Endless Love

Gara-gara anak-anak sedang belajar tentang Korea, jadi inget dulu pernah keranjingan drama Korea yang diputer di TV, judulnya Endless Love.

Hadooohhh, ceritanya bener2 melow, tiap nonton selalu ada tangisan. Sampai terisak-isak…

Saat itu, sedang hamil anak pertama, dan sudah mulai ambil cuti melahirkan. Waktu cuti saya habiskan di rumah mama di Purbalingga (hehehe, belum punya nyali lairan anak pertama, jadi pulang kampung deh…deket mama is the best). Ternyata saat itu, mama sedang rajin nonton Korean Drama (termasuk berbagai sinetron lain pastinya), judulnya Endless Love. Jadilah saya  ikutan nonton, kala itu sudah hampir tamat. Selama nonton, tentu saja sibuk wawancara mama di sela iklan, tentang awal mula cerita drama tsb.

Ternyata ceritanya tentang anak yang ketuker pas baru dilahirkan…mengena banget, pas saya hamil pula, jadi ikut larut selarut-larutnya. Tiap sore ‘kakak Rahma’ yang masih di perut selalu saya ajak nangis sejadi-jadinya menyaksikan drama ini…. (maaf ya kak, tapi mama bener2 terharu sama ceritanya).

Yang agak nggak masuk akal…pas hari perkiraan lahir, dibilang itu episode terakhir…padahal saya dah mules mulai pagi, periksa ke bidan baru bukaan 1 katanya. Suami sama mama dah panik, nyuruh ke RS. Tapi berdasarkan pengalaman kost di tempat Ibu Bidan di daerah Kayu Manis, kalo ada pasien yang baru bukaan 1, masih dicuekin, padahal mulesnya kan emang minta ampun…jadi daripada dicuekin di RS, ngeliat ruang bersalin, mending dibawa jalan2 aja ke swalayan…beli-beli makanan n minuman buat stok di selama RS 🙂 Suami dah maksa-maksa ngajak ke RS, cuman masih ngeyel nggak mau, apalagi sore itu saya harus menyaksikan tamatnya serial Endless Love.

Hehehe…aneh banget….

Baru deh jam 2 malem ke RS, karena saya bener2 dah ga kuat, sakit bener nahan mules…sampai RS, dah bukaan 6… tinggal tunggu melahirkan 🙂

Habis melahirkan, langsung saya bilang…liat anak kita, jangan sampai ketukerrrr…

Dan selama cuti bersalin, sudah bisa dipastikan saya semakin keranjingan nonton drama Korea, sampai berhenti dengan sendirinya seiring masuk kantor lagi.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Mama. Tandai permalink.

7 Balasan ke Endless Love

  1. nh18 berkata:

    Hahahaha …
    Endless Love demikian membius Bu Devi rupanya …
    (bisa begitu yak …)

    Tapi manusiawi sekali sepertinya …

    Salam saya

  2. mamaray berkata:

    hihihihihi…. Mbak Devi lebayy…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s