Titik Balik 1

Titik balik…

Sebuah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu waktu di mana terjadi suatu perubahan ‘apapun’ yang begitu tiba-tiba, yang sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya (perubahan besar, 180 derajat).

Perubahan bisa mencakup banyak hal….bisa pola pikir, perilaku, cara bicara…tapi secara garis besar mungkin lebih kepada perubahan ‘pola pikir dan pola pandang’, yang nantinya akan berpengaruh terhadap semuanya.

Setiap orang pasti pernah punya titik balik. Bahkan pasti lebih dari sekali.

***

Sebagai seorang ibu dengan 3 anak, yang kala itu usianya masih balita (TK-B, PG, bayi), bepergian dengan membawaserta 3-3nya tanpa didampingi suami adalah hal yang sering membuat saya merasa menjadi orang yang paling repot sedunia. Oleh karena itu, saya sering cemberut kalo suami mengabarkan mau dinas ke luar kota, seperti yang pernah saya ceritakan dalam tulisan “menyikapi suami pergi menjalankan tugas”

***

Suatu saat, saya naik KRL bersama teman-teman kantor karena mau bezuk teman di Depok. Karena memburu waktu, kami naik KRL ekonomi. Panas, pengap, sumpek, aromanya juga suedep, apek-apek gimanaaa gitu….Di stasiun UI, naik seorang ibu dengan ke-4 anaknya, paling besar masih kelas 1 SD, yang terkecil masih 5 bulan. Naluri menawarkan tempat duduk sudah pasti muncul dalam kondisi seperti ini. Tempat duduk kami digantikan oleh mereka. Kami semua mengamati rombongan tersebut dalam diam, terbersit berbagai tanya dalam hati. Akhirnya, saya ga kuat, terjadilah dialog dengan sang ibu.

“Anaknya semua bu?”

‘…..(bengong, kaget ditanya)…iya …’

“O…ibu sendirian?”

‘…iya, ini mau bezuk adiknya suami yang kecelakaan, bapaknya ada di RS nungguin adiknya…nanti kami turun di Manggarai, kasih tau ya kalo hampir sampe’

“Iya bu…di Manggarai nanti dijemput suami?”

‘Ya enggak lah..nanti pakliknya sama siapa, naik angkot 2 kali katanya sih’

Hah? naik angkot dua kali bawa 3 anak sambil menggendong yang bayi? OMG…repot bener, ga tega banget ngeliatnya. Sang ibu sibuk menyusui si bungsu, si sulung sibuk memegang kedua adiknya dan menyodorkan bekal minuman ketika adiknya menangis minta minum. Hanya air teh yang diplastikin. Siang hari di KRL membuat haus, keringat mereka menambah kucel penampilan mereka yang memang sudah kucel.

“Wah..apa nggak repot bu bawa 4 anak sendirian, apalagi ganti angkot 2 kali?”

‘Duh neeeeng, kenapa harus mikir repot, kan bisa minta tolong orang yang di angkot, masa iya mereka gamau nolongin nurunin anak saya bentar aja sih?’

Kami saling berpandangan….entah apa yang ada dalam pikiran kami semua. Tak ada lagi pembicaraan lanjutan, sampai saya mengabarkan bahwa sudah hampir sampai Manggarai, kemudian mereka berlalu. Sang ibu minta tolong penumpang yang ada di dekat pintu untuk menurunkan anaknya dari KRL.

Akhirnya kami menempati tempat duduk kami lagi. Tak berselera bercakap-cakap. Kami terpekur dalam diam. Meski tanpa suara, kuyakin kami memikirkan hal yang sama. Sampai di gambir, kami mampir membeli minuman. Barulah kami saling bicara. Kami semua sepakat, siang itu, meski panas dan haus mendera, capek bukan main karena kesasar mencari rumah teman, tapi ada satu pelajaran yang sangat berharga bagi kami.

Pemikiran yang sederhana, simple, ga ribet….

Sebuah Titik Balik…

Terimakasih Allah. Terimakasih ya ibu yang saya gatau namanya…

***

Betapa saya sering mengeluh kalo ga ada suami…karena repot, takut ngerepotin orang lain, takut orang lain gamau nolong dll… padahal….

….membawa 3 anak naik mobil sendiri, ada sopir, tinggal duduk manis….

…kalo ga ada sopir ya naik taksi, uangnya ada, haus tinggal berhenti beli minum, mau bawa makanan dan minuman dari rumah juga ada…tidak perlu memikirkan ganti angkot berkali-kali pula…

…..dan nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan???

Astagfirullah….semoga Allah mengampuni saya yang sudah sok tau merasa paling menderita….amin.

***

“Mah, aku pengen naik angkot aja…kalo naik taksi aku suka mual”

‘Oke nak….as you wish…’

(Selamat tinggal mikir ribet n repot… naik angkot bawa 3 anak……Alhamdulillah, sisa ongkosnya bisa buat keperluan lain, turunnya ya minta tolong aja …Insya Allah, masih banyak kok orang baik di Jakarta ini… hehehe)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

6 Balasan ke Titik Balik 1

  1. mama aksa berkata:

    aku juga gitu mbak!…..si Ayah kadang kusuruh ijin ke aku kalau mau DL…hanya merasa akan jadi “org terepot di dunia”…..

  2. nh18 berkata:

    Setuju Bu Devi …
    dan nikmat Tuhan mana lagi yang saya dustakan???
    (Ar Rahman)(diulang 31 kali)

    Salam saya Bu

  3. dina.thea berkata:

    awal2 repot, tapi kalo dah biasa, Anak saya juga suka naek angkot hehe. Mba, saya ada award neh buat mba, silahkan dilihat 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s