Koma

Rafif sedang berusaha untuk melancarkan bacaannya. Berbagai buku sudah menjadi korban usahanya ini. Alhamdulillah, sudah semakin lancar.

Tahap berikutnya, mulai mengenalkan tanda baca, titik dan koma. Sebelumnya Rafif membaca asal tabrak aja, alias tanpa titik koma dihajar terus selama napasnya masih kuat untuk melafalkan bacaannya.

Tanpa kesulitan yang berarti, tanda titik sudah bisa dibacanya dengan akhir yang sangat indah, sudah sesuai dan pas didengarnya. Sebagaimana telah dicontohkan oleh mama.

Lalu, bagaimana dengan tanda koma?

Sementara, tanda koma masih terus ditabraknya. Dah dikasih contoh berkali-kali, tetep saja diterusin lagi. Bingung juga, gimana cara ngasih taunya tentang tanda koma ini.

“Bang, kalau ada tanda komanya, abang bisa berhenti sejenak, bentar aja..lumayan buat ambil napas bentaran, baru diterusin lagi”

Oke ma…aku coba, mama dengerin ya.

“Suatu ketika Nuruddin tersesat di sebuah Istana yang indah, seorang lelaki tua berjanggut, sedang menyapu halaman Istana. Lalu terdengar sebuah syair, betapa indahnya syair itu didengarnya.”

= bener-bener tarik napas, lalu mengeluarkan lagi sampe mengeluarkan bunyi huuuffhhh

Hehehe… piye iki? Gimana kita bisa nahan ketawa kalo gini?

***Maafkan mama ya bang, salah mama juga kalo gini kejadiannya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif. Tandai permalink.

6 Balasan ke Koma

  1. jeepiid berkata:

    :ngakak… kok bisa nemuin pic y pas bgt mbak…?
    (:timpukbotol)

  2. nh18 berkata:

    Hahahaha …
    Koma = tarik napas dalam-dalam …

    Salam saya Bu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s