Lalai

Hari Jumat kemaren ada peristiwa yang sungguh mengguncang hati saya. Bisa dikatakan saya ‘sangat lalai’…ya sangat lalai….

Hari itu saya menjemput sekolah anak-anak. Sejam sebelum jadwal pulang, saya sudah sampai di sekolah karena ada rapat panitia buka bersama. Selama rapat, Syafa ikut bermain di dalam aula bersama teman-teman yang mamanya juga rapat.

Setelah Rahma dan Rafif keluar kelas, kami berempat bergegas menuju pintu keluar.

‘Bang, abang bawain mukenaku, kakak bawain tasku dooonnggg’

Kudengar Syafa menginstruksikan abang dan kakak untuk membawa barang-barangnya, sambil menggandeng tangan abang. Mereka berjalan di depanku, namun karena keingetan sendal masih ada di loker Syafa, saya balik ke loker TK.

Sampai di depan gerbang, saya tidak melihat Syafa…hanya ada Rahma dan Rafif….

Mulai panik…karena itu hari Jumat, di Masjid Istiqlal banyak banget orang sholat Jumat, mencari Syafa tentu bukan hal mudah. Akal saya sudah tidak bisa diajak berpikir, hanya bisa berjalan bolak-balik keluar masuk sekolah, ke taman, ke pintu belakang, dan telpon ayah!

Hasilnya nihil! Berusaha tenang seperti apa kata suami di telpon, tetep aja gabisa…badan langsung lemas seketika, mata mulai berkunang-kunang…sambil terus terbayang yang tidak-tidak.Syafa orangnya mau diajak siapa aja, dah gitu ngegemesin pula…meski jutek-jutek gimana gitu…

Terduduk lemas di depan masjid, sambil kembali menelpon ayah. Kali ini ayah sudah tidak bisa menjawab dengan tenang, hanya bisa bilang ‘Ma, yang bener…dah dicari kemana aja…’

Airmata mulai menetes….dari kejauhan saya lihat ayah memarkir mobil sembarangan dan berlari menuju arah sekolah. Ahhh…perasaan yang tidak bisa dilukiskan….hiks….

Satpam mendekat dan beberapa teman bertanya, saya tak mampu bicara, hanya bisa tertegun diam sambil mengacungkan tangan….suara seolah tersekat…

Tiba-tiba dari jauh kulihat Syafa berlari keluar gerbang…hhhuuuaaaaaa tangis saya langsung pecah…terisak, terus lebih kenceng dari tadi…mulai mengeras dan tambah kenceng….takbisa dilukiskan pula…

Ayah langsung memeluk Syafa kencang…Syafanya bingung mesaya duduk di depan majid dalam kondisi menangis kenceng. Bahkan menghampiri saja saya tak mampu….

Nak, maafkan mama ya Nak….maafkan mama ya yah….

Allah mengingatkan saya untuk lebih waspada menjaga keberadaan anak-anak….Terimakasih Allah….ampunilah kelalaian hamba ini…

***ternyata Syafa ikut bu guru ke ruang guru MI, lagi bikin origami. Abang dan Kakak mengira Syafa ikut mama ke loker TK.

Keesokan harinya, pas Syafa lupa peraturan, mama mengingatkan…Syafa bilang gini “Mama kemaren sedih ya…Syafa hilang ya….mama sedih ya…nangis ya….” oalah nduuukkk…gimana mama mau kesel kalo dah diingetin gini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama, Syafa. Tandai permalink.

5 Balasan ke Lalai

  1. Derri AR berkata:

    Dear Mba Devi,,,
    Salam kenal..

    Mau dong sharing-sharing tentang pengalamannya menyekolahkan anak di Istiqlal.
    Anakku baru 1 tahun, tapi insyallah aku punya tekad dimasukkan ke KB Istiqlal, udah ngetek tempat juga..insyallah.. Oh yah,,dari cerita-ceritanya kayanya Mba Devi dan keluarga gak punya pembantu di rumah yah? Gimana mengatur tugasnya, sedangkan Mba Devi dan suami bekerja?

    Saya dan suami pun bekerja, kebetulan tidak jauh dari Istiqlal, di Sekretariat Negara, sayang di tempat kami bekerja sampai saat ini tidak ada TPA, jadi kami menitipkan anak kami dengan seorang pengasuh di rumah. Saya, terutama, sebagi seorang ibu sangat khawatir meninggalkan anak hanya dengan seorang pengasuh, namun kami tetap berdoa semoga Allah melindungi anak kami.

    Aku senang baca-baca cerita di web ini, banyak memotivasi saya sebagai orang tua muda,,,Rahma, Rafif dan Syafa,,semoga tetep diberkahi Allah SWT yah,,

    Wassalam
    Derri AR
    -Momi Kaifa-

    • Devi Yudhistira berkata:

      Salam kenal mbak Derri….

      Kita sama2 belajar ya mbak…semakin banyak share, semakin banyak pula pelajaran kita kan?
      Pada awalnya, saya hanya ingin mendokumentasikan kegiatan dan pembelajaran anak2…ternyata saya ketagihan menulis mbak 🙂

      Saya sudah kirim ke email ya mbak….

  2. nh18 berkata:

    Aduh …
    Syafa kok bisa hilang ya Bu ?
    ternyata di Ruang Guru …

    Semoga tidak kejadian lagi ya Bu Devi

    salam saya

  3. Ping balik: Membuat Parcel | Belajar dari anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s