Membuat rencana kegiatan

Sudah lama banget baca postingannya Ibu Lala tentang bagaimana Yudhis dan Tata, menyusun  7 kegiatan sehari, pengen mencoba ke anak-anak, cuman baru terlaksana hari Minggu kemaren.

Selama ini, kami menampung ide atau usulan mereka tentang tema, lalu mengenai kegiatan masih kami putuskan bersama, apa yang akan kami kerjakan dengan tema yang telah kami sepakati.

Hari Minggu, Rahma dan Rafif mulai membuat daftar kegiatan yang akan mereka lakukan. Lalu mereka mencoba membuat rentang waktu untuk tiap kegiatan. Dari beberapa rentang waktu yang mereka buat, waktu yang mereka tetapkan relatif  kurang untuk melaksanakan kegiatan yang mereka rencanakan. Namun, karena ini kali pertama, sengaja kami biarkan agar mereka bisa belajar dari pengalaman tsb.

Diantara mereka berdua, ada beberapa kegiatan yang sama dan memang harus dikerjakan bersama-sama, misal main catur, membuat bangunan dari balok kayu, main sepeda, baca buku. Ada kegiatan yang bisa mereka lakukan sendiri, ada juga yang dilakukan sendiri tapi harus bergantian, seperti posting di blog atau main edugames.

Setelah tersusun, kami mulai mendiskusikan kegiatan mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu, dan kapan mereka harus bergantian.

Hari itu, mereka mencoba untuk mengerjakan kegiatan yang telah mereka susun, termasuk berusaha konsisten dengan waktu, meski kadang masih harus dimotivasi. Pada sore harinya, kami mengajak diskusi, bagaimana perasaan dan pendapat mereka tentang ‘rencana kegiatan’.

Mereka senang bisa membuat rencana kegiatan, meski masih ada kegiatan yang belum dilaksanakan, karena tiba-tiba mereka pengen ganti kegiatan yang tidak ada dalam jadwal yang sudah disusun. Soal waktu juga menjadi poin yang mereka analisa, mereka akan melakukan ujicoba untuk mendapatkan waktu yang pas menurut mereka.

“Ma, seneng banget deh, hari ini jadi nggak bingung mau ngapain, besok-besok kita buat lagi ya, tapi waktunya mau ditambah, tadi aku bersih-bersih mainan jadi buru-buru deh”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Abang Rafif, Anak-anak, Kakak Rahma. Tandai permalink.

4 Balasan ke Membuat rencana kegiatan

  1. Aar berkata:

    Wah.. senangnya Rafif dan Rahma mulai bikin rencana kegiatan sendiri. Selamat ya nak.. semoga menjadi anak-anak yang aktif dan mandiri.. ^_^

    • Devi Yudhistira berkata:

      Trimakasih mas Aar atas idenya…selanjutnya kami akan mensosialisasikan tentang yang mana yang wajib dan yang mana yg pilihan, serta tugas tanggung jawab pribadi dan beramal bantuin mama/ayah…
      Semoga bisa menjadikan mereka mandiri dan bertanggungjawab atas pilihannya.

  2. bundagaluh berkata:

    memang bener-bener membantu mengurangi stres ngurusi anak mbak ^_^. Baru aku coba kemarin juga gara-gara Salsa lagi susah banget diajak komunikasi. Hehe sebenarnya sih ibunya yang harus makin mengupgrade komunikasinya ^_^. Sementara ini yang wajib baru membaca dan menulis. Dan dua ini wajib didahulukan. Eh bener ga ya???

  3. Ping balik: Finish : Tantangan 30 Hari Klub Oase | Belajar dari anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s