Next mbak!!!

Pernah nggak dikira jadi asrot alias asisten sorot, padahal kali itu kita hanya sebagai panitia biasa yang kebetulan aja membuka leptop???

Gara-gara free WiFi n posisi tempat duduk yang lumayan di samping depan, akhirnya saya dikira jadi asrot dalam sebuah sesi workshop yang pernah kami adakan. Kali pertama saya duduk di kursi panitia depan, biasanya selalu memilih kursi panitia di paling belakang, biar bebas bolak-balik n kabur.

Tiap kali ganti halaman presentasinya, beliau selalu bilang “Next mbak..”

Awalnya saja nggak mudeng karena sibuk browsing n blogwalking 🙂 sampai tiba-tiba seorang peserta mengirimkan sebuah sms kepada saya bertuliskan “Next mbak…xaxaxaxaxa” Bingung apa maksudnya, pas saya memandang ke arahnya, dia senyum-senyum. Ehhhh pas itulah tiba-tiba saya mendengar “Next mbak” yang diucapkan pembicara, dan pas saya lihat, beliau sambil memandang ke arah saya. Wedew….si bapak nggak tau kalo saya lagi ngenet ya pak…

Sementara rekan panitia lainnya yang bertugas asrot adalah seorang “laki-laki tulen” (berjenggot, ganteng, punya 1 istri dan 2 putra) yang duduknya di hadapan pembicara, di deretan terdepan bergabung dengan peserta workshop lainnya, karena kali itu nggak ada kursi khusus asrot.

Dia hanya berkomentar…”lo, saya dah berjenggot gini masih dipanggil mbak”

Bingung juga sih, saya musti ngapain kalo dah gini…

“Coba deh kamu pura-pura ke toilet…tar pasti si bapak bingung”

“Mbak, tutup aja leptopnya”

“Interupsi aja, bilang bukan kamu asrotnya”

Ide yang saya terima lewat sms, tidak ada satupun yang saya lakukan. Saya hanya pasrah dan berharap waktu break segera datang, dengan demikian saa akan pindah ke belakang tanpa menyisakan kebingungan or rasa malu pembicara (lebaayyyy saya ya, padahal bisa aja itu malah ditanggapi sebagai sebuah lelucon oleh pembicara, iya kan???). Nggak tau deh, kenapa saya begitu banyak pertimbangan malam itu. Selain pembicara berasal dari unit lain, pejabat pula, saya tak punya ide lain selain memikirkan saya menyingkir saat break, sambil mendekati pembicara saat coffe break, (kali ini saya ga bakalan nanya materi), cuman mau bilang ‘maaf pak, saya bukan asrot, asrotnya mas-mas kok 🙂 ‘

Bagaimana menurut teman-teman kalo kejadian gini???

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Next mbak!!!

  1. nh18 berkata:

    Pendapat saya … ?
    Kalo duduk didepan … jangan buka lap top …

    Gampang toh ?

    Next Mbak … !

    salam saya

    • Devi Yudhistira berkata:

      Hahaha…tergantung om, kalo free wifi ya sesuatu yg susah tidak membuka leptop, maklum gapunya HP yg oke…hehehe

      Tp, jk bila suatu saat nanti saya jadi pembicara (cie…cie…) saya akan liat dulu siapa asrotnya…qiqiqiqiqi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s