahan yang sama … )(kalaupun itu disebut sebagai kesalahan)

    salam saya

  7. bundadontworry berkata:

    kadang kita memang sengaja atau tidak melakukan kesalahan yg menambah pahit getirnya kehidupan seorang guru ya Devy.
    dengan menyerahkan seluruh pendidikan anak2 kita pada mereka,
    padahal anak2 hanya beberapa jam saja dgn mereka šŸ˜¦
    kitalah yg mestinya bisa mengurangi pahit getirnya guru2 kita šŸ˜³
    salam

  8. jeepiid berkata:

    yupp… betull
    dia idolaku juga…
    asik, seru blognya..
    mkaasih mbak devi dah menunjukkan blog itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s