Ga puasa, jadi ulet bulu lo!

“Ngesuk wis mulai puasa, yuh pada adus-adusan nang kali apa nang walik, aja kelalen merang bakare digawa ya.”

…besok dah mulai puasa, yuk mandi di sungai atau walik*, jangan lupa bawa merang* bakar…

“Nek wis adus merang, ngesuk kudu puasa, angger ora puasa mengko bisa dadi uler lo..temenan”

…kalo sudah mandi merang, besok harus puasa, kalo nggak tar bisa jadi ulet lohh..beneran…

Ritual mandi merang dilakukan saat menjelang bulan puasa, biasanya sehari sebelum puasa. Pemandangan orang membakar merang sepanjang perjalanan mudik kemaren membuat saya teringat kembali kepada ritual ini.

Terbersit niat untuk menuliskannya… saya menyimpan draft berisi kata kunci di hp, baru deh ketika ada waktu, saya akan menuliskan versi lengkapnya. Namun ada kalanya saya lupa melihat draft, karena ada ide lain yang ditulis…seperti sekarang ini.

Kemaren nonton film Sang Pencerah di TIM, ada ritual mandi di sungai sebelum puasa…jadi teringat lagi tentang ritual yang belum jadi saya tulis.

Entah asal muasalnya dari mana ritual mandi merang sebelum puasa dilakukan oleh masyarakat di kampung saya (dulu, nggak tau kalo sekarang sepertinya sih tidak lagi).Tahun 1980-an tradisi ini masih dijalankan, saya tidak tahu juga mulai tahun berapa tradisi ini ada. Yang jelas, para orangtua saat itu mengharuskan hal ini kepada putra-putrinya.

2 hari menjelang puasa, para orangtua dan remaja sibuk membakar merang di sawah, lalu anak-anak bebas mengambil secukupnya. Kadangkala ada juga merang yang memang sudah dibakar sebelumnya, karena kebanyakan memang merang dibakar setelah masa panen padi selesai.

Lalu sehari sebelum puasa, sore hari anak-anak, remaja, orangtua akan berduyun-duyun menuju ke sungai atau padusan (kolam renang). Lalu akan mandi beramai-ramai, sambil keramas dan mandi pakai merang bakar yang sudah dibawa.

Ritual ini tetap saja dilakukan turun temurun, meski tiap kali ada saja korban  yang tenggelam. Sebenarnya ini adalah perlambang dari “melakukan pembersihan diri” dalam menyambut datangnya bulan puasa.

Hanya saja ritual ini juga diiringi oleh beredarnya mitos-mitos (yang jelas sesat dan tidak ilmiah blas) di kalangan anak-anak. Ya… mitos seperti yang saya tulis di awal…kalo sudah mandi, terus ga puasa keesokan harinya, bakal jadi ulet bulu…bayangkan, ulet bulu….hihihi…yang lebih aneh lagi, saya percaya!!!

Ternyata, ritual ini juga dilakukan oleh masyarakat Betawi tempo dulu…. Surprised juga saya baca tulisan Alwi Shahab dalam blog Jakarta Tempo Dulu, yang berjudul Mandi Merang Nyambut Puasa.

*Merang adalah batang padi.

*Walik adalah nama sebuah kolam renang di Purbalingga.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

5 Balasan ke Ga puasa, jadi ulet bulu lo!

  1. bundadontworry berkata:

    kalau di minang kabau ada tradisi menyambut puasa yang namanya ‘ Balimau’ artinya keramas.
    namun, yang dilakukan adalah mandi beramai2 di sebuah tempat pemandian atau sungai, lalu pulang kerumah dan mulai mengantarkan makanan pd kerabat dekat.
    Memang tiap daerah ada bermacam2 ritualnya ya Devy utk menyambut puasa ini, menunjukkan betapa kaya akan budaya negeri kita ini, ahamdulillah.
    salam

  2. nh18 berkata:

    Dari Film sang Pencerah
    sepertinya saya harus nonton nih …
    sudah ada dua orang teman saya yang membahas film ini

    salam saya Bu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s