Sekolah Tanggap Bencana

Satu hal yang sering terlupakan oleh sekolah!

Terlupakan juga oleh orangtua saat mendaftar tidak menanyakan hal ini!

Boro-boro ada rute evakuasi yang jelas terpampang di berbagai sudut bangunan sekolah…

Apakah itu hal sepele? Tidak juga sepertinya!

Simulasi Gempa, kebakaran dan Tanggap Bencana lainnya bahkan pernah menjadi wacana sebagai sesuatu yang wajib dimasukkan dalam muatan lokal Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta. Entahlah sekarang bagaimana nasib wacana tersebut, apakah teman-teman guru ada yang punya informasi tentang hal ini?

Ada satu lagi yang penting, simulasi menghadapi orang asing, bahkan cara berteriak saja harus disimulasikan!

Menurut saya, perlu dilakukan simulasi di sekolah setidaknya setahun sekali.

Bagaimana menurut anda?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

8 Balasan ke Sekolah Tanggap Bencana

  1. bundadontworry berkata:

    simulasi atau pelatihan utk membiasakan diri agar tdk kaget dan panik , ketika suatu musibah terjadi,
    memang perlu utk disosialisasikin.
    termasuk simulasi utk anak2 kita sendiri agar mampu mengatakan TIDAK pada orang yg memaksa mereka utk melakukan sesuatu yg mereka tidak suka.
    jadi, bukan hanya utk menghadapi bencana alam saja, seperti gempa atau tsunami.
    salam

  2. nh18 berkata:

    Simulasi Situasi Darurat … menurut saya penting disosialisasikan … penting dilakukan … untuk jaga-jaga saja …

    Dimana Asembly point, Bendera, Rute berlari, tatacara berjalan dan sebagainya …

    Nggak usah sering-sering … cukup 2 x setahun …

    salam saya Bu Devi

  3. dwi berkata:

    anakku sekolah disekolah negeri biasa mba..
    boro2 ada gituan..wong kalo hari sabtu aku sengaja ke sekolah supaya bisa ngobrol sama gurunya..eh..si guru cuek2 aja tuh.
    xixixixi..sabar..sabar…

  4. Pakde Cholik berkata:

    Benar, security mindedness perlu ditumbuh-kembangkan dikalangan sekolah. Tentu materinya adalah situasi yang paling mungkin “bakal dihadapi”.
    Situasi yang dewasa ini sering muncul adalah kebakaran, gempa dan banjir. Hal itulah yang peru mendapat prioritas di latihkan atau dibuat SOPnya.
    Dengan adanya SOP yang sudah dilatihkan maka anak-anak akan mendapat gambaran atau paling tidak sudah pernah melakukannya. dengan demikian jika terjadi bencana mereka sudah punya ancang-ancang apa yang harus diperbuatnya.

    Misalnya : kalau ada gempa harus segera lari keluar dan menuju halaman sekolah. Bagaimana cara keluar dari ruangan, ini juga harus diatur agat tak terjadi kepanikan. Misalnya: keluar ke halaman sekolah berturut-turut dari bangku paling depan, atau bangku paling dekat pintu keluar.

    SOP mengatur SIABIDIBAME (siapa,apa,bilamana,dimana,bagaimana dan mengapa)

    Whaaaa….kok jadi kayak kultum yang lupa berhenti ya nduk.

    salam hangat dari Surabaya

    • Devi Yudhistira berkata:

      Terimakasih pakdhe masukannya.

      Siap laksanakan!
      (melaksanakan usulan ke pihak sekolah, seraya meyakinkan betapa perlunya latihan macam ini pakdhe!)

      Semoga dimudahkan dan diterima dengan baik…doakan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s