Meninggal

Semalem ayah pergi melayat ke Pondok Kopi, ke tempat om Fajar.

‘Mama, ayah kenapa?’

‘Mau ngelayat dek…ayahnya Om Fajar meninggal.’

‘Ooo…siapa yang ditinggal?’

‘Meninggal dek, bukan ditinggal!’ seru kakak Rahma.

‘Sakit ya Ma? ‘ (agak bingung mode-on)

‘Iya dek, tadi meninggalnya di rumah sakit’

‘O, meninggal…Hm….hm…Meninggal itu apa Ma?’

‘Meninggal itu ya mati dek, dikubur pake tanah! Nanti ketemu Allah!’ kembali kakak Rahma nimbrung.

‘O ketemu Allah…di mana ketemunya? Rumahnya Allah?’

‘Iya dek…di surga’

‘O…ayah om Fajar mau mainan ke taman ya ma!’

‘…..’

‘Rumah Allah kan? Surga kan? Banyak tamannya! Baguuusss sekali.’

‘Wah hebat! Kok adek Syafa tau?’

‘Iya ma, surga itu ada tamannya, banyak banget mainannya, iya kan kak?’

‘Iya dek…ih…adek pinter banget sih….’ kali ini kakak memuji.

‘Iya iya…..aku kan muslimah! abang muslim! sudah besar! bukan bayi, tapi aku mau minum susu pake dot!’ (lho..lho…lho…kok keluar lagi kata andalannya).

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama, Syafa. Tandai permalink.

19 Balasan ke Meninggal

  1. Bundanya Dita berkata:

    Hehehe semakin anak gede, pertanyaannya semakin kritis ya mam 🙂

  2. nh18 berkata:

    Khas Syafa …

    Badung-badung gemanaaaa getoh …
    hehehehe

    • Devi Yudhistira berkata:

      Iya om…

      Dulu saya terkagum2 sama teman TK Rafif (pas lagi nyidam) namanya Ashma, sekarang sudah pindah ke Malaysia.
      Anaknya aktif, tidak pemalu, cerewet, suka teriak dan berani…
      Kalo dapet giliran ceramah di sekolah, selalu dengan gaya khas narator handal.
      Cita-citanya jadi pejuang Palestin, dan itu dia kobarkan di ceramah di depan teman2 dan ibu guru.

  3. dafiDRiau berkata:

    Lucu juga y Mbak..???

  4. dina.thea berkata:

    Ternyata ada juga ya kata andalan, sama donk kaya Amira hehe

  5. bundadontworry berkata:

    pertanyaan anak2 makin cerdik, jadi memang gak ada salahnya ,kita selalu meningkatkan diri , agar tdk bingung ketika menjawab pertanyaan2 mereka yg makin ‘aneh2’ ya ,Devy.
    salam

  6. Rian berkata:

    Kualitas anak2 sekarang memang lain dari yg dulu. 🙂

  7. Pakde Cholik berkata:

    Kita menjawab dengan kalimat yang pas dihatinya dan mengandung unsur kebenaran.
    Btw, alamat untuk paket kok belum dikirim ya.
    Salam hangat dari surabaya

  8. nurhayadi berkata:

    Ya seperti itu anak-anak, kritis dan tak mudah puas dengan satu jawaban. Salam kenal dari solo. See you in my blog.

  9. Aar berkata:

    Wah… hebat kakak Rahma dan adik Syifa. Mudah-mudahan terus semangat ya buat bertanya dan ingin tahu tentang apa saja… ^_^

    Senang melihat perkembangan blog mbak Devi yang semakin asyik dan seru..

  10. chocoVanilla berkata:

    Ahaahaha…. dotnya gak ketinggalan….

    Emang makin gede anak akan makin kritis, so kitanya musti banyak belajar lagi 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s