Grenjeng

Pas bikin mahkota dari karton dan kertas bekas bungkus coklat, Syafa tiba-tiba mengulurkan bungkus rokok kosong ke mama, ‘ma,ini buat mahkota, warna emas’ sambil menunjukkan bagian dalam yang berwarna emas. Wah ….rupanya Syafa adalah pemerhati, tahu-tahunya dia ada kertas yang bisa dipake untuk menghias mahkotanya.

Saya biasa menyebutnya dengan kertas ‘grenjeng’.

Saat itu mama pikir itu bungkus rokok ayah yang sudah kosong, jadi ya mama terima tanpa pikir panjang dan tidak ada curiga sedikitpun.

Sorenya, ayah mencari rokoknya…’perasaan tadi masih sebungkus deh’

Upppsss…mendengar ayah mencari, langsung deh teringat sama bungkus rokok yang tadi diberikan oleh Syafa.

Setelah dicari-cari…olala…ternyata benar-benar Syafa yang mengambil paksa…ayah menemukan rokoknya bertebaran di teras rumah. Hm…kerjaan siapa lagi kalo bukan kerjaan Syafa…

Geli banget…

‘Syafa, mana bungkus rokok ayah?’

‘Nih ada di sini! Kotaknya dah dibuang’ jawabnya sambil menunjuk ke arah mahkotanya yang berhiaskan ‘grenjeng’

***

Jaman kecil dulu, saya seneng banget main kertas grenjeng. Saya dan teman-teman sengaja mencari-cari di mana saja, hanya untuk mendapatkan grenjeng. Tapi bukan dijadikan hiasan mahkota seperti Syafa…hayooo buat apa coba?

‘gigi emas-gigi emasan’

Ya, untuk melapisi gigi. Gatau juga ide awalnya bagaimana, yang jelas itu sangat lazim dan hampir semua anak memainkan dengan cara yang sama.

Jika mood kreatifnya lagi bagus, dipake untuk membuat bunga hiasan. Seringnya sih mood yang muncul ya untuk melapisi gigi.

St…entah pengaruh film atau bagaimana, dulu tiap ada orang yang bergigi emas, kesan yang ditangkap kok kesan nyebelin orangnya ya???

Coba deh diinget-inget,di film selalu digambarkan saat menyeringai menampakkan gigi emasnya, dengan gaya yang sok-sok-an, ada lagi orang kaya yang ngecengin sambil bawa kaleng regal yang ada rantainya terus mamerin giginya yang emas pertanda kaya raya tapi kamso (kampungan so much).

Parah banget ya efek film kala itu???

Jadi jika kita sedang bermain gigi emas-gigi emas-an, yang biasanya sekalian main sandiwara-sandiwara-an, pasti peran yang dimainkan si empunya gigi emas adalah peran antagonis… J

Padahal kalo dipikir-pikir, pada kenyataannya, kalo bukan orang berduit, ngapain juga bikin gigi palsu pake emas…mana sanggup kan?

Apakah anda ingin punya gigi emas? (atau jangan-jangan sudah punya..hehehe…)

Atau adakah image bagus tentang gigi emas?

***Maafkan saya ya jika ada yang tidak berkenan…mohon jangan salahkan saya, anggapan kala itu semata-mata hanya akibat film belaka… kalo sekarang sih ya, terserah2 aja…mau dihias secantik dan semahal apapun itu hak pribadi siapapun...

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama, Syafa. Tandai permalink.

8 Balasan ke Grenjeng

  1. nh18 berkata:

    Hahahah …
    Rupanya ini mainan klasik anak-anak … jaman dulu ya Bu …
    (yes indeed termasuk saya …)(saya juga begitu dulu …)(untuk monster-monsteran)

    Juga termasuk bu Choco …
    dia menulis disini …
    http://chocovanilla.wordpress.com/2010/08/06/gigi-emas/

    salam saya Bu
    Masih di Kampung Halaman kah ?

  2. bundadontworry berkata:

    hahaha…….Syafa bener2 kreatif dan inisiatif nya tinggi juga ya Devi…… 🙂
    itu seperti kita waktu kecil juga ya, bikin mainan dr kertas perak dalamnya rokok, kalau sekarang mungkin ada lebih banyak pilihan lagi 🙂
    salam

  3. jeepiid berkata:

    klo waktu itu kertas grenjeng diolesi ma cabe (bagian y putihnya) trus masuk ruangan kumpulin temen2, dibakar deh pake korek bagian y alumuniumnya, hehehehe dijamin bakalan “nyenggrok2” rame2, duhh ampe pedas dimata..

  4. iLuL berkata:

    hhmmm.,.,
    seru juga masa kecilnya.,.,.

    btw, bahan grenjeng rokok tu apa sih.,.,????

  5. Dewi berkata:

    Sorry OOT..tapi ga tahan mo komen..

    Jadi Pak Yudi ngerokok ya mba? *Ga nyangka banget…*

  6. Dony berkata:

    Haha…
    Anak kecil emang biasa gak mau diem. Tinggal kitanya aja mau bersikap bijak atau tidak menghadapi persoalan seperti ini. Nice Artikel 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s