Akan kubagi kebahagiaanku itu!

Sosok itu!

Wajah penuh kerutan menua,

Semakin mengerut saat marah mendera…

Lebih mengerut lagi saat protes datang bertubi-tubi dariku…

Gigi ompongnya saat tertawa,

Senyum bangganya saat aku berprestasi…

Tubuhnya yang kian kurus seiring dengan bertambah umurnya…

Ah…semuanya!

Bicaranya tak sekeras dulu,

Tak garang lagi di mataku…

Lama tak kulihat sosok itu…

Ya Allah…Engkau Yang Maha Mengetahui isi hatiku…

Sampaikan betapa aku menyayanginya,

Sampaikan betapa aku bangga kepadanya,

Sampaikan betapa aku merindukannya…

Aku, bagian dari darahnya…

Aku, makhluk yang Kau titipkan padanya…

Aku, yang sampai saat ini hanya bisa diam memendam semua rasa itu

kekagumanku! sayangku! rinduku!

Saat bulan mulia-Mu datang…

Rasaku semakin tak menentu,

Sosok itu semakin sering mendatangiku,

Wajahnya sedih menatap ke arahku,

Senyumnya sedikit sekali mengembang!

Sedang sedihkah dia di sana?

Sedang merindukankukah?

Sedang marah padakukah?

Yang kuyakin,

sudut hatinya pasti menyimpan rasa sayang yang begitu besar untukku

sudut hatinya pasti menyimpan segudang maaf untukku

Maafkan aku…!

Jika kata menyakitkan yang sering kau dengar dariku!

Jika kata tak peduli yang sering keluar dari mulutku!

Jika kata protes dan tak terima yang sering kuucap!

Ya Allah…ampunilah aku!

Akankah ramadhan kali ini Kau beri aku kekuatan untuk mengatakannya?

Mudahkanlah lisanku, berikan aku kekuatan…

Agar bisa mengucapkan kata-kata yang membuatnya tersenyum bahagia!

Agar bisa mengucapkan kata-kata yang selama ini kubiarkan teronggok begitu saja!

Agar dia tahu betapa berartinya dia untukku!

Ya Allah…ijinkan aku berbagi kebahagiaan yang kurasakan padanya,

kebahagiaan saat anak-anakku sibuk mengatakan bahwa mereka menyayangiku!

kebahagiaan saat anak-anakku mengatakan bahwa mereka merindukanku!

kebahagiaan saat anak-anakku mengatakan bahwa mereka selalu memaafkan aku!

***maafkan anakmu ini pa!, lagi-lagi hanya bisa menulis..menulis…dan menulis…***

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Harmony, Mama. Tandai permalink.

14 Balasan ke Akan kubagi kebahagiaanku itu!

  1. trisula berkata:

    he he he…kenapa seorang ibu selalu merasa paling bertanggung jawab atas anaknya ya..??
    Padahal anak kadang juga nggak begitu memperhatikan ibunya..??

  2. jeepiid berkata:

    :nunduk, rasa itu akan menghantui tiap menjelang lebaran.. ya mbak..
    mungkin memang harus kita lakukan mbak..
    ga nunggu lebaran aja gmn? sementara by phone nanti pas saat buka puasa..??

  3. nh18 berkata:

    HHmmmm …
    ini rangkaian kata yang dalam …
    sebuah curahan jiwa seorang anak …
    yang menyayangi Ayahnya …
    yang merindukan Ayahnya …
    sepenuh hati

    Salam saya Bu Dewi

  4. Pakde Cholik berkata:

    Kadang kita merasa biasa-biasa saja ketika tak kunjung menjenguk orangtua karena kita sudah hidup di abad modern. Namun bagi orangtua, kehadiran kita sungguh sangat dinantikan.
    Jangan sampai orangtua menangis karena lama tak ada kabar dari anak-anaknya. Jangan sampai orangtua menderita karena tidak tahu dimana dan bagaimana keadaan anak-anaknya.
    Salah satu amalan yang sangat disukai Allah adalah birrul walidayn atau berbakti kepada orangtua.

    Salam hangat dari Surabaya

  5. FiiYaa berkata:

    T.T

    Jadi kangen rumah..
    Kangen papi dan mami..

  6. deady berkata:

    :(((((
    ampuni hamba dan kedua orang tua hamba juga Ya Allah….

  7. bundadontworry berkata:

    seringnya ketika kita sudah sibuk dgn keluarga , suami dan anak2, kita ‘melupakan’ ortu kita yang selalu menyayangi dan merindukan.
    dgn menengok beliau2 ini sekali2, akan mengobati rasa rindunya pd kita, anak dan cucunya.
    semoga Allah swt selalu memberikan Ayahnya Devy kesehatan,amin
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s